JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Selamat datang di Web Site BPTP NTT __ Jln. Timor Raya Km. 32 Naibonat-Kupang-Nusa Tenggara Timur __ Tlp. 08113893766; PO BOX : 1022 Kupang 85000 __ email : bptp-ntt@litbang.pertanian.go.id

Media Sosial

 

Sarungisasi Untuk Pengendalian Penggerek Buah Dan Helopeltis Pada Tanaman Kakao

 Sarungisasi Untuk Pengendalian Penggerek Buah Dan Helopeltis Pada Tanaman Kakao

Oleh :

Ir. Made Ratnada, MP

Penyuluh pada Balai Pengkajian Teknologi Pertanian NTT

 

PENDAHULUAN

Hama utama yang menyebabkan rendahnya produksi dan produktivitas kakao di Nusa Tenggara Timur diantaranya adalah hama penggerek buah kakao (PBK) dan helopeltis. PBK merupakan hama penting pertama yang dapat mengakibatkan kerusakan berat pada buah kakao hingga 81 % disusul oleh helopeltis. Berbagai cara pengendalian terhadap kedua hama tersebut telah dicoba oleh petani, Mulai dari penggunaan klon unggul, P3S, penggunaan insektisida, namun belum memberikan hasil yang efektif dan dirasakan kurang efisien. Banyak petani yang membiarkan buah kakaonya rusak terserang hama tersebut tanpa upaya pengenalian. Hal ini disebabkan oleh penerapan teknologi pengendalian tidak tepat karena adanya keterbatasan ekonomi petani untuk memperoleh bahan-bahan insektisida yang diperlukan dan tidak tersedia di sekitar petani, disamping itu juga kurang praktis.

Alternatif pilihan teknologi pengendalian hama PBK dan Helopeltis yaitu secara mekanik dengan melakukan penyelubungan atau sarungisasi buah muda. Penyelubungan dilakukan dengan plastik trasparan yang kedua ujungnya terbuka.  Mempetimbangkan kondisi petani, sarungisasi memiliki keunggulan relatif lebih praktis, efisien, mudah diperoleh, tidak beracun, dan efektif menekan serangan PBK dan helopeltis hingga 99 % jika diterapkan secara tepat.

SARUNGISASI

Sarungisasi atau penyelubungan atau kondomisasi buah kakao adalah membungkus buah kakao dengan plastik transparan dengan cara ujung bagian atas kantong plastik diikatkan pada tangkai buah, sedangkan ujung bagian bawah tetap terbuka. Dengan cara penyelubungan buah tersebut, hama tidak dapat meletakkan telur atau menusukkan stiletnya pada kulit buah sehingga buah terhindar dari serangan larva dan tusukan hama dewasa. Pembungkusan dilakukan ketika buah berukuran kecil, 8-12 cm.

TEKNIK SARUNGISASI BUAH KAKAO

1, Bahan dan alat,

 

Bahan dan peralatan yang digunakan untuk penyarungan buah kakao adalah kantong plastik transparan berukuran 17-18 cm x 30-35 cm, tebal 0,02-0,03 mm yang kedua ujungnya terbuka, karet gelang, dan pipa paralon atau bambu dengan diameter 1,5-2 inchi pajangnya 0,5-2 meter sesuai dengan letak buah. Di ujung atas pipa paralon dibuat celah memanjang sekitar 30-50 cm, lebar 2 cm. Alat yang lain adalah kayu atau ranting sebagai pendorong kantong plastik.

2, Pelaksanaan Sarungisasi.

Tahapan kegiatan penyarungan buah kakao adalah:

  1. Memilih buah kakao muda (pentil) dengan ukuran maksimal 8 – 12 cm, dan umur buah kira-kira 2 bulan.
  2. Memasukkan buah kakao yang telah terpilih, sampai pada tangkai buah, ke dalam ujung paralon yang telah berisi plastik trasparan sebagai sarung.
  3. Mendorong kantong plastik yang telah diberi karet gelang dengan menggunakan kayu pendorong sampai terlepas dari pipa paralon dan buah tersarungi oleh kantong plastik.
  4. Penyarungan buah kakao yang mudah dijangkau tidak memerlukan alat, cukup menggunakan tangan dengan memasukkan buah ke dalam kantong plastik, yang telah diberi karet gelang pada bagian ujungnya, sampai pada pangkal tangkai buah.

SUMBER :

  • CABI, ICCO, 2014. Pengenalan Hama dan Penyakit Utama pada Kakao. Disampaikan pada kegiatan TOF Sulawesi Tenggara, 16 –21 Desember 2014 Kerjasama antara ICCRI & CABI.
  • Firdausil A.B, Nasriati, Alvi Yani, 2008. Tekknologi Budidaya Kakao. Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Bogor.
  • Karmawati Elna, Zainal Mahmud, M. Syakir, S. Joni Munarso, Ketut Ardana, Rubiyo, 2010. Budidaya dan Pasca Panen Kakao. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Bogor.
  • Kementerian Pertanian, 2014. Pedoman Teknis Budidaya Kakao Yang Baik (Good Agriculture Practices/Gap On Cocoa). Peraturan Menteri Pertanian Nomor 48/Permentan/OT.140/4/2014. Kementerian Pertanian, Jakarta.
  • Proyek STDF-CABI-ICCO-ICCRI, 2014. Panduan Pelatihan Fasilitator Utama (Training of Master Facilitator). Proyek STDF-CABI-ICCO-ICCRI, Jember.