JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Selamat datang di Web Site BPTP NTT __ Jln. Timor Raya Km. 32 Naibonat-Kupang-Nusa Tenggara Timur __ Tlp. 08113893766; PO BOX : 1022 Kupang 85000 __ email : bptp-ntt@litbang.pertanian.go.id

Media Sosial

 

Pengendalian Hama Pengisap Buah Kakao (Helopeltis spp.)

Oleh :

Ir. Made Ratnada, MP

Penyuluh pada Balai Pengkajian Teknologi Pertanian NTT

 

Pendahuluan

Penyebab rendahnya poduktivitas tanaman kakao di Nusa Tenggara Timur salah satu adalah serangan hama pengisap buah (Helopeltis spp). Hama ini selalu dijumpai di sebagian besar perkebunan kakao dengan intensitas serangan yang berfluktuasi dan kerugian yang diakibatkan dapat menurukan produksi hingga 60 %.

Hama penghisap buah kakao berwujud kepik terdiri dari beberapa spesies antara lain H. antonii, H. theivora, H. claviver, H. schoutedeni, H. bergrothi, H. sulawesi. Stadium yang merusak dari hama ini adalah serangga muda (nimfa) dan dewasa (imago). Hama ini menyerang buah dan pucuk/tunas tanaman kakao dengan cara menghisap cairan bagian tanaman tersebut, serangan pada buah muda menyebabkan kematian buah muda dan serangan pada tunas/pucuk menyebabkan kematian pucuk (die back).

Pengenalan hama ini secara baik dan teknik pengendalian serta penerapannya secara tepat dapat mengendalikannya dan pada akhirnya mencegah kehilangan hasil yang akan terjadi.

Siklus Hidup

Serangga ini mempunyai tipe metamorfosa sederhana, terdiri dari telur, nimfa dan imago. Telur berbentuk lonjong, berwarna putih, pada salah satu ujungnya terdapat sepasang benang yang tidak sama panjangnya. Telur diletakkan pada permukaan buah atau pucuk dengan cara diselipkan di dalam jaringan kulit buah atau pucuk dengan bagian ujung telur yang ada benangnya menyembul keluar. Stadium telur berlangsung antara 6-7 hari. Nimfa mempunyai bentuk yang sama dengan imago tetapi tidak bersayap, terdiri dari 5 instar dengan 4 kali ganti kulit. Stadium nimfa berkisar antara 10-11 hari. Imago berupa kepik dengan panjang tubuh kurang lebih 10 mm. Lama hidup serangga betina berkisar antara 10-42 hari, sedangkan jantan 8-52 hari. Seekor imago betina mampu meletakkan telur hingga 200 butir selama hidupnya.

Gejala Serangan

Serangga muda (Nimfa) dan dewasa (imago) menyerang pucuk dan buah muda tanaman kakao dengan menusukkan alat mulutnya (stilet) ke jaringan tanaman kemudian mengisap cairan di dalamnya. Stilet membentuk dua saluran, yaitu saluran makanan dan saluran air liur. Ketika stilet melakukan penetrasi ke tanaman inang maka air liur akan dipompa ke bagian tersebut menyebabkan jaringan tanaman menjadi lebih basah sehingga lebih mudah untuk diisap. Pada kelenjar ludah dan midgut Helopeltis dijumpai enzim amylase, protease, dan lipase. Adanya enzim ini akan membantu merombak jaringan tanaman dan penetrasi stilet serta melawan pertahanan kimia tanaman inang.

Gejala buah kakao yang terserang Helopeltis spp. ditandai dengan bercak-bercak berwarna cokelat kehitaman. Serangan pada buah muda menyebabkan layu pentil dan umumnya buah akan mengering kemudian rontok. Apabila pertumbuhan buah terus berlanjut maka kulit buah akan mengeras dan retak-retak, dan akhirnya terjadi perubahan bentuk buah yang dapat menghambat perkembangan biji di dalamnya. Apabila serangan terjadi pada pucuk maka akan menyebabkan mati pucuk.