JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Selamat datang di Web Site BPTP NTT __ Jln. Timor Raya Km. 32 Naibonat-Kupang-Nusa Tenggara Timur __ Tlp. 08113893766; PO BOX : 1022 Kupang 85000 __ email : bptp-ntt@litbang.pertanian.go.id

Media Sosial

 

Pemangkasan Tanaman Kakao

Pemangkasan Tanaman Kakao

Oleh:

Ir. Made Ratnada, MP

Penyuluh pada Balai Pengkajian Teknologi Pertanian NTT

 

Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki peranan penting dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani di NTT. Sampai saat ini komoditas kakao tersebut masih memiliki prospek pasar yang cukup baik di pasar internasional.

Seperti halnya tanaman perkebunan lain, tanaman kakao memerlukan persyaratan tumbuh dan teknologi budidaya agar mampu memberikan hasil yang optimal. Salah satu teknologi budidaya dimaksud adalah pemangkasan. Pada kebun kakao yang dirawat intensif, andil pangkasan kakao terhadap total besaran biaya produksi sekitar 22% sementara pemupukan sekitar 47% dan pengendalian hama dan penyakit sekitar 28%. Di lain pihak, kesalahan dalam pemangkasan dapat menyebabkan kerusakan struktur percabangan dan dapat berakibat melemahnya kesehatan tanaman dan penurunan produksi.

Pemangkasan pada tanaman kakao adalah kegiatan memotong (membuang) bagian tanaman yang berupa cabang, ranting, dan daun yang tidak diperlukan.

Pemangkasan tanaman kakao bertujuan untuk :.

  1. Memperoleh kerangka dasar (frame) percabangan tanaman kakao yang kuat dan seimbang
  2. Mengatur agar penyebaran cabang dan daun-daun produktif pada kanopi tanaman merata dan tidak tumpang tindih
  3. Mempermudah manajemen hama, penyakit, panen buah dan agar diperoleh produksi yang tinggi..
  4. Membuang bagian tanaman yang tidak dikehendaki  (tunas air, cabang sakit, patah, menggantung dan cabang balik)
  5. Memacu tanaman membentuk daun baru yang potensial sebagai produsen asimilat
  6. Meningkatkan kemampuan tanaman menghasilkan buah.
  7. Menekan serangan hama dan penyakit.
  8. Mengontrol tinggi kanopi.
  9. Meningkatkan sirkulasi udara.

Efek Fisiologis Pemangkasan adalah :

  1. Memacu pertunasan
  2. Menurunkan kelembaban kebun.
  3. Meningkatkan suhu udara di dalam kanopi
  4. Memperbaiki aerasi
  5. Mempermudah manajemen tanaman
  6. Meningkatkan populasi serangga penyerbuk

Jenis Pemangkasan Tanaman kakao

A. Pemangkasan Bentuk

Pemangkasan bentuk dilakukan pada waktu tanaman belum menghasilkan atau masih muda, telah membentuk jorket dan cabang-cabang primer sampai tanaman masuk fase produktif, bertujuan untuk membentuk kerangka percabangan yang kuat dan seimbang yakni tanaman kakao yang memiliki cabang-cabang utama (cabang primer) yang tumbuhnya kokoh dan sehat.

Cara melakukan pemangkasan bentuk Tanaman asal benih generatif dan benih SE :

  1. Kurangi cabang primer yang semula berjumlah empat atau lebih menjadi hanya 3 (tiga) cabang saja yang tumbuh sehat dan arah tumbuhnya simetris dan mengarah ke atas. dengan menggunakan gunting pangkas.. Pelaksanaannya setelah tanaman kakao muda membentuk cabang primer atau telah membentuk jorket. Umur tanaman sekitar 1 – 2 tahun setelah tanam. Cabang primer yang ditinggalkan adalah diutamakan yang tumbuhnya sehat dan kuat, arah pertumbuhannya merata.
  2. Potong (topping) ujung cabang primer pada batas 75-100 cm dari jorket.
  3. Buang cabang sekunder yang tumbuh terlalu dekat jorket yaitu pada jarak kurang dari 40 cm.
  4. Upayakan agar cabang sekunder tidak tumpang tindih.

Cara melakukan pemangkasan bentuk Tanaman asal benih plagiotrop :

  1. Tanaman asal tunas plagiotrop tidak membentuk jorget, percabangannya menyamping dan mulai tumbuh dari permukaan tanah.
  2. Pangkas bentuk dilakukan setelah tanaman rimbun, biasanya setelah berumur 1 tahun.
  3. Pangkas bentuk dilakukan dengan memilih semua cabang besar yang kuat, arah pertumbuhannya membentuk huruf V.
  4. Pangkasan selanjutnya dengan mengatur cabang-cabang sekunder, diusahakan arah pertumbuhannya merata, seimbang dan tidak saling menutup.
  5. Pangkasan pemeliharaan selanjutnya sama dengan tanaman asal perbanyakan generatif dan SE.

 

B. Pemangkasan Pemeliharaan

Pemangkasan pemeliharaan dilakukan pada tanaman menghasilkan dengan tujuan untuk: 

  1. Mempertahankan kerangka tanaman yang sudah terbentuk baik.
  2. Mengatur agar penyebaran daun produktif merata.
  3. Membuang bagian tanaman yang tidak dikehendaki.
  4. Mengatur tinggi tanaman dipertahankan 3-4 m.
  5. Merangsang pembentukan daun baru, bunga, buah.
  6. Memperoleh produksi optimum.

Cara pelaksanaan pemangkasan pemeliharaan sebagai berikut.

  1. Pangkas tunas air (wiwilan), cabang yang meninggi > 3m, cabang sakit, cabang balik, cabang overlapping atau yang menaungi, intinya semua cabang tidak produktif yang menyebabkan kanopi rimbun.
  2. Tunas air dibuang 2-4 minggu sekali dan pangkas pemeliharaan 4-6 kali per tahun.
  3. Prinsip dasar dari pangkasan pemeliharaan adalah ringan, pilih-pilih dan sering.

C. Pemangkasan Produksi

Pemangkasan produksi bertujuan untuk memacu pertumbuhan bunga dan buah.

Pelaksanaan :

  1. Dilakukan dua kali setahun, yaitu pada akhir musim kemarau sampai awal musim hujan serta pada pertengahan musim hujan.
  2. Proporsi ranting (daun)  yang  dipangkas  cukup  banyak, yaitu 25-50%.
  3. Setelah pemangkasan, tanaman kakao akan bertunas intensif dan setelah daun tunasnya menua, maka tanaman akan segera berbunga.

 

Kriteria Pangkasan Optimal

  1. Pada siang hari cerah suasana di dalam kebun sejuk, tidak terlalu gelap atau terlalu Di lantai kebun masih terlihat ada spot-spot cahaya, luas bidang spot tersebut maksimum 25%.
  2. Semua tanaman berbunga dan berbuah.
  3. Bunga dan buah banyak dan berada disekitar batang utama
  4. Mulsa daun kakao cukup tebal.
  5. Gulma tidak tumbuh.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemangkasan

  1. Pemangkasan tidak dibenarkan pada saat tanaman sedang berbunga atau sebagian besar buahnya masih muda (panjang < 10cm)
  2. Jorget dan cabang-cabang primer tidak boleh terbuka karena bantalan bunga dapat kering oleh penyinaran matahari yang terik.
  3. Alat pangkas berupa gunting, sabit bergalah, dan gergaji, semuanya harus tajam. Luka pangkasan cabang dengan garis tengah lebih dari 5 cm, ditutup dengan ter atau obat penutup luka.

Kesalahan Pemangkasan

  1. Memotongan cabang berdiameter lebih dari 2,5 cm sebab ada risiko cabang lapuk.
  2. Memotong ranting letaknya rapat pada cabang induknya.
  3. Kanopi kakao terlalu terbuka sehingga berakibat retak-retak pada kulit batang, keringnya bantalan bunga.
  4. Memangkas saat tanaman kakao sedang berbunga banyak atau sebagian besar ukuran buahnya masih kecil (panjang<10 cm).
  5. Cabang dan ranting adalah aset untuk produksi buah kakao sehingga jangan terlalu mudah memotong cabang atau ranting tanpa dipertimbangkan secara bijaksana.

Sumber :

  • Firdausil A.B, Nasriati, Alvi Yani, 2008. Teknologi Budidaya Kakao. Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Bogor. 
  • Karmawati Elna, Zainal Mahmud, M. Syakir, S. Joni Munarso, Ketut Ardana, Rubiyo, 2010. Budidaya dan Pasca Panen Kakao. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, Bogor.
  • Kementerian Pertanian, 2014. Pedoman Teknis Budidaya Kakao Yang Baik (Good Agriculture Practices/Gap On Cocoa). Peraturan Menteri Pertanian Nomor 48/Permentan/OT.140/4/2014. Kementerian Pertanian, Jakarta.
  • Prawoto A. Adi, Endri Martini, 2014. Pedoman Budi Daya Kakao pada Kebun Campur. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Indonesian Coffee and Cocoa Research Institute) bekerja sama dengan AGFOR SULAWESI, Jember.