JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Media Sosial

 

PELUANG BESAR USAHA PENETASAN TELUR AYAM KUB

Pendahuluan

Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) memiliki keunggulan dibandingkan ayam kampung lainnya yakni produksi telurnya yang tinggi berkisar antara 160 – 180 butir/tahun. Namun , naluri mengeram dari ayam KUB sudah rendah sehingga untuk mendapatkan bibit ayam KUB atau yang sering disebut DOC diperlukan penetasan menggunakan mesin tetas. 

Penetasan telur ayam merupakan hal yang diharapkan untuk berhasil oleh para peternak ayam kampung. Namun, sebelum memutuskan untuk menetaskan telur ayam kampung  ada beberapa ciri telur ayam terbaik untuk ditetaskan yang perlu dipahami terlebih dahulu seperti yang sudah pernah di publikasikan sebelum melalui website BPTP NTT (https://ntt.litbang.pertanian.go.id/index.php/berita-news/843-seleksi-telur-ayam-kub-untuk-penetasan) dan juga dalam bentuk video yang dapat dilihat melalui youtube BPTP NTT (https://www.youtube.com/watch?v=sumY9jzbyvU). Selain itu juga dapat didengar melalui Podcast OnikeLailogo Berbagi (https://anchor.fm/onike-lailogo4/episodes/Memilih-Telur-Tetas-Ayam-KUB-e156uao).

Nah, dari artikel, video dan podcast tersebut sudah disebutkan ciri-ciri telur ayam yang baik untuk ditetaskan, yakni: i) Berat Telur. Pastikan sebelum melakukan proses penetasan telur ayam perlu diketahui berat ideal telur. Berat normal bagi telur ayam KUB sekitar 35-50 gram setiap butirnya. Jika berat telur kurang dari itu atau lebih dari itu maka dikhawatirkan proses penetasan telur akan gagal. Oleh sebab itu, disarankan unutk menimbang terlebih dahulu telur ayam yang akan ditetaskan, ii) Bentuk Telur. Bentuk telur tidaklah bulat melainkan oval. Bentuk telur oval ini merupakan jenis yang ideal. Sebab, telur yang mendekati bentuk bola adalah telur yang tidak memiliki kualitas yang bagus karena sedikitnya ruang udara yang ada, iii) Keutuhan Kulit Telur. Tidak boleh ada kecacatan atau kelainan pada telur tetas yang akan ditetaskan. Kelainan dapat berupa retak pada permukaan atau cangkang yang lembek, cangkang telur yang tidak normal, kasar dan kulit telur tipis atau bagian kuning telur dobel, iv) Kualitas Kulit Telur. Seperti yang telah dibahas atas, telur yang baik adalah yang tidak memiliki keretakan di permukaan cangkangnya. Usahakan semua telur tetas yang hendak di tetaskan memiliki kesamaan warna dan kualitas., v) Warna Kulit Telur. Warna yang baik untuk telur tetas ayam KUB adalah cenderung terang.pilihlah telur yang warnanya agak gelap jangan yang berwarna putih terang. Terbukti, warna kulit telur yang lebih gelap bisa lebih cepat menetas jika dibanding dengan kulit telur yang berwarna lebih terang, iv) Kebersihan Kulit Telur. Kulit yang hendak ditetaskan hendaklah terbebas dari kotoran. Kotoran ini dikhawatirkan bisa mentransfer bakteri karena bisa menghambat perkembangan embrio atau juga dapat menggagalkan proses penetasan telur. Selain tampilan,  harus memperhatikan apakah ada kotoran yang menempel. Kotoran yang menempel di permukaan kulit juga harus dibersihkan memakai  disinfektan dengan tisu atau kanebo untuk menghindari terjangkitnya penyakit. Saat membersihkan kulit telur tidak boleh tisu atau kanebo terlalu basah karena akan mempengaruhi saat penetasan.

Cara Memilah Telur Dengan Sistem Candling

Sistem candling adalah cara paling sederhana untuk mengetahui telur ayam mana yang baik untuk ditetaskan. Sistem ini juga dapat digunakan untuk mengetahui apakah embrio yang ada di telur masih berkembang atau tidak.  Cara melakukannya yaitu dengan menerangi bagian dalam telur sehingga dapat terlihat apa yang ada di dalam cangkang telur. Pencahayaan dapat dilakuan dengan lilin atau lampu listrik. Semakin terang sinarnya maka semakin bagus, utamanya jika dilakukan di tempat yang sangat gelap. Untuk mendapatkan hasil terbaik, anda juga bisa membeli perangkat candling telur khusus yang dijual di toko pertanian. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk melakukan candling, antara lain: 1) Siapkan semua alat yang diperlukan, 2) Letakkan ujung telur yang lebih besar menghadap cahaya, 3) Setiap usai mengecek  tandai telur tersebut, catat nomor dan karakteristik telur yang anda temukan, iv) Telur tidak boleh terlalu lama berada di luar inkubator sehingga pengerjaan candling haruslah cepat namun juga tidak melupakan prinsip kehati-kehatian. Telur yang subur dan bagus memiliki ciri-ciri seperti terdapat jaringan pembuluh darah yang tersebar, terlihat mata embrio yang merupakan titik tergelap, serta ada kemungkinan embrio terlihat bergerak.  Sedangkan telur yang tidak cocok untuk ditetaskan adalah telur yang terdapat perkembangan bercak darah atau lapisan darah di dalam telur serta munculnya cincin darah yang terlihat seperti lingakaran merah di bagian dalam cangkah.

Penyimpanan Telur Yang Akan Ditetaskan

Sebelum melakukan penetasan telur ayam, maka perlu diperhatikan penyimpanannya. Hal ini diperlukan mengingat ayam tidak mungkin menghasilkan 10 telur ayam sekaligus. Oleh sebab itu, jika ingin melakukan proses penetasan telur ayam yang banyak, maka perlu dilakukan penyimpanan di tempat khusus. Hal ini dilakukan untuk memberikan hasil yang maksimal. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan, antara lain: a) Temperatur Penyimpanan. Suhu adalah faktor utama yang menentukan berhasil atau tidaknya telur menetas. Suhu yang paling ideal untuk proses penyimpanan telur adalah sekitar 28 – 30o Meski begitu, jika Anda ingin menyimpan telur hingga seminggu maka diperlukan suhu sekitar 25 o C. Ini bertujuan agar telur tidak mengalami penurunan kualitas secara drastic, b) Kelembaban Penyimpanan. Kelembaban adalah faktor kedua terpenting setelah suhu. Penyimpanan telur hingga seminggu membutuhkan kelembapan sekitar 55 – 65 %. Untuk mengukur kelembapan udara dapat digunakan alat yang bernama Higrometer. Anda bisa mendapatkannya di toko pertanian atau toko peralatan laboratorium, c) Lama Penyimpanan. Lama penyimpanan telur tidak boleh melebihi 4 - 7 hari, karena akan berpengaruh secara langsung terhadap kualitas embrionya. Idealnya, lama penyimpanan adalah 1-2 hari sebelum melakukan penetasan, d) Posisi Telur Selama Penyimpanan. Ternyata posisi telur juga mempengaruhi keberhasilan proses penetasan ayam. Posisi telur terbaik adalah dengan meletakkan posisi ujung telur yang lancip tepat berada di bawah sedangkan yang tumpul dibagian atas karena bagian yang tumpul terdapat rongga udara.

Syarat Penetasan

Penetasan memiliki berapa syarat yang harus dipenuhi agar meningkatkan efisienitas dan efektivitas. Berikut syarat dan cara menetaskan telur ayam supaya hasilnya bagus, antara lain: a) Temperatur Penetasan. Penetasan telur idealnya berada pada suhu sekitar 37,2 -38o C. Gunakanlah termometer khusus untuk mengetahui secara pasti suhu ruangan yang ada di dalam mesin tetas. Alat pengukur suhu yang baik adalah menggunakan, b) Kelembaban Penetasan. Kelembapan juga penting untuk proses penetasan. Kelembapan yang ideal berkisar 53-65 persen. Kelembapan dapat diukur dengan alat yang bernama Higrometer. Khusus kelembaban di Kupang NTT. Bisa saja kelembaban di tempat lain lebih rendah atau lebih tinggi, d) Ventilasi Mesin Tetas, e) Ventilasi adalah jalur masuknya udara ke dalam mesin tetas. Ventilasi dapat dibuat di bagian bawah dan atas mesin tetas. Untuk bagian bawah bisa dibuat berbentuk beberapa lubang dengan diameter 1 cm sedangkan bagian bawah dapat berbentuk kotak dengan ukuran 6×6 cm. Namun juga tergantung seberapa besar mesin tetas tersebut, kami memberikan contoh untuk mesin tetas dengan ukuran 30x30x30 cm

Cara Penetasan Telur Ayam

Setelah proses penyimpanan maka proses selanjutnya adalah proses penetasan telur baik dengan mesin tetas atau penetasan secara alami. Berikut ini cara penetasan telur secara alami atau menggunakan mesin tetas:

  1. Penetasan Secara Alami.

Secara alami Ayam kampung mengerami telurnya selama 21 hari, kemudian mengasuh anak hingga berumur 2 bulan. Karena itu ayam kampung hanya menghasilkan telur sekitar 40 – 60 butir pertahun. Sedangkan ayam KUB (kampung Unggul Badanlitbang) dapat menghasilkan telur berkisar antara 160 – 180 butir/tahun karena ayam KUB tidak mengerami telurnya  untuk itu perlu menetaskan telurnya dengan memakai mesin tetas.  Untuk menjaga kestabilan suhu saat mengeram, ayam selalu atau bergeser, terutama pada 5-6 hari pertama pengeraman. Tidak sampai 5 jam, ayam akan bergerak atau bergeser lagi. Jika masih terlalu panas, telur yang dierami akan dibalik dengan kepala atau lehernya. Proses pembalikan ini bertujuan untuk meratakan suhu dan melawan gaya grafitasi, sehingga posisi embrio didalam telur tetap baik. Proses pembalikan telur biasanya dilakukan tiga kali dalam sehari, tergantung pada pemingkatan suhu didalam telur. Ayam akan turun mencari makan dari sarang pada hari ke 15 atau hari ke 16 ke atas. Hal ini dilakukan untuk mendinginkan Kembali telur telur yang sedang mengalami tingkat metabolism tinggi akibat perkembangan embrio. Tingginya tingkat metabolism dapat menyebabkan suhu telur menjadi tinggi (telur menjadi panas). Karena itu Ketika penetasan menggunakan mesin tetas, temperature mesin tetas harus mengacu pada suhu alami pada saat induk ayam mengerami telur tetas. Penetasan telur secara alamiah sudah dilakukan sejak zaman dulu hingga sekarang karena selain mudah juga hemat biaya. Maksudnya alamiah adalah induk ayam mengerami sendiri telurnya sampai menetas. Cara ini relatif mudah namun kurang optimal jika diterapkan di bisnis skala komersil. Sebab, penetasan secara alami lebih sulit untuk mengetahui jenis telur mana saja yang berpotensial  untuk menetas, serta prosesnya lebih lama.

  1. b) Penetasan Dengan Menggunakan Mesin Tetas Skala Rumahan.

Prinsip teknis agar seseorang sukses dalam usaha penetasan sebenarnya sangat sederhana, yaitu pelaku penetasan harus bisa mengkonisikan mesin tetas seperti keadaan alami induk ayam yang sedang mengerami telur. Kondisi tersebut meliputi kestabilan suhu, dan kelembapan. Sikap disiplin dalam memutar telur juga sangat diperlukan agar kestabilan posisi kuning telur terjaga dan pengaruh gravitasi bumi. Jika kestabilan tidak terjadi maka telur tidak akan menetas dan kalaupun bisa menetas, DOC yang dihasilkan akan mengalami cacat. Selain itu, cara memilih telur tetas yang berkualitas juga perlu diketahui oleh pelaku penetasan. Namun, prinsip memilih telur tetas yang berkualitas sudah dibahas pada saat yang lalu. Penggunaan mesin tetas sebagai media penetasan telur sudah banyak dimanfaatkan peternak dengan alasan optimalitas. Mesin tetas dapat terbuat dari kardus yang menggunakan lampu. Untuk kesempatan kali ini kita akan membahas cara menetaskan telur ayam dengan kardus. Perlu diketahui bahwa ini adalah cara menetaskan telur dengan lampu 5 watt. Untuk membuat mesin tetas dengan kardus dapat dimulai dengan kardus ukuran sekitar 30x30x30 cm. Kardus tersebut kemudian diterangi dengan lampu 5 watt (pilihlah merek yang bagus seperti chiyoda) dengan jarak 8 cm dari telur. Kemudian buat alas tempat meletakkan telur dan mesin tetas sederhana telah selesai. Jangan lupa tambahi lubang ventilasi dibawah sebanyak 4 buah dengan diameter 1 cm dan atas dengan ukuran 6×6 cm. Suhu penetasan telur diatur sekitar 37,2-38 derajat celsius. Kemudian diamkan telur hingga menetas, sesuai dengan kondisi suhu dan kelembaban di daerah bapak ibu.Itulah cara menetaskan telur ayam KUB dengan menggunakan kardus. Ada pula cara menetaskan telur ayam tanpa lampu yaitu dengan menggunakan lilin atau lampu teplok. Namun cara penetasan dengan menggunakan lilin sedikit beresiko karena sulitnya mengontrol suhu dan kelembapan penetasan telur ayam. Terlebih, biayanya juga bisa menjadi semakin mahal.

  1. Cara penetasan dengan Mesin Tetas Otomatis.

Cara menetaskan Telur menggunakan mesin Tetas secara Otomatis adalah cara yang mudah dan lebih menghemat waktu dari bapak ibu karena prinsip penetasannya sama dengan memakai mesin tetas biasa. Cuma penetasan dengan mesin tetas otomatis tidak perlu membalikan telur setiap hari lagi tetapi sudah berputar sendiri secara otomatis. Dimana membalikkan telur setiap waktu yang sudah diatur sesuai dengan keinginan kita apakah seriap 3 jam sekali di balik atau setiap 2 jam sekali dibalik.

KESTABILAN SUHU

Untuk mendapatkan suhu yang akurat  dalam penetasan digunaka alat sensor yaitu thermometer suhu dan selalu di sesuaikan dengan daerahnya masing-masing.

Table : Suhu yang diperlukan selama proses penetasan

Hari ke

Temperatur (*F)

Temperatur (*C)

1-2

98

36.67

3-4

99

37,22

5-7

100

37.78

8-10

101

38.33

11-16

102

38.89

17-21

103-104

39.44-40

 

Dari tabel di atas diketahui bahwa kisaran suhu dalam proses penetasan sebaiknya dibuat stabil yaitu tidak boleh lebih dari 0,5 – 1 derajat F atau 0,125 – 0,56 derajat C dari suhu  dalam tabel diatas. Fluktuasi suhu yang besar akan mengakibatkan daya tetas dan kualitas DOC yang dihasilkan menjadi menurun. Untuk wilayah yang sering Listrik padam sediakan Jenset sehingga pada saat listrik padan diganti dengan jenset sehingga tidak terjadi fluktuasi suhu yang besar. Sebenarnya, selama proses penetasan, suhu mesin biasa dibuat seragam  37,5 derajat Celsius. Namun jumlah telur yang menetas akan berkurang 10 % dibandingkan jumlah telur yang menetas pada system suhu seperti pada tabel d iatas.

Salam inovasi (Ir. Medo Kote, M.Si, dan  Ir. Onike L. Lailogo, M.Si, Ph.D).