JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Selamat datang di Web Site BPTP NTT __ Jln. Timor Raya Km. 32 Naibonat-Kupang-Nusa Tenggara Timur __ Tlp. 08113893766; PO BOX : 1022 Kupang 85000 __ email : bptp-ntt@litbang.pertanian.go.id

Media Sosial

 

Hal ini diungkapkan oleh Bupati Sumba Barat, Jubilate P. Pandango, S.Pd, MS dalam sambutannya pada acara Temu Lapang dan Panen Raya Benih Padi Varieatas Unggul Baru di kelompok tani Suka Maju, Desa Patiala Bawa, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat NTT pada hari Senin, tanggal 31 Oktober 2011. Kegiatan yang langsung melibatkan Bupati Sumba Barat saat panen raya, juga dihadiri oleh Wakil Bupati, Sekda Sumba Barat, dan sejumlah pejabat daerah Kabupaten Sumba Barat

Pada tanggal 18 Nopember 2011, BPTP Nusa Tenggara Timur menerima kunjungan dari Siswa-siswi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Rajawali Kupang, Kelurahan Oesao, Kabupaten

Strategi Pembangunan Pertanian Nasional dalam upaya meningkatkan produksi beras adalah dengan program Peningkatan beras Nasional (P2BN) melalui kegiatan Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) padi. Melalui program ini diharapkan peningkatan koordinasi dan keterpaduan pelaksanaan peningkatan produksi, percepatan penerapan komponen teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola usahataninya untuk mendukung peningkatan produksi nasional serta peningkatan kesejahteraan petani. Dalam tahun 2011 Badan Litbang Pertanian melalui BPTP NTT melakukan pendampingan dengan membuat Denfarm dan display di masing-masing kabupaten (termasuk Kabupaten TTS) dengan harapan denfarm ini bisa menjadi sumber benih bagi kebutuhan kabupaten setempat.

Bertempat di lahan kelompok tani Mbocok, desa Compang Ndejing, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur; Bupati Manggarai Timur melakukan panen perdana benih unggul padi Inpari 13 pada tanggal 17 Oktober 2011. Lahan kelompok seluas 5,0 ha dimanfaatkan oleh oleh BPTP NTT untuk kegiatan Demfarm menunjang program SL-PTT Padi bekerjasama dengan 11 dari 25 orang anggota kelompok.

Kasus flu burung (avian influenza/AI) muncul di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Serangan penyakit itu diketahui setelah spesimen dari sejumlah ayam yang mati diteliti oleh Balai Besar Veteriner Denpasar, dan hasilnya dinyatakan positif AI.