JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Media Sosial

 

Latar Belakang

Melihat penampilan Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) hampir tak dapat dibedakan dengan ayam kampung biasa. Namun, bila lebih dekat lagi melihat performanya maka akan dapat diketahui apa pembeda antara ayam KUB dengan ayam kampung biasa lainnya. Ayam KUB merupakan rumpun baru ayam lokal hasil inovasi hasil penelitian Balai Penelitian Ternak Ciawi-Bogor dan mulai dikembangkan di BPTP Balitbangtan NTT sejak tahun 2015 yang diawali dengan pemeliharaan sejumlah 100 ekor.

Dari cikal bakal tersebut, penyebaran ternak ayam KUB tersebut telah dilakukan di berbagai tempat di provinsi NTT seperti di Kabupaten Malaka, Kupang, Kota Kupang, TTU, TTS, Sumba Timur, Sabu, Rote pada berbagai kelompok tani yang ada yang diawali dengan pembekalan melalui penyuluhan ataupun bimbingan teknis (bimtek).

Keunggulan ternak ayam KUB tersebut antara lain adalah kemampuan untuk bertelur setahun bisa mencapai rata-rata 160 – 180 butir/ekor/tahun, memiliki bobot badan umur 20 minggu (± 5 bln) berkisar 1,2 kr – 1,6 kg dengan umur bertelur awal sekitar umur 20 – 22 minggu (5 – 5,5, bulan). Pada umur 3 bulan sudah dapat dijual dengan harga 70-75 ribu per ekor.

BPTP Balitbangtan NTT pada TA 2021 mengalokasikan anggaran untuk kegiatan pemberdayaan petani perbatasan NTT dan Timor Leste. Kabupaten yang menjadi prioritas yaitu Kabupaten Belu, Malaka, TTU, dan Kupang. Petani yang menjadi sasaran yaitu kelompok tani petani milenial. Komoditas yang dikembangkan yaitu aneka sayur, tanaman pangan, dan ternak.

Setelah dilakukan survey calon petani di Kabupaten Belu dan Malaka, ditetapkan Kelompok Tani Fatu Kadi Desa Tohe, Kecamatan Raihat Kabupaten Belu dan Kelompok Tani Berdikari dan Kelompok Tani Karya Maju Desa Kamanasa, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka sebagai kelompok tani pertama yang akan masuk dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat perbatasan. Masing-masing kelompok tani mengusahakan minimal 1 ha tanaman aneka sayur, sehingga didapat skala usaha untuk meningkatkan pendapatan secara nyata.

Pada tanggal 30 April 2021 tim dari kegiatan Hilirisasi Inovasi Budidaya Aneka Sayur BPTP NTT berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Flores Timur untuk melaksanakan survey lokasi dan penetapan calon lokasi dan calon petani untuk kegiatan demplot dan penerapan berbagai inovasi teknologi dalam meningkatkan produksi aneka sayur yang akan dilaksanakan di Kabupaten Flores Timur.

Bersama Kepala Bidang dan kepala Seksi Hortikultura Kabupaten Flores Timur, tim diarahkan pada beberapa kelompok tani yang merupakan pegiat komoditi hortikultura. Ada empat Kelompok tani yang dikunjungi yakni Poktan Wai Nipa di Desa Tiwa Tobi, dan Poktan Lombok Merah Desa Wailolong yang keduanya di Kecamatan Ile Mandiri. Juga Poktan Nusa Raya di Desa Tenawahang dan Poktan Gaya Tani di Desa Lewolaga dari Kecamatan Titi Hena.

Panen padi Inpari Ir Nutri Zinc dilakukan di IP2TP Naibonat diikuti oleh Komisi II DPRD Propinsi NTT. Kegiatan diawali dgn doa yg dilanjutkan dengan Sekapur Sirih oleh Kepala BPTP NTT (Dr. Proculla R. Matitaputty, S.Pt, M.Si) pada hari Selasa, 4 Mei 2021. Dr. Proculla menjelaskan secara singkat pentingnya penyediaan benih VUB dalam usaha tani. Penggunaan benih unggul berdampak signifikan terhadap hasil usahatani. Oleh karena itu, salah satu peran BPTP adalah sebagai penyedia benih sumber. “Benih yang dipanen hari ini adalah benih padi VUB Inpari IR Nutri Zinc, Situbagendit, Ciherang, Inpari 24, 42, dan 43 label ungu”, kata Dr. Proculla. Selain itu BPTP juga mendampingi penangkar untuk menghasilkan benih sebar.

Bertempat di IP2TP Lili, BPTP NTT melaksanakan panen hijauan pakan  (Selasa, 4 Mei 2021). Prof. Jacob Nulik sebagai peneliti nutrisi pakan menjelaskan tentang kandungan protein pada rumput odot yakni 12 %. Keunggulannya memiliki biomasa yang tinggi, namun untuk kebutuhan protein sapi 14 % sehingga harus dicampur dengan lamtoro taramba yang memiliki nilai protein 12 % protein.

 

Sebagai informasi, saat ini IP2TP Lili mengembangkan beberapa jenis pakan ternak diantaranya rumput odot (Pennisetum purpureum), lamtoro taramba (Leucaena leucocephala), kembang telang (Clitoria ternatea), sorgum (Sorghum bicolor L Moench), legum cover crop dan gamal (Gliricidia sepium)