JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Selamat datang di Web Site BPTP NTT __ Jln. Timor Raya Km. 32 Naibonat-Kupang-Nusa Tenggara Timur __ Tlp. 08113893766; PO BOX : 1022 Kupang 85000 __ email : bptp-ntt@litbang.pertanian.go.id

Media Sosial

 

 Balai Pengkajian dan Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan NTT setiap saat terus menemukan varietas baru dalam bidang pertanian. Saat ini ada 5 jenis varietas unggul baru khusus dan padi spesifik lokasi mulai diperkenalkan kepada para kelompok tani.

Adapun 5 jenis varietas itu yakni IR Nutrizinc Inpari 24 merupakan varietas unggul baru khusus dan padi spesifik lokasi yakni Inpari 42, 43 serta Situ Bagendit. Proses perkenalan dilakukan pada Kelompok Tani (Poktan) Okan di Desa Oebobo, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten TTS.

Penanggung jawab kegiatan, Ir. Adriana Bire, M.Sc dalam laporannya di lokasi kegiatan, Rabu (28/7/2021) menjelaskan, Kehadiran tim BPTP bersama Poktan Oktan adalah dalam rangka penanaman padi varietas unggul baru khusus Inpari IR nutrizinc inpari 24 dan penanaman padi spesifik lokasi inpari 42, 43, Situ Bagendit.

Pemberian materi tersebut dilakukan oleh Tim Pendampingan Perbatasan BPTP NTT mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut dalam bentuk Bimbingan Teknis pada hari Kamis, 23 Juli 2021 yang dilaksanakan di  dikelompok tani Satu Hati, Desa Oeteta, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang yang melibatkan 47 orang peserta yang berasal  dari Kelompok Tani Satu Hati dan dari beberapa kelompok tani yang ada di desa Oeteta. Materi tersebut disampaikan oleh Noldi R. E. Kotta, SP, M.Sc (Peneliti BPTP NTT).  Selain materi tersebut, juga diberikan materi tentang Teknologi Budidaya Jagung  oleh Aurelius Koba (Litkayasa BPTP NTT) dan Sertifikasi Benih oleh  Slamet Widodo, STP (Petugas Sertifikasi Benih Dinas Pertanian Provini NTT). Tujuan dari pelaksanaan kegiatan Bimtek  yaitu untuk mempercepat terjadinya  diseminasi  Inovasi Teknologi, dengan harapan terjadi perubahan perilaku petani  dan mendukung ketahanan ekonomi keluarga.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Timur (BPTP NTT) mewujudkan dukungan terhadap program Kementerian Pertanian dalam kegiatan Pendampingan Kawasan Pertanian di Wilayah Perbatasan. Kegiatan yang dilakukan pada 22-24 Juli 2021 yaitu pelaksanaan monitoring dan evaluasi untuk kegiatan perbatasan di Desa Tapenpah, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Lokasi pertama monitoring untuk hortikultura di kelompok tani (poktan) Maju Bersama, sedangkan lokasi kedua monitoring untuk peternakan di kelompok ternak (poktan) Serikat Oeliurai. Pada kegiatan monev ini dihadiri Sekretaris Dinas Pertanian, Ricard G. Subay, S.P; Kepala BPTP NTT, Dr. Procula R Matitaputty, S.Pt, M.Si; Penanggungjawab Umum Perbatasan, Dr. Bernard deRosari; Penanggungjawab Peternakan, Agustina K Hewe, S.ST; Penanggungjawab Hortikultura, Rafael Dos Santos, S.ST; Dr. Ir. Tony Basuki, M.Si, Yanuar Achadri, S.Pt, M.Sc (Peneliti BPTP NTT); Dionisius Bria (Teknisi BPTP NTT), Koordinator BPP, Penyuluh, serta peserta 40 orang petani.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangan)  Kementerian Pertanian melalui melalui Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi) telah menghasilkan dan melepas berbagai Varietas unggul Baru (VUB) padi yang umum dengan kecenderungan untuk meningkatkan produksi dan juga sudah melepas beberapa varietas unggul baru padi khusus dan padi fungsional antara lain  padi biifortifikasi Inpari IR-Nutrizinc, padi berpigmen (pamera,arumba,pamelen,jeliteng dan Inpari 24), dan VUB spesifik lainnya, namun padi VUB tersebut masih belum berkembang dimasyarakat kecuali inpari IR Nutrizinc karena sudah digunakan dalam program pemerintah.

Untuk lebih mengenalkan dan mendekatkan kepada masyarakat, maka masih sangat perlu dilakukan melalui kegiatan demplot VUB disertai teknologi pendukung sesuai agroekosistem.Upaya diseminasi benih padi unggul Balitbangtan perlu dilakukan dengan masif dan dalam skala yang luas sehingga benih nggul trsebut dapat diadopsi oleh petani terutama penangkar benih, dan juga makin dikenal oleh masyarakat luas.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Pertanian RI ( Dr. H. Syahrul Yasin  Limpo, S.H,.,M.Si, M.H) dalam sambutannya saat membuka kegiatan Pelatihan Teknis Bagi Penyuluh dan Petani Secara Online yang mengusung thema:  Pemanfaatan Alat Mesin Pertanian Untuk Meningkatkan Produktifitas Tanaman Padi pada tanggal 4 Juli 2021 yang disiarkan melalui zoom meeting dari Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku-Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Selain melalui zoom meeting, kegiatan pelatihan juga diikuti melalui youtube BPPSDMP live streaming. Selanjutnya Mentan menegaskan bertani itu hebat, bertani itu keren karena dengan bertani itu memenuhi kebutuhan rakyat hari ini dan besok,  sekaligus menemus langit, karena kalau seseorang sehat itu karena makanannya sehat, dan orang yang menyiapkan makanan, maka rejekipun disediakan Allah. Dan rejeki yang tertinggi adalah sehat lahir dan batin, karena masalah uang, rumah, kemewahan hanyalah merupakan rejeki terendah.  Allah menjanjikan sesuatu yaitu sehat’  ungkap Mentan.