JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Media Sosial

 

Selasa, 20 Oktober 2021, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan NTT melaksanakan Bimbingan Teknis inovasi teknologi peningkatan produksi padi, jagung, bawang merah, dan hijauan makanan ternak (HMT) kepada Penyuluh dan Petani di Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kegiatan Bimtek berlangsung di Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sabu Raijua diikuti oleh Petani dan Penyuluh di Kabupaten Sabu Raijua sebanyak oleh 60 peserta, yang terdiri dari 30 orang Penyuluh dari 5 Kecamatan daratan Sabu, dan 30 Orang Petani yang berasal dari 15 Kelompok tani di Sabu Raijua.

Hadir secara langsung dalam kesempatan ini Bupati Sabu Raijua Drs.Nikodemus Rihi Heke,M.Si, Kepala BPTP NTT Dr.Aser Rouw,SP,M.Si beserta tim pelaksana Kegiatan dan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Ir.Mansi Raimond Kore beserta staff. Pada kesempatan ini pula hadir secara virtual anggota Komisi IV DPR RI: Yohanis Fransiskus Lema,S.IP, M.Si.

Sebagai Narasumber Bimtek adalah Peneliti dan Penyuluh BPTP NTT: Prof. Jacob Nulik sebagai narasumber Hijauan Pakan Ternak; Ir.Irianus R Rohi,M.Si sebagai narasumber paket teknologi Budidaya Tanaman Padi; Ir. Made Ratnada, MP sebagai narasumber paket teknologi  Budidaya Jagung; Dr.Bernardus de Rosari sebagai narasumber paket teknologi Budidaya bawang merah.

Dalam arahanya, Aser Rouw menjelaskan bahwa wilayah Sabu dengan kondisi Agroekosistem lahan kering beriklim kering, tidak membatasi kita dalam produksi pertanian. Sekarang ini kita diperhadapkan pada tantangan perubahan iklim yang mempengaruhi produksi pertanian dan ketahanan pangan. Pertanian merupakan pilar utama dalam menjaga pangan dan kelangsungan hidup. Setia wilayah harus dapat menjaga kemandirian pangan, termasuk di wilayah Sabu Raijua. Saat ini tersedia berbagai Inovasi teknologi yang telah dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian untuk mendukung peningkatan produksi pertanian/peternakan, khususnya untuk wilayah agroekosistem lahan kering beriklim kering menuju pada peningkatan pendapatan /kesejahteraan petani.  Meskipun telah tersedia inovasi teknologi, tetapi jika SDM petani dan penyuluh tidak ditingkatkan kapasitasnya, maka sulit untuk meningkatkan produksi. Oleh karena itu, bimbingan teknis ini sangat penting dilakukan. Penyuluh dan petani agar dapat memanfaatkan bimbingan teknis ini dengan baik sebagai media untuk update inovasi teknologi, terutama dalam upaya peningkatan produksi pertanian di wilayah Sabu Raijua. Bimtek ini bertujuan memberikan pemahaman teknis kepada petani dan penyuluh tentang paket teknologi yang dapat meningkatkan produksi pertanian pada kondisi lahan kering beriklim kering. Acara bimtek ini dilakukan secara interaktif, sehingga diharapkan peserta dapat mehamami materi dengan baik, sehingga nantinya dapat menerapkan materi yang diterima dalam praktek berusahatani, bahkan dapat menyampaikan kepada kepada anggota kelompok ataupun petani lain yang tidak dapat mengikuti bimtek pada kesempatan ini.

Sementara itu, Bupati Sabu Raijua, Rihi Heke dalam sambutanya sekaligus membuka acara pelaksanaan Bimtek Penyuluh dan Petani, Rihi Heke memberikan apresiasi kepada pihak BPTP NTT yang berupaya menyelanggarakan Bimtek bagi petani dan penyuluh yang sejalan dengan visi dan misi Kabupaten Sabu Raijua, yakni Peningkatan Sumber Daya Manusia dan Peningkatan ketahanan pangan.  Ucapan terima kasih dan apresiasi yang sama juga disampaikan kepada Komisi IV DPR RI Yohanis Fransiskus Lema,S.IP, M.Si yang sudah berkenan hadir secara virtual dan mendukung pembangunan pertanian Sabu Raijua. Rihi menekankan pentingnya pembangunan SDM  pertanian untuk mendukung ketahanan pangan di Sabu Raijua dan untuk anak cucu kedepan. Penyuluh sebagai pendamping petani harus betul betul memahami apa yang di kerjakan dan dikerjakan secara bersama dan bekerjasama karena keberhasilan tidak bisa dikerjakan secara sendiri, ucap Rihi.

 Komisi IV DPR RI Yohanis Fransiskus Lema,S.IP, M.Si yang turut hadir secara virtual menyampaikan dukungan dan perhatian khusus terhadap pembangunan sektor pertanian di Sabu Raijua, ansi menyampaikan kesediaanya untuk bekerja sama dengan semua kepala daerah di NTT dan sebagai supporting system dari kepala daerah/pemerintah daerah  dan sebagai wakil rakyat yang memiliki fungsi pengawasan, penganggaran dan legislasi ansi akan membuka diri untuk mendukung pembangunan Sabu Raijua terutama dibidang Perikanan, Pertanian dan Peternakan.

Pemaran materi dilakukan secara interaktif oleh Para Narasumber, sehingga petani dan penyuluh sangat antuasias. Dalam kesempatan diskusi petani dan penyuluh meminta tambahan penjelasan dari para narasumber terkait tentang keinginan tahuan mereka yang lebih dalam tentang informasi paket teknologi bagi peningkatan produksi beberapa komoditas yang disampaikan. Selain itu, mereka menyoroti tentang ketersediaan pupuk subsidi yang tidak sesuai jumlah yang dibutuhkan dan terkedang tidak tepat waktu. Pertanyaan direspon secara baik oleh para nasumber, bahkan  anggota Komisi IV DPR RI: Yohanis Fransiskus Lema,S.IP, M.Si turut memberikan penjelasan tentang permasalahan kelangkaan pupuk subsidi. Semua penjelasan diterima peserta secara baik dan mereka menyatakan kepuasaan mereka atas kegiatan Bimtek. Mengakhiri sesi diskusi, tim BPTP memberikan nomor kontak dari BPTP, agar petani dan penyuluh dapat berkonsultasi secara langsung jika diperlukan.

Selain mendapat bekal berupa inovasi teknologi yang sudah dipaparkan oleh narasumber, seluruh peserta Bimtek menerima 1 paket saprodi yang terdiri dari 10 Kg Benih Padi Inpari IR Nutri Zinc Label Ungu, 250 gram Benih Lamotoro Taramba, 250 Gram Benih Clitoria ternatea, 1 Bungkus Benih Tomat, 1 Bungkus Benih Cabai dan 1 Bungkus Benih Sawi dan Khusus untuk 30 peserta dari 15 Kelompok tani, masing – masing kelompok tani mendapatkan bantuan 1 unit hand sprayer.

Sebelum penutupan, disampaikan pembingkaian kegiatan Bimtek oleh Kepala BPTP Balitbangtan NTT dengan memberikan beberapa catatan penting, yaitu: (i) materi yang disampaikan tentunya belum detail, jika ada peserta yang belum/kurang memahami silakan untuk dapat berkonsultasi kepada BPTP melalui no kontak yang telah dibagikan, dan (ii) informasi paket teknologi budidaya dan beberapa benih yang telah dibagikan agar dapat dikembangkan di wilayahnya masing-masing. Dan dilanjutkan penutupan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sabu Raijua, Ir.Mansi Raimond Kore. Dalam arahan penutupan, Kepala Dinas, menyampaikan terima kasih kepada pihak BPTP NTT dann mengharapkan agar kedepan ada pendampingan dari BPTP. Kepada petani dan penyuluh diminta untuk menerapkan materi yang telah diterima melalui kegiatan Bimtek. (Dwi Purmanto)

Kegiatan monev dimaksud telah dilaksanakan sejak tanggal 13-15 Oktober 2021. Dari beberapa kabupaten, ada dua kabupaten tempat pelaksanaan kegiatan yaitu Kabupaten TTS dan TTU. Untuk kabupaten TTS terdapat 3 kegiatanyakni: i) Demonstrasi Usahatani Demfarm Pengembangan Padi Khusus dan VUB Spesifik Lokasi dengan Penanggungjawab kegiatan adalah Ir. Adriana Bire, M.Sc (Penyuluh Ahli Madya BPTP NTT),  ii) Pengembangan benih/bibit unggul dan teknologi Balitbangtan di NTT dengan Penanggungjawab kegiatan adalah Ir. Evert Y. Hosang, M.Si., Ph.D (Peneliti Madya BPTP NTT), iii) Perbenihan dan Pengembangan Tanaman Bawang Putih di NTT dengan Penangggungjawab kegiatan adalah Helen da Silva, SP., M.Si (Peneliti Madya BPTP NTT). Sedangkan untuk kabupaten TTU adalah :i) Hilirisasi Inovasi Budidaya Sapi dan Ayam KUB, dengan Penanggungjawab kegiatan adalah Dr. Ir. Sophia Ratnawati, M.Si (Peneliti Madya BPTP NTT), ii) Dukungan Inovasi Pertanian di Wilayah Perbatasan (DIP-WP) Mendukung Lumbung Pangan Berorientasi Export di wilayah Perbatasan, dengan Penanggungjawab kegiatan adalah Dr. Bernard deRosari.

Adapun timmonev di dua kabupaten tersebut adalah Prof. Dr. Jacob Nulikdan Ir. Onike T. Lailogo, M.Si., Ph.D.  

Jenis varietas yang dikembangkan yakni Inpari Nutrizing, Inpari24, Inpari42, Inpari43, dan sitobigendit.

Sejak penanaman perdana di lahan milik Kelompok Tani Okan di Oebobo, Kecamatan Batu Putih, TTS Juli 2021 lalu, saat ini jenis varietas yang telah dipanen perdana yakni varietas padi Inpari42 dengan hasil ubinan mencapai 6,63 ton per hektar.

Penanggung jawab Program dari BPTP NTT, Ir. Adriana Bire, M.Sc menyampaikan ini ketika ditemui di sela-sela kegiatan panen perdana di Kecamatan Batu Putih, TTS, Rabu (13/10/2021).

Dikatakan Adriana Bire, pada kegiatan demonstrasi saat ini pihaknya bersama kelompok tani Okan melakukan panen perdana padi Inpari42 seluas 1 hektar.

Pihaknya baru pertama panen di kegiatan demonstasi ini karena memang varietas ini ditanam pertama. Kebetulan lahannya sudah diolah lebih dahulu sehingga padi varietas ini yang dipanen.

Menurut Adriana, dari hasil ubinan melalui pengukuran rata-rata adalah 6,63 ton per hektar. Ini luar biasa dalam cekaman iklim kekeringan dimana pada saat kurang air dia mampu survive.

Memang dalam deskripsinya, lanjut Adriana, bisa sampai 8-11 ton per hektar. Pengalaman saat melakukan demfam di Lembor, Kabupaten Manggarai dengan varietas yang sama Inpari42 dalam cekaman iklim hama penyakit tapi dia mampu sampai 10 ton per hektar.

Rabu, 13 Oktober 2021 BPTP NTT dikunjungi DPRD kabupaten TTU (Timor Tengah Utara)  yang dipimpin  wakil ketua DPRD TTU; Yasintus Naif, Wakil Ketua Komisi II; Irenius Taolin, dan empat anggota komisi II; Donatus Nurak, Yasintus Usfal, Andina, Paulinus Efi. Oleh Wakil ketua DPRD TTU disampaikan bahwa dalam rangka mengimplementasikan tugas dan fungsi DPRD TTU maka perlu melakukan konsultasi dengan lembaga yang terkait seperti BPTP NTT dimana dalam konsultasi ini akan diperoleh informasi teknologi pertanian sebagai bahan untuk berdiskusi dengan mitra komisi yakni Dinas Pertanian yang akan dilaksanakan pada tanggal 5 November 2021 dalam sidang tiga untuk pembahasan anggaran 2022, terutama pengembangan jagung dan padi gogo yang sesuai dengan kondisi iklim di TTU. Disampaikan juga bahwa sector Pertanian di TTU sebagai lokomotif namun kontribusi terhadap PAD masih rendah sehingga ketergantungan ke Pusat sangat tinggi.

BPTP NTT telah melaksanakan Bimbingan Teknis aneka sayur di kelompok tani Kamus Tamiru, Desa Umatoos, Kabupaten Malaka pada hari Kamis, tanggal 23 september 2021.

Bimbingan Teknis yang bertujuan memberikan dorongan dan semangat kepada petani milenial, juga mencetak petani muda yang handal serius serta semangat dalam bertani Budidaya aneka sayur. Demikian disampaikan oleh Dr. Ben de Rosari Peneliti BPTP NTT. Menurut Dr. Ben, jika ingin bertani bertanilah yang  serius jangan setengah-setengah dan ajaklah pemuda-pemuda milenial mempromosikan karena Malaka tanahnya subur dan menghasilkan.