BPTP NTT Laksanakan Bimtek Penerapan Paket Teknologi Peningkatan Produksi Padi, Jagung, Bawang Merah, Dan HMT Kepada Petani Dan Penyuluh Di Kabupaten Sabu Raijua

Hits: 109

Selasa, 20 Oktober 2021, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan NTT melaksanakan Bimbingan Teknis inovasi teknologi peningkatan produksi padi, jagung, bawang merah, dan hijauan makanan ternak (HMT) kepada Penyuluh dan Petani di Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kegiatan Bimtek berlangsung di Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sabu Raijua diikuti oleh Petani dan Penyuluh di Kabupaten Sabu Raijua sebanyak oleh 60 peserta, yang terdiri dari 30 orang Penyuluh dari 5 Kecamatan daratan Sabu, dan 30 Orang Petani yang berasal dari 15 Kelompok tani di Sabu Raijua.

Hadir secara langsung dalam kesempatan ini Bupati Sabu Raijua Drs.Nikodemus Rihi Heke,M.Si, Kepala BPTP NTT Dr.Aser Rouw,SP,M.Si beserta tim pelaksana Kegiatan dan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Ir.Mansi Raimond Kore beserta staff. Pada kesempatan ini pula hadir secara virtual anggota Komisi IV DPR RI: Yohanis Fransiskus Lema,S.IP, M.Si.

Sebagai Narasumber Bimtek adalah Peneliti dan Penyuluh BPTP NTT: Prof. Jacob Nulik sebagai narasumber Hijauan Pakan Ternak; Ir.Irianus R Rohi,M.Si sebagai narasumber paket teknologi Budidaya Tanaman Padi; Ir. Made Ratnada, MP sebagai narasumber paket teknologi  Budidaya Jagung; Dr.Bernardus de Rosari sebagai narasumber paket teknologi Budidaya bawang merah.

Dalam arahanya, Aser Rouw menjelaskan bahwa wilayah Sabu dengan kondisi Agroekosistem lahan kering beriklim kering, tidak membatasi kita dalam produksi pertanian. Sekarang ini kita diperhadapkan pada tantangan perubahan iklim yang mempengaruhi produksi pertanian dan ketahanan pangan. Pertanian merupakan pilar utama dalam menjaga pangan dan kelangsungan hidup. Setia wilayah harus dapat menjaga kemandirian pangan, termasuk di wilayah Sabu Raijua. Saat ini tersedia berbagai Inovasi teknologi yang telah dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian untuk mendukung peningkatan produksi pertanian/peternakan, khususnya untuk wilayah agroekosistem lahan kering beriklim kering menuju pada peningkatan pendapatan /kesejahteraan petani.  Meskipun telah tersedia inovasi teknologi, tetapi jika SDM petani dan penyuluh tidak ditingkatkan kapasitasnya, maka sulit untuk meningkatkan produksi. Oleh karena itu, bimbingan teknis ini sangat penting dilakukan. Penyuluh dan petani agar dapat memanfaatkan bimbingan teknis ini dengan baik sebagai media untuk update inovasi teknologi, terutama dalam upaya peningkatan produksi pertanian di wilayah Sabu Raijua. Bimtek ini bertujuan memberikan pemahaman teknis kepada petani dan penyuluh tentang paket teknologi yang dapat meningkatkan produksi pertanian pada kondisi lahan kering beriklim kering. Acara bimtek ini dilakukan secara interaktif, sehingga diharapkan peserta dapat mehamami materi dengan baik, sehingga nantinya dapat menerapkan materi yang diterima dalam praktek berusahatani, bahkan dapat menyampaikan kepada kepada anggota kelompok ataupun petani lain yang tidak dapat mengikuti bimtek pada kesempatan ini.

Sementara itu, Bupati Sabu Raijua, Rihi Heke dalam sambutanya sekaligus membuka acara pelaksanaan Bimtek Penyuluh dan Petani, Rihi Heke memberikan apresiasi kepada pihak BPTP NTT yang berupaya menyelanggarakan Bimtek bagi petani dan penyuluh yang sejalan dengan visi dan misi Kabupaten Sabu Raijua, yakni Peningkatan Sumber Daya Manusia dan Peningkatan ketahanan pangan.  Ucapan terima kasih dan apresiasi yang sama juga disampaikan kepada Komisi IV DPR RI Yohanis Fransiskus Lema,S.IP, M.Si yang sudah berkenan hadir secara virtual dan mendukung pembangunan pertanian Sabu Raijua. Rihi menekankan pentingnya pembangunan SDM  pertanian untuk mendukung ketahanan pangan di Sabu Raijua dan untuk anak cucu kedepan. Penyuluh sebagai pendamping petani harus betul betul memahami apa yang di kerjakan dan dikerjakan secara bersama dan bekerjasama karena keberhasilan tidak bisa dikerjakan secara sendiri, ucap Rihi.

 Komisi IV DPR RI Yohanis Fransiskus Lema,S.IP, M.Si yang turut hadir secara virtual menyampaikan dukungan dan perhatian khusus terhadap pembangunan sektor pertanian di Sabu Raijua, ansi menyampaikan kesediaanya untuk bekerja sama dengan semua kepala daerah di NTT dan sebagai supporting system dari kepala daerah/pemerintah daerah  dan sebagai wakil rakyat yang memiliki fungsi pengawasan, penganggaran dan legislasi ansi akan membuka diri untuk mendukung pembangunan Sabu Raijua terutama dibidang Perikanan, Pertanian dan Peternakan.

Pemaran materi dilakukan secara interaktif oleh Para Narasumber, sehingga petani dan penyuluh sangat antuasias. Dalam kesempatan diskusi petani dan penyuluh meminta tambahan penjelasan dari para narasumber terkait tentang keinginan tahuan mereka yang lebih dalam tentang informasi paket teknologi bagi peningkatan produksi beberapa komoditas yang disampaikan. Selain itu, mereka menyoroti tentang ketersediaan pupuk subsidi yang tidak sesuai jumlah yang dibutuhkan dan terkedang tidak tepat waktu. Pertanyaan direspon secara baik oleh para nasumber, bahkan  anggota Komisi IV DPR RI: Yohanis Fransiskus Lema,S.IP, M.Si turut memberikan penjelasan tentang permasalahan kelangkaan pupuk subsidi. Semua penjelasan diterima peserta secara baik dan mereka menyatakan kepuasaan mereka atas kegiatan Bimtek. Mengakhiri sesi diskusi, tim BPTP memberikan nomor kontak dari BPTP, agar petani dan penyuluh dapat berkonsultasi secara langsung jika diperlukan.

Selain mendapat bekal berupa inovasi teknologi yang sudah dipaparkan oleh narasumber, seluruh peserta Bimtek menerima 1 paket saprodi yang terdiri dari 10 Kg Benih Padi Inpari IR Nutri Zinc Label Ungu, 250 gram Benih Lamotoro Taramba, 250 Gram Benih Clitoria ternatea, 1 Bungkus Benih Tomat, 1 Bungkus Benih Cabai dan 1 Bungkus Benih Sawi dan Khusus untuk 30 peserta dari 15 Kelompok tani, masing – masing kelompok tani mendapatkan bantuan 1 unit hand sprayer.

Sebelum penutupan, disampaikan pembingkaian kegiatan Bimtek oleh Kepala BPTP Balitbangtan NTT dengan memberikan beberapa catatan penting, yaitu: (i) materi yang disampaikan tentunya belum detail, jika ada peserta yang belum/kurang memahami silakan untuk dapat berkonsultasi kepada BPTP melalui no kontak yang telah dibagikan, dan (ii) informasi paket teknologi budidaya dan beberapa benih yang telah dibagikan agar dapat dikembangkan di wilayahnya masing-masing. Dan dilanjutkan penutupan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sabu Raijua, Ir.Mansi Raimond Kore. Dalam arahan penutupan, Kepala Dinas, menyampaikan terima kasih kepada pihak BPTP NTT dann mengharapkan agar kedepan ada pendampingan dari BPTP. Kepada petani dan penyuluh diminta untuk menerapkan materi yang telah diterima melalui kegiatan Bimtek. (Dwi Purmanto)