JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Selamat datang di Web Site BPTP NTT __ Jln. Timor Raya Km. 32 Naibonat-Kupang-Nusa Tenggara Timur __ Tlp. 08113893766; PO BOX : 1022 Kupang 85000 __ email : bptp-ntt@litbang.pertanian.go.id

Media Sosial

 

Kolaborasi Kepala BPTP NTT Dan Kepala BPTP Papua Barat Melakukan Rapat Koordinasi Model Pengembangan Sagu Dengan Pemda Papua Barat

[Manokwari, 25/09/2021] Sebagai tindak lanjut kerjasama antara Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHBun) mengadakan Temu Koordinasi Pengembangan Lokasi Integrated Farming System berbasis Sagu. Dalam kegiatan tersebut, dihadiri oleh Kepala BPTP NTT (Dr. Aser Rouw, SP, M.Si.), Kepala BPTP Papua Barat (Zainal Abidin, SP.,MP.), Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Pemerintah Kabupaten Sorong, dan Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Manokwari, yang digelar secara offline bertempat di Swiss-BelHotel dan juga dilaksanakan secara Online melalui aplikasi Zoom Meeting.

Kegiatan Temu Koordinasi dibuka secara resmi oleh Dr. Yacob S. Fonataba, M.Si (Kepala Dinas TPHBun Provinsi Papua Barat). Dalam pembukaan tersebut, beliau menyapaikan bahwa kegiatan ini didasarkan atas arahan Menteri Pertanian saat kunjungan kerja ke lokasi pengembangan sagu di Sorong Papua Barat pada tanggal 3 September 2021. Pak Menteri Pertanian memerintahkan Badan Litbang Pertanian segera mendesain konsep Integrated Farming System dan semua dirjen teknis harus memfasilitasi sesuai tusinya masing-masing. Pada saat tersebut, Kepala Badan Litbang, Dr. Ir. Fadjri Djufri, M.Si memerintahkan BPTP Papua Barat (Dr. Aser Rouw) untuk segera menyiapkan proposal dalam waktu 1 minggu. Dinas TPHBUN dan BPTP Papua Barat selanjutnya melakukan koordinasi dengan OPD terkait di Provinsi dan Kabupaten Sorong untuk menyiapkan rencana kebutuhan dan Proposal berhasil disiapkan sesuai target waktu yang diminta, dan akhirnya dapat dilakukan MoU antara Gubernur Papua Barat dengan Kepala Badan Litbang Pertanian, yang disaksikan secara langsung oleh Menteri Pertanian di  Balai Penelitian Tanaman Hias di Cipanas, Jawa Barat pada tanggal 09 September 2021. Rapat koordinasi ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan respon dari semua pihak yang terlibat baik pemerintah provinsi, pemerintah daerah, dan pihak BPTP Papua Barat, terutama tentang rencana pengembangan yang telah disusun. Disampaikan pula, bahwa dalam rapat koordinasi ini kami dari Dinas TPHBun menngundang secara khusus, Dr. Aser Rouw, SP, M.Si yang saat ini menjabat sebagai kepala BPTP NTT untuk hadir secara langsung memberikan presentasi tentang rencana pengembangan model sistem pertanian terpadu berbasis sagu, karena beliau yang selama ini mendapat dari Badan Litbang Pertanian untuk menyusun proposal.

 

Selanjutnya pemaparan draft pengembangan model sistem pertanian  terpadu berbasis sagu bernuansa wisata di kab. Sorong, Papua Barat disampaikan oleh Dr. Aser Rouw, SP.,M.Si. Dalam pemaparan beliau menjelaskan secara jelas terkait 5 aspek penting dalam proses pengembangan sagu di Papua Barat yaitu: 1) Pendekatan, 2) Resiko, 3) waktu dan lokasi pelaksanaan, 4) Organisasi pelaksana, dan 5) pembiayaan. Dijelaskan bahwa model pengembangan sistem pertanian terpadu (SPT) berbasis sagu bernuansa wisata ini dilakukan melalui pendekatan efisiensi, diferensiasi produk sagu, dan diversifikasi horizontal dan vertikal untuk meningkatkan nilai tambah dan pendapatan petani sagu. Kegiatan ini akan dilakukan secara multiyear dimulai alkhir tahun 2020 (tahap inisiasi pengembangan), Tahun 2022 (tahap penguatan skala pengembangan), dan Tahun 2023 (tahap kemandiran). Ruang lingkup kegiatan ini tidak hanya mencakup aspek teknis, tetapi mencakup juga aspek kelembagaan petani, dan kelembagaan pemasaran, serta kelembagaan input. Kegiatan akan dilakukan secara terintegrasi dan terpadu oleh seluruh stake holder terkait di daerah dan pusat. Pada kesempatan ini beliau menjelaskan pula tentang peran kementerian pertanian melalui Badan litbang Pertanian dan Dirjen Teknis dalam rencana pengembangan model SPT berbasis sagu di Kabupaten Sorong. Disampaikan bahwa kawasan sagu yang menjadi fokus kegiatan ini seluas 100 Ha milik suku asli Kabupaten Sorong, yang terletak di sepanjang jalan Pariwisata Kabupaten Sorong. Dan beliau secara khusus menjelaskan tugas pendampingan dan pengawalan inovasi teknologi oleh Badan Litbang Pertanian. Sementara itu, terkait dengan pembiayaan disampaikan oleh Dr. Aser Rouw, SP, M.Si bahwa berdasarkan perencanaan awal seluruh pembiayaan bersumber dari Kementerian Pertanian sebasar 7 milyar, dan perlu ada sharing pembiayaan kegiatan oleh pihak pemerintah daerah dan keungkinan adanya dukungan CSR dari beberapa perusahaan yang ada di Papua Barat. Disampaikan pula bahwa saat ini sedang dilakukan grand design penggunaan ruang oleh Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) dan BPTP Papua Barat. Mengakhiri presentasi, disampaikan bawa konsep proposal ini sifatnya masih umum, oleh karena itu, perlu dibahas dan direspon dari berbagai pihak terkait, karena perlu di breakdown untuk mendapatkan perencanaan-perencanaan yang lebih terperinci sehingga menghasilkan suatu model yang tepat serta manfaat berupa akselerasi capaian peningkatan mutu dan nilai tambah bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani sagu.

Kepala BPTP Papua Barat, Zainal Abidin, SP.,MP mengawali sesi diskusi, beliu memperkenalkan diri kepada stake holder terkait yang hadir, karena beliau baru menjabat sebagai Ka BPTP Papua Barat sejak tanggal 13 September 2021 menggantikan pejabat lama Ir. Demas Wamaer, MP.  Beliau menyampaikan bahwa bahwa proposal yang presentasikan oleh Dr. Aser Rouw, SP, M.Si (Kepala BPTP NTT) sudah sangat jelas,  holistik, dan dapat menjawab konsep pertanian berkelanjutan. Beliau menjelaskan bahwa kegiatan ini sangat penting dan merupakan mandat kementan dan badan litbang pertanian yang harus segera diwujudkan. Oleh kerana itu, setelah hadir di Papua Barat, sebelum melakukan perkenalan dengan Staf BPTP Papua Barat, beliau lebih duluh ke Sorong bertemu dengan Tim BBSDLP yang sedang melakukan pemetaan di lapangan dan berkoordinasi dengan Kepala Dinas TPHBun Kabupaten Sorong. Pada kesempatan ini beliau memberi masukkan pula terkait dengan diferensiasi produk sagu, yakni perlu menambah produk gula cair dari sagu, karena sangat mudah dibuat dan sangat bermanfaat. Selain itu, beliau memberi masukkan perlunya dilakukan perencanaan kegiatan terkait dengan pariwisata, serta perlu melakukan analisis-analisis tentang bentuk-bentuk intervensi yang dapat menimbukan multiplier efek ekonomi di sekitar kawasan pengembangan.

Untuk mendukung pengembangan sagu di Papua Barat, Wakil Bupati Kab. Sorong, Bapak Suka Harjono, dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa program kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun ini (2021) yaitu pembuatan jalan ke lokasi tanaman sagu dapat dikaitkan dengan kegiatan ini. Selanjutnya beliau juga menyapaikan bahwa Bupati Kab. Sorong mendukung program kegiatan yang akan dilaksanakan, hal ini dapat mendukung masyarakat Papua Barat untuk diberdayakan melalui pembinaan dengan harapan masyarakat asli Papua dapat bersaing secara ekonomi. Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyapaikan setiap perkebangan kegiatan perlu adanya pelaporan yang baik agar pemerintah kabupaten sorong dapat mengetahui apa saja tahapan-tahapan yang telah dan akan dilaksanakan.

Beberapa respon yang dapat disimpulkan dalam Temu Koordinasi  tersebut yaitu terkait data lokasi, data tanaman sagu, dan kepemilikan lahan yang harus clean and clear, perlu memvalidasi kelompok tani sagu serta ternak yang akan diintegrasikan, produk-produk turunan sagu akan dihasilkan perlu difokuskan pada produk-poduk yang memiliki nilai jual dan nilai tambah yang tinggi serta menghasilkan mutu yang baik, kemudian berkaitan dengan parawisata, dipandang perlu melibatkan LSM dan media, dan perlu adanya sharing tugas dan tanggung jawab sesuai dengan tugas dan fungsi instansi terkait untuk menghindari ego sektoral dengan harapan kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Diakhir kegiatan, Kepala Dinas TPHBun menambahkan bahwa kegiatan ini harus segera dilakukan, dan disampaikan pula bahwa Gubernur Papua Barat menginginkan perlunya duplikasi model pada kawasan-kawasan sagu lainnya di Papua Barat dan akan dibiayai oleh Pemda Provinsi Papua Barat. Beliau juga memohon secara khusus kepada Dr. Aser Rouw, SP, M.Si (Kepala BPTP NTT) untuk tetap memberi masukkan dan membantu pengembangan model sistem pertanian terpadu berbasis sagu di Papua Barat.