PENYULUH HARUS BEDA DARI PETANI

Hits: 200

(Sepenggal catatan dari kegiatan Temu Teknis Hilirisasi Inovasi Badann Litbangtan di Kabupaten Alor)

Hal ini yang menjadi penekanan dalam sambutan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Alor (Yustus B. Dopong Abora, SP0 berkenaan dengan kegiatan pembukaan Temu Teknis Hilirisasi Inovasi Teknologi Balitbangtan pada tanggal 21 September 2021 yang diselenggarakan oleh BPTP-Balitbangtan-NTT di Kabupaten Alor. Penekanan tersebut untuk memberikan motivasi kepada Penyuluh Pertanian sebagai peserta agar dalam melakukan kegiatan penyuluhan tidak hanya melalui ‘informasi secara lisan’ tapi juga ditunjukkan lewat apa yang dikerjakan antara lain dengan memanfaatkan lahan BPP sebagai tempat percontohan untuk ditunjukkan kepada masyarakat tani binaan. Selanjutnya, menurut Kepala Dinas bahwa penyuluh dan petani berada pada posisi tawarnya masing-masing. Petani melihat, mengamati dan mencoba, sedangkan penyuluh harus menjadi peneliti, pelajari dan meniru hal-hal baru antara lain sepertii yang akan didiskusikan dalam kegiatan Temu Teknis tersebut. Penyuluh sebagai innovator harus bisa menciptakan inovasi-inovasi baru baik melalui perenungan diri, melakukan perubahan-perubahan sehingga benar-benar dapat menjadi fasilitator di lapangan.

Kegiatan Temu Teknis yang berlangsung di Aula Kopdit Citra Hidup Buana di Kalabahi dengan dihadiri oleh 40 orang peserta dari Kabupaten Alor yang berasal dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Alor, Dinas Peternakan Kabupaten Alor, SMK Yakinda, SMK Bukapitung, 23 orang penyuluh dari 5 kecamatan terdekat, serta 2 orang banbinsa dari Kodim 1622 Alor.

Seperti pada kegiatan temu teknis sebelumnya, kegiatan diawali dengan :i) doa, yang dilanjutkan denngan ii) laporan penanggungjawab kegiatan (Ir. Onike T. Lailogo, M.Si., Ph.D), iii) Sambutan Kepala BPTP NTT yang diwakili oleh Ir. Evert Y. Hosang, M.Si., Ph.D, dan iv) Sambutan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Alor dan membuka kegiatan temu teknis. Selepas acara pembukaan, sebelum pemaparan materi terlebih dahulu dilakukan Evaluasi Pretest yang disiapkan dalam bentuk Google form.

Pemaparan materi diawali dengan materi-materi:i) Kebijakan Pembangunan Pertanian di Kabupaten Alor oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Alor, ii) Pembangunan Peternakan di Kabupaten Alor: Tantangan dan Harapan oleh Sekretaris Dinas Peternakan Kabupaten Alor (Rukiah Oramahi, S.Pt., MP, iii) Dukungan TNI terhadap Pelaksanaan Pembangunan Pertanian di Kabupaten Alor, oleh Pasiter Kodim 1622 Alor (Samuel Ulle). Materi-materi tersebut disampaikan secara panel dalam sessi pertama. Selanjutnya pemparan materi tentang: i) Penerapan Budidaya padi, jagung, bawang merah dan cabai oleh Ir. Evert Y. Hosang, M.Si., Ph.D, dan ii) Penerapanan Budidaya Ternak Sapi, Pakan Legum Berkualitas dan Ayam KUB Hasil Badan Litbang Pertnaian oleh Ir. Onike T. Lailogo, M.Si., Ph.D dan Ir. Medo Kote, M.Si.

Kegiatan temu teknis tetap memperhatikan protocol kesehatan yakni tetap menjaga jarak antar peserta, menggunakan masker dan menyiapkan tempat cuci tangan dan hand sanitizer.

Setelah pemaparan materi dan diskusi, dilakukan Evaluasi Post Test dan Evaluasi Respon Peserta yang keduanya disiapkan formnya melalalui aplikasi google form, dan kegiatan ditutup oleh Ir. Evert Y. Hosang, M.Si., Ph.D mewakili Kepala BPTP NTT.

Terimakasih kepada Kepala Dinas Pertanian dan Kabupaten Alor beserta jajarannya baik Bapak/Ibu Kabid dan KJF,  Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Alor dan jajarannya dan semua pihak yang sudah sangat mendukung terlaksananya kegiatan Temu Teknis.

Teriring salam inovasi dari Negeri Syalom, Pulau Kenari-Alor

(Onike Lailogo, Medo Kote)