JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Selamat datang di Web Site BPTP NTT __ Jln. Timor Raya Km. 32 Naibonat-Kupang-Nusa Tenggara Timur __ Tlp. 08113893766; PO BOX : 1022 Kupang 85000 __ email : bptp-ntt@litbang.pertanian.go.id

Media Sosial

 

Lebih seratus petani Food Estate Sumba Tengah mendapatkan Bimtek Budidaya Jagung, Kacang Hijau dan Itik Langsung dari Peneliti BPTP NTT

Food Estate atau yang dikenal dengan Ketahanan Pangan Nasional/ lumbung pangan merupakan program pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian yang menjadi Program Strategis Nasional (PSN) 2020-2024. Food estate sendiri merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, dan peternakan di suatu kawasan. Food Estate dipusatkan di daerah, namun tidak semua daerah di Indonesia mendapatkan program tersebut, hanya ada beberapa daerah tertentu, salah satunya di Provinsi NTT terletak di Kabupaten Sumba Tengah.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Timur (BPTP NTT) mewujudkan dukungan terhadap program Demfarm Inovasi Teknologi Pendampingan Food Estate NTT dengan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi petani. Bimtek ini dilaksanakan pada 25 Juni 2021 di 4 (empat) lokasi, yaitu lokasi Bukit Jokowi, Posko 1, Sarirara, dan BPP Prai Au. Pada kegiatan Bimtek Food Estate dihadiri Nyong U.K Pari, S.TP selaku Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Tengah, Dr. Procula R Matitaputty, S.Pt, M.Si, selaku Kepala BPTP NTT, Dr. Ir. Tony Basuki, M.Si, selaku Penanggungjawab kegiatan Food Estate NTT, Ir. Evert Y Hosang, M.Si, Ph.D dan Yanuar Achadri, S.Pt, M.Sc - peneliti BPTP NTT, Yeremias Bombo, S.P - Kepala IPPTP Waingapu, Aurelius Koba-Teknisi Litkayasa BPTP NTT, 20 orang PPL, dan peserta Bimtek 100 orang petani.  

Pada pelaksanaan Bimtek dibagi menjadi 4 (empat) kelompok materi. Kelompok I, penyampaian materi oleh Dr. Ir. Tony Basuki, M.Si tentang Budidaya Kacang Hijau di lokasi Bukit Jokowi. Selesai bimtek kacang hijau, dilanjutkan praktek teknik tanam kacang hijau dengan metode hambur benih langsung. Kelompok II, Budidaya Jagung di lokasi Posko 1, disampaikan oleh Ir. Evert Y Hosang, M.Si, Ph.D, dan Kelompok III, Budidaya Jagung di Sarirara disampaikan oleh Yeremias Bombo, SP. Setelah bimtek jagung dilanjutkan tanam jagung bersama dengan sistem Double Track. Kelompok IV, Budidaya Ternak Itik di BPP Prai Au, penyampaian materi oleh Dr. Procula R Matitaputty, S.Pt, M.Si dan Yanuar Achadri, S.Pt, M.Sc. Budidaya dalam beternak itik yang perlu diperhatikan mulai dari manajemen pemeliharaan anak itik sampai bertelur, manajemen pakan, perkandangan, Kesehatan, dan pencegahan penyakit.  

Setelah pelaksanaan Bimtek, diharapkan petani dapat meningkatkan pengetahuan / wawasan dan skill dalam tanam jagung, kacang hijau, serta beternak itik sesuai standar operasional prosedur. Selain itu, Food Estate diharapkan dapat berjalan dengan baik sehingga berimplikasi pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat di NTT. (Yan Achadri)