JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Media Sosial

 

Bimbingan Teknis (Bimtek) Demfarm  Pengembangan VUB padi khusus dan padi spesifik lokasi di Timor

Salah satu upaya yang dilakukan Kementerian Pertanian melalui peran Balitbangtan mengatasipasi  krisis pangan akibat pandemi Covid-19 yaitu dengan melakukan diseminasi benih Varietas Unggul Baru (VUB) Padi Khusus  dan padi spesifik lokasi melalui demonstrasi usahatani (demfarm) bagi petani.

Guna menjamin keberhasilan pengembangan benih Padi VUB tersebut, Balitbangtan perlu melakukan pendampingan dengan melaksanakan  bimbingan teknis  BIMTEK   bagi petani kooperator,non kooperator, penyuluh dan petugas pertanian lainnya,

Untuk memberikan pemahaman tentang budidaya padi menggunakan teknologi terkni, jarwo 2 : 1, sebagai media penyampaian teknologi unggulan yang dihasilkan oleh Balai Penelitian komoditas (Balit) dan BPTP kepada pengguna (stakeholders). Melalui Bimtek  ini agar para petani kooperator, non kooperator, petugas pertanian (penyuluh dan POPT) ada  tukar menukar informasi antara BPTP sebagai penghasil teknologi dengan stake holdersnya,  dan selain itu tersosialisasi inovasi-inovasi teknologi kepada pengguna serta terjaringnya umpan balik terhadap hasil-hasil penelitian dan pengkajian. Dampak dari kegiatan ini adalah terwujudnya kerjasama penelitian dan pengkajian dengan pemda, peningkatan kemampuan para  petani .penyuluh, perubahan sikap dan perilaku petani, serta peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani

Bimtek yang diselelenggarakan BPTP Balitbangtan NTT selama 2 (dua) hari berlokasi di desa Tohe kecamatan Reihat kabupaten Belu pada tanggal 15 jJuni 2021 dan di desa Leuntolu kecamatan Raimanuk pada tanggal 16 Juni 2021 di ikuti oleh 60 orang peserta. Hadir dan memberikan motivasi serta penguatan bagi peserta bimtek sekretaris dinas pertanian dan ketahanan pangan kab. Belu Onfinus Kote, SSTP  dalam sambutannya  menyampaikan terimakasih kepada BPTP Balitbangtan NTT yang sudah peduli dan memperhatikan petani di kabupaten Belu khususnya di dua desa ini Tohe dan Leuntolu dengan mengalokasikan kegiatan demfarm pengembangan varietas unggul baru (VUB) padi khusus dan padi spesifik lokasi, lebih lanjut dikatakan bahwa selama ini petani hanya menanam padi menggunakan varietas lokal yang digunakan secara turun menurun ataupun varietas  yang itu-itu saja yang ditanam tanpa pernah menggantikan dengan varietas yang baru ditambah lagi dengan kebiasaan petani yang hanya datang untuk tanam dan datang untuk panen saja tanpa melakukan pemeliharaan, tanam yang acak-acak saja dan tidak heran kalau hasil atau produksi yang dicapai juga sangat rendah hanya 2 sampai 2,5 ton/pektar, ....memang ada petani yang sudah menggunakan varietas unggul baru dan teknologi cara tanam yang BPTP anjurkan dan hasilnya bagus sampai 6-7 ton, perhektar,  namun secara rata-rata di kabupaten Belu baru mencapai 3,6 ton/ha (data tahun 2019), mudah-mudahan dengan pengenalan varietas unggul baru khusus dan spesifik lokasi oleh BPTP Balitbangtan NTT, dapat mendongkrak kenaikan produksi padi disini, oleh karena itu harapan beliau agar petani penerima manfaat dari kegiatan demfarm ini mencermati dengan sungguh dan mengikuti dengan baik penyampaian teknologi  dari para narasumber pada sempatan bimtek saat ini dan juga menerapkan sesuai anjuran yang dipersyaratkan maka  kenaikan produksi padi yang diharapkan dapat tercapai. lebih lanjut dikatakan bahwa apalagi varietas yang diberi ini adalah varietas yang mempunyai kelebihan khusus yaitu mengandung unsur tertentu seperti  zinc yang diperlukan tubuh manusia kononya dapat mengatasi stunting, gizi buruk yang dialami oleh bayi balita dan juga untuk meningkatkan antibodi sehingga aman dari serangan covid 19

Hal senada juga disampaikan  secara terpisah camat Reihat, Arther H.Rinmalae  dan camat Raimanuk Tarsisius Edi ketika memberikan sambutan dan sekaligus membuka Bimtek Demfarm pengembangan padi VUB khusus dan padi spesifik lokasi di Tohe maupun di Leuntolu,  tentunya dengan pertimbangan khusus sehingga dua lokasi ini dipilih dan ditetapkan sebagai lokasi demfarm pengembangan padi VUB khusus dan spesifik lokasi, oleh karena itu pesannya  mengakhiri sambutan agar petani sungguh sungguh mengerjakan dengan baik dan mengikuti semua petunjuk yang diberikan, dan jangan sampai padi varietas unggul yang diberikan ini hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh para narasumber dan juga kita karena ulah kita sendiri, ingat!!!

Semua fasilitas sudah diberikan baik saprodi dan juga pendampingan yang menyeluruh dari persiapan, dengan memberikan pengetahuan diawal kegiatan ini melalui  bimtek, dan pendampingan lanjutan sesuai periode pertumbuhan tanaman bahkan sampai dengan panen dan pasca panen sehingga padi yang dihasilkan ini bisa menjadi benih yang bersertifikat.

Usai pembukaan peserta diberikan evaluasi pre tes sebelum mendapatkan pencerahan dari pemateri dan evaluasi pos tes setelah memperoleh materi untuk mengukur adakah peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang materi yang akan diimplentasikan di lapangan dan juga evaluasi lainnya seperti evaluasi penyelenggaraan bimtek agar adanya fedback dari pelaksanaan bimtek ini

Dan dipenghujung acara bimbingan teknis peserta menyusun rencana tindak lanjut berupa jadual kesepakatan untuk pelaksanaan penerapan inovasi demfarm pengembangan padi khusus dan padi spesifik lokasi yang langsung di pandu oleh penyuluh pendamping di dua desa tersebut desa Tohe Aleksander kasa  dan desa Leuntolu vitalis Meta Luan. Dan sebagai penyemangat dalam bekerja kepala IP2TP Naibonat mengahdiahkan/menghibahkan  20 kg benih pokok padi gogo “Situbagendit” berlabel ungu kepada koordinator BPP Haekesak  Oktovianus T.D.Bau dan juga 10 kg benih kacang hijau vima 4 kepada koordinator BPP Sukabitetek untuk ditanam di lahan BPP sebagai  ajang promosi/show window  teknologi di BPP dalam rangka menghidupkan dan memberdayakan BPP sebagai lokasi kunjungan.

Antusias peserta mengikuti acara bimtek ditunjukan dengan keseriusan mengikuti rangkaian acara dari awal sampai selesai sejak pagi jam 09.00 sampai jam 16.30, yang diakhiri dengan Penutupan bimtek di desa Tohe dilakukan oleh Sekretaris dinas pertanian dan ketahanan pangan dan di desa Leuntolu dilakukan oleh koordinator BPP Sukabitetek  dan juga dengan pekikan yel yel yang digangkan secara serempak  #pertanian maju-mandiri-modern#bptp yes#penyuluh ok#petani siap#(Adriana Bire)