JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Media Sosial

 

BPTP NTT Perkuat Kegiatan Demfarm VUB Padi Khusus Dan Padi Spesifik Lokasi Di Kabupaten TTS Melalui Bimtek

Bimbingan teknis merupakan salah satu upaya untuk memperlengkapi petani khususnya petani kooperator atau pelaksana kegiatan diseminasi inovasi teknologi Balitbangtan. Dengan adanya kegiatan bimtek diharapkan petani akan dapat mrnjalankan kegiatan sesuai dengan komponen teknologi yang dianjurkan. Oleh karena itu maka telah dilakukan bimtek dimaksud untuk mendukung pelaksanaan kegiatan Demfarm Pengembangan VUB Padi Khusus dan Padi Spesifik Lokasi di Kabupaten TTS tepatnya di Desa Oebobo, Kecamatan Batu Putih. Kegiatan yang dilaksanakan di gedung gereja GMIT Efata Oebobo tersebut  dibuka secara resmi oleh Camat Batu Putih (Agustinus Mallo).  

Hadir dalam acara pembukaan Kepala BPTP NTT (Dr. Procula R. Matitaputty, S.Pt., M.Si)dan beberapa penyuluh, peneliti, teknisi/litkayasa dan staf lainnya. Selain itu juga hadir Kepala Desa Oebobo (Jimmy Dima, S.Tp)beserta beberapa perangkat desa lainnya serta Kepala BPP Batu Putih (Marthen Maru, SE).  Dalam arahannya Kepala BPTP NTT menyatakan pentingnya pengenalan Varietas Unggul Baru kepada petani untuk menghindari penggunaan benih-benih padi yang sudah lama digunakan dari waktu ke waktu karena akan sangat mempengaruhi produksi dan produktivitas hasil usahataninya. Oleh karena maka bimtek sangat tepat dilakukan agar petani memiliki pemahaman yang sama dalam mengeksekusi kegiatan demfarm nantinya. 

Demikian pula harapan Camat Batu Putih dalam sambutannya bahwa peserta dapat menggunakan kesempatan tersebut terutama karena varietas yang diperkenalkan merupakan varietas unggul baru padi yang merupakan kebutuhan masyarakat TTS khususnya Kecamatan Batu Putih karena Varietas  inpari Ir Nutrizinc sangat penting untuk penanggulangan stunting yang memang angka stunting di Kabupaten TTS tertinggi ada di kecamatan tersebut. Sebelum arahan-arahan tersebut, Penanggung Jawab Kegiatan (Ir. Adriana Bire, M.Sc)yang juga adalah penyuluh Madya di BPTP NTT menyampaikan laporan pelaksanaan.

Hadir sebagai peserta anggota kelompok tani sebagai petani koopeeator sejumlah 30 orang dan 20 orang dari unsur petani non kooperator, petugas POPT serta penyuluh-penyuluh Kecamatan Batu Putih sehingga jumlah peserta seluruhnya adalah 50 orang. Adapun sebagai narasumber kegiatan bimtek tersebut adalah Ir Charles Y. Bora, M. Si sebagai peneliti BPTP NTT dan Aurelius Koba yang adalah litkayasa BPTP NTT. 

Kegiatan diskusi berjalan dengan baik. Hal ini menunjukkan antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan bimtek tersebut. Kegiatan Bimtek ditutup oleh Kepala BPP Batu Putih. Perlu pula disampaikan bahwa untuk mengukur keberhasilan pelaksanaan kegiatan maka dilakukan pula evaluasi dalam bentuk Pre-test dan Pos-test serta evaluasi tentang respons peserta terhadap pelaksanaan bimtek. Salam inovasi (Onike Lailogo, Adriana Bire)