Petani Milenial Perbatasan Siap Kerja

Hits: 273

BPTP Balitbangtan NTT pada TA 2021 mengalokasikan anggaran untuk kegiatan pemberdayaan petani perbatasan NTT dan Timor Leste. Kabupaten yang menjadi prioritas yaitu Kabupaten Belu, Malaka, TTU, dan Kupang. Petani yang menjadi sasaran yaitu kelompok tani petani milenial. Komoditas yang dikembangkan yaitu aneka sayur, tanaman pangan, dan ternak.

Setelah dilakukan survey calon petani di Kabupaten Belu dan Malaka, ditetapkan Kelompok Tani Fatu Kadi Desa Tohe, Kecamatan Raihat Kabupaten Belu dan Kelompok Tani Berdikari dan Kelompok Tani Karya Maju Desa Kamanasa, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka sebagai kelompok tani pertama yang akan masuk dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat perbatasan. Masing-masing kelompok tani mengusahakan minimal 1 ha tanaman aneka sayur, sehingga didapat skala usaha untuk meningkatkan pendapatan secara nyata.

Pekan lalu (5-8 Mei 2021) tim Perbatasan telah mendistribusikan saprodi dan melakukan persiapan lahan, yaitu pengolahan lahan, pembedengan, penggunaan mulsa (plastik dan jerami padi). Selanjutnya diikuti dengan persemaian benih cabe rawit, tomat, dan penanaman aneka sayur (paria, kacang panjang, buncis, bayam, dan kangkung).

Dari pengamatan di lapangan, antusiasme petani milineal cukup baik, terus didorong oleh Kepala Dinas, PPL, dan tokoh masyarakat untuk terus semangat dan maju dalam bidang pertanian. Inovasi yang didiseminasikan yaitu penggunaan benih unggul, penyiapan lahan secara optimal, efisiensi penggunaan air dan control gulma melalui pemulsaan, inovasi rotasi tanaman dan kalender tanam agar tidak terjadi penumpukkan produksi saat panen, serta pengamatan hama penyakit secara dini. Hal lain yang akan dilakukan juga adalah melakukan bimbingan teknis terutama pada komodiras pilihannya (EM & Bdr).