Membangun Lumbung Pangan di Wilayah Perbatasan NTT dengan Hortikultura

Hits: 156

Dalam mendukung program Kementerian Pertanian RI mengenai Lumbung Pangan di Wilayah Perbatasan, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan NTT bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu dan Dinas Pertanian Kabupaten Malaka mengembangkan potensi pertanian di wilayah perbatasan dengan pertanian hortikultura. Tim BPTP NTT yaitu Dr. Bernard deRosari, Yanuar Achadri, M.Sc, dan Emanuel Mau Buti, S.ST, melakukan kunjungan ke Kabupaten Belu, disambut baik oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Gerardus Mbulu, SE dan didampingi Koordinator Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), Oktovianus T.D. Bau, SP. Kunjungan kedua di Kabupaten Malaka, koordinasi dengan Nikolaus Seran, S.Sos, selaku Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Malaka dan didampingi Johanes Seran Nahak dan Irene, selaku PPL. Setelah berkoordinasi dengan pihak Dinas dan PPL, kami dari BPTP NTT mendapat arahan untuk mengembangkan pertanian hortikultura di lokasi kabupaten Belu tepatnya di Desa Tohe, Kecamatan Raihat dan untuk lokasi Kabupaten Malaka tepatnya di Desa Kamanasa, Kecamatan Malaka Tengah.

Menurut Dr. Bernard deRosari (peneliti BPTP NTT), menjelaskan bahwa peran BPTP NTT dalam kegiatan pendampingan inovasi dalam pengembangan kawasan pertanian di perbatasan adalah mendampingi petani hortikultura, khususnya petani milenial di Kabupaten Belu dan Malaka, dengan syarat: 1) petani memiliki lahan dengan luas hamparan 1 Hektar, 2) petani mengikuti pola tanam sesuai arahan BPTP NTT (menggunakan benih litbang, tanam bedeng, dan mulsa plastik), 3) petani siap tenaga dan pupuk kandang.

Kunjungan pertama, melakukan kunjungan lapangan di Desa Tohe, kecamatan Raihat, kabupaten Belu. Kelompok tani di Desa Tohe ada 16 anggota yang siap untuk menanam tanaman hortikultura dan menyiapkan lahan 1 Hektar. Potensi pertanian hortikultura yang akan dikembangkan di wilayah Kabupaten Belu yaitu cabai, tomat, dan sawi putih.