Rouging Tanaman Padi Untuk Perbenihan

Hits: 346

Roguing pada tanaman padi merupakan suatu kegiatan yang berhubungan dengan  pemeriksaan dan atau pembuangan tanaman-tanaman yang memiliki ciri  atau penampilan yang berbeda yang dilaksanakan di lahan produksi benih padi. Tujuannya adalah untuk menjaga kemurnian fisik varietas yang sedang diproduksi. Roguing dilaksanakan terhadap tanaman verietas lain, tanaman dengan tipe menyimpang juga gulma berbahaya sehingga persyaratan sertifikasi benih dapat terpenuhi dan kemurnian benih dapat terjaga.

 

Rouging dilakukan secara rutin dan dalam beberapa kali pelasanaa pada fase pertumbuhan yang berbeda secara terus menerus sampai penampilan tanaman memang terlihat seragam dan hingga sebelum panen. Untuk mendapakan hasil yang baik, maka sebaiknya rouging  dilakukan pada pagi hari sebelum matahari terlalu panas agar pengenalan terhadap ciri-ciri kritis yang ada dapat lebih mudah dilakukan.

 

Saat yang paling disarankan untuk melakukan rouging adalah pada masa pertanaman berbunga penuh. Hal ini  karena pada fase ini sifat-sifat tanaman hampir ditampilkan sepenuhnya dan perbedaan-perbedaan warna pada bunga akan tampak nyata.

 

Rouging juga rutin dilakukan oleh staf IP2TP Naibonat yang dalam MT1 Tahun  2021 tersebut melakukan kegiatan penanaman padi sawah dalam lahan seluas kurang lebih 3 ha untuk tujuan perbenihan yang didominasi oleh varietas Inpari Ir Nutrizinc.  Karena untuk tujuan perbenihan tersebut, maka rouging sudah dilakukan terus menerus jika didapati ada tanaman padi yang pertumbuhannya berbeda dengan penampilan padi pada umumnya.

 

Seperti penuturan Ir. Charles Y. Bora, M.Si (Peneliti bidang pangan BPTP NTT) saat kegiatan rouging dilakukan pada  hari Selasa, 30 Maret 2021 bahwa kegiatan rouging memang menjadi hal yang harus diutamakan agar secara fisik benih yang dihasilkan benar-benar murni. Karena rouging dilakukan untuk menghilangkan varietas yang menyimpang dari varietas utamanya. Tanda-tanda varietas yang menyimpang adalah tanaman lebih tinggi, dan warna serta malainya berbeda.  ‘Bisa dibayangkan bila yang berbeda hanya satu malai dengan jumlah benih sekitar dua ratus gabah, sehingga bila 10 malai sudah 2000 gabah, nah jika benih tersebut ditanam lagi maka akan sangat mengganggu kemurnian benih yang dihasilkan’ tuturnya.  Selanjutnya dijelaskan bahwa biasanya adanya beberapa benih yang tercampur dengan benih dari varietas utama yang akan dihasilkan tersebut adalah saat dilakukan perontokan (alat perontok harus benar-benar bersih), atau penggunaan sekam bakar saat persemaian dan bisa pula terjadi jika panen menggunakan mesin.  Hal yang sulit dilakukan saat rouging adalah bila varietas yang berbeda tersebut lebih rendah dari yang lainnya, maka rouging bisa dilakukan dengan hanya misalnya dengan melihat penampilan daun lebih lebar dari yang lainnya.

 

Demikian halnya Gabriel Wae, S.Tp (Kepala IP2TP Kupang) mengatakan bahwa rouging dilakukan berkali-kali hingga dapat dipastikan bahwa tanaman padi tidak lagi tercampur dengan varietas lain. Dan salah satu langkah untuk pencegahan terjadinya pencampuran benih varietas utama dengan benih varietas lain yaitu memisahkan tempat pesemaian karena dalam satu musim tanaman IP2TP biasanya menanam padi untuk perbenihan tersebut menggunakan beberapa varietas unggul baru. Oleh karena itu kegiatan pencegahan dari tempat pesemaian juga harus menjadi perhatian.

 

Tanaman padi tersebut diperkirakan akan dipanen pada akhir April 2021 ini sehingga benih padi Inpari Ir Nutrizinc akan tersedia untuk memenuhi permintaan benih dari petani atau pihak lainnya yang tertarik untuk menanam padi varietas tersebut.

Salam Inovasi (Onike Lailogo, Charles Bora, Gebi Wae)