JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Selamat datang di Web Site BPTP NTT _______ Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Balitbangtan (BPTP) Nusa Tenggara Timur _______ Jln. Timor Raya Km. 32 Naibonat Kupang _______ Nusa Tenggara Timur _______ email : bptp-ntt@litbang.pertanian.go.id

Media Sosial

 

Kawasan Inovasi Pertanian (Kawitan) Kupang Tengah Harus Terus Berbenah Diri Sebagai Tempat Pembelajaran Bagi Masyarakat Petani Sekitarnya

Kelompok tani Rindu Sejahtera Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang merupakan salah satu tempat yang ditetapkan sebagai tempat pengembangan Kawasan Inovasi Pertanian berbasis padi sawah. Penetapan ini sudah terjadi sejak Tahun 2019 dimana antara BPTP-Balitbangtan-NTT dan Kelompok Tani Rindu Sejahtera berkomitmen untuk mendayagunakan semua potensi yang ada di tempat tersebut sebagai tempat pembelajaran bagi masyarakat luas khususnya masyarakat tani yang ada di Kupang Tengah khususnya dan dari tempat lain pada umumnya.

Salah satu tujuan utama dari pengembangan KAWITAN adalah mendekatkan inovasi teknologi hasil penelitian dan pengkajian Balitbangtan kepada petani sebagai pelaku utama teknologi informasi pertanian yang telah dihasilkan. OLeh karena itu, maka pada tahun 2019 telah dilakukan beberapa tahapan kegiatan diantaranya pembenahan saung pertemuan, pelaksanaan bimtek bagi petani dan demostrasi usahatani (demfarm)  teknologi budidaya padi sawah dengan pendekatan PTT pada lahan seluas 5 ha.

Salah komitmen yang harus dijaga adalah penerapan sistem tanam jajar legowo 2:1. Namun, dalam kegiatan anjgansana hari Senin, tanggal 8 Februari 2021 masih didapati beberapa petani yang enggan untuk menanam padi sawahnya dengan menggunakan jajar legowo 2:1. Mereka masih senang menggunakan sistem tanam jajar legowo 4:1 atau 5:1, bahkan ada yang menggunakan sistim tanam cara lama yaitu secara acak atau zig zag. Oleh karena itu, dalam kesempatan tersebut tim penyuluh BPTP NTT (Ir. Adriana Bire, M.Sc, Ir. Onike T. Lailogo, M.Si., Ph.D,  Halena Doga, SST, dan Donris Manurung, SST) kembali memberikan penyegaran kepada anggota kelompok tani Rindu Sejatera mengenai komitmen bersama ketika mengembangkan KAWITAN tersebut pada tahun 2019 lalu. Kesempatan yang baik ini digunakan bertepatan dengan jadwal pertemuan kelompok yang rutin dilakukan setiap hari Senin pagi hingga siang hari tergantung agenda pertemuan. Selain penyegaran dalam hal penerapan teknologi, tim juga sekedar memberikan saran usul agar dalam pertemuan kelompok dalam pandemic ini ketua dan anggota peserta pertemuan tetap memperhatikan protocol kesehatan (Prokes). Bila di luar atau di sawah tidak memakai masker tidak menjadi soal, namun bila sudah masuk dalam ruangan atau saung pertemuan maka harus tetap memperhatikan protocol kesehatan yaitu menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker.

 

Dalam diskusi beberapa petani memberikan suara dalam bentuk permintaan pendampingan mengenai teknologi budidaya padi sawah dengan pendekatan PTT tersebut terutama mengenai sistim tanam jajar legowo 2:1 walaupun pendampingan seperti ini sudah dan seringkali dilakukan namun tersirat bahwa mereka masih tetap membutuhkan pendampingan dari penyuluh. Hal lain yang disampaikan adalah mengenai terbatasnya pupuk bersubsidi di tingkat petani, dimana masih ada anggota kelompok yang tidak mendapatkan pelayanan pupuk bersubsidi sekalipun RDKK sudah diserahkan kepada penyuluh setempat seperti yang biasa dilakukan. Namun, berbicara mengenai kelangkaan pupuk bersubsidi tersebut tim hanya bisa menjawab bahwa tim akan menjadi mediator ke pihak-pihak terkait misalnya penyuluh desa setempat agar bisa memperhatikan kebutuhan petani untuk mendukung  kegiatan usahatani padi sawah yang dikerjakan. Ketiadaan pupuk bersubsidi ini diperkuat pula oleh anggota kelompok yang saat kunjungan mereka sedang melakukan pemupukan I. Kesempatan tersebut digunakan oleh tim untuk berbincang-bincang dengan mereka sebelum mengikuti pertemuan di saung pertemuan tersebut. Sambil memupuk mereka mengutarakan persoalan yang dihadapi tersebut, sehingga mereka harus mengusahakan pupuk non subsidi yang notabene dengan harga di atas pupuk bersubsidi.

Mengakhiri pertemuan, disepakati akan ada saling kontak untuk mendapatkan informasi mengenai waktu yang tetap untuk dapat melakukan kegiatan penyuluhan lanjutan untuk menjawab apa yang sudah diutarakan oleh anggota-anggota kelompok mengenai pendampingan budidaya padi sawah.

Salam Inovasi (Onike, Adriana, Helena).