JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Selamat datang di Web Site BPTP NTT _______ Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Balitbangtan (BPTP) Nusa Tenggara Timur _______ Jln. Timor Raya Km. 32 Naibonat Kupang _______ Nusa Tenggara Timur _______ email : bptp-ntt@litbang.pertanian.go.id

Media Sosial

 

Penampilan Jagung Lamuru di Kelompok Tani Fajar Pagi, Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang

Dalam kaitannya dengan pendampingan kelompok tani, sekalipun masih dalam masa-masa pandemic, namun penyuluh BPTP-Balitbangtan-NTT terus melakukan pendampingan khususnya tim Desentralisasi Produksi Benih Sumber Jagung Berbasis Korporasi Petani melalui Display VUB Jagung Lamuru dan Sekolah Lapang Tahun 2020. Hal ini menunjukkan bahwa sekalipun tahun telah berganti, namun kegiatan masih terus berlanjut dan menunggu masa panen pada 3 bulan ke depan untuk dapat menghasilkan benih.

Pendampingan masih dalam bentuk anjangsana tanggal 22 Januari 2021 dan di dalamnya petani diberi semangat dan masukan-masukan terutama menyangkut teknologi budidaya jagung komposit lamuru yang sudah di tanam sejak awal Desember 2020 yang lalu.  Selain itu, anjangsana tersebut juga untuk melihat perkembangan tanaman jagung serta melakukan pengecekan tentang penerapan pemberian pupuk II dan untuk melihat apakah ada serangan hama atau penyakit.

Khususnya di lahan ibu Elsy Bira  didapati bahwa penampilan tanaman jagung lamuru seluas 1 (satu) ha bebas dari serangan hama ulat grayak. Menurut penanggung jawab kegiatan (Ir. Adriana Bire, M.Sc) bahwa tanaman jagung bebas dari serangan hama karena memang Ibu Elsy menanam jagung tepat waktu, dimana ketika hujan pertama sudah dilakukan penanaman karena memang lahan juga sudah siap tanam karena sudah diolah dengan baik.  Saat kunjungan tersebut tanaman sudah memasuki masa reproduksi, pembentukan tongkol (ada yang satu ada juga yan dua tongkol) dengan rata-rata tinggi tanaman di atas 175 cm.

Hal ini sangat berbeda dengan penampilan tanaman jagung milik anggota kelompok yang lain yang sudah terserang hama ulat grayak hampir pada seluruh tanaman jagung yang ada. Pertanaman jagung tersebut ditanam agak terlambat yakni pada minggu ke 2 bulan Desember 2020  dan lokasinya hanya berseberangan jalan dengan lokasi ibu Elsy. Sekalipun kelihatannya sudah terlambat jika mau melakukan penanganan, namun dalam kesempatan tersebut tim tetap memberikan saran bagi ibu Yandri Sele agar tetap dilakukan penyemprotan menggunakan insektisida.

Selain memberikan pencerahan mengenai penanganan hama ulat grayak, kepada anggota kelompok yang dikunjungi juga diberikan penyuluhan mengenai hal-hal yang harus dipersiapkan untuk dapat menghasilkan benih jagung karena memang yang ditanam oleh anggota kelompok tani Fajar Pagi tersebut adalah varietas unggul baru jagung lamuru dengan  label putih.

Pendampingan akan terus dilakukan sehingga bila tiba waktu panen akan menghasilkan benih seperti yang diharapkan.

Salam Inovasi (Onike Lailogo, Adriana Bire)