JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Selamat datang di Web Site BPTP NTT _______ Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Balitbangtan (BPTP) Nusa Tenggara Timur _______ Jln. Timor Raya Km. 32 Naibonat Kupang _______ Nusa Tenggara Timur _______ email : bptp-ntt@litbang.pertanian.go.id

Media Sosial

 

Kunjungan Kepala BBP2TP Ke BPTP NTT

Kepala BBP2TP Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si. berkunjung ke BPTP NTT dalam rangka kunjungan kerja. Perkunjungan ini disambut baik oleh seluruh ASN BPTP NTT di Aula utama BPTP NTT pada tanggal 23 Desember 2020.

Acara diawali dengan laporan mengenai profil BPTP NTT oleh Ka. BPTP NTT Dr. Procula Rudlof Matitaputty, S.Pt., M.Si.

Acara selanjutnya yaitu sambutan dari Ka.BBP2TP . " Saya berharap kita semua sehat ditengah wabah Covid 19 ini " kata Ka. BBP2TP mengawali sambutannya. Ka. BBP2TP juga menegaskan seluruh ASN BPTP NTT wajib melaksanakan swab untuk pencegahan penularan Covid 19 dengan menggunakan anggaran yang ada.

Dalam sambutan Ka.BBP2TP menyatakan bahwa pertanian tidak bisa berhenti, kita tidak bisa paranoid, pertanian harus tetap berjalan untuk meningkatkan perekonomian negara. Mengutip pernyataan Menteri Pertanian bahwa ekonomi berjalan, covid 19 dikendalikan. Hal ini terbukti dari data ekonomi, Kementerian Pertanian menyumbang 16, 5 % untuk peningkatan perekonomian negara. Atas kontribusi sektor pertanian, ekonomi negara terus berjalan dengan meningkatnya ekspor hasil pertanian ditengah pandemi. Hal ini karena kinerja kita semua sehingga nilai tukar petani meningkat, lanjutnya.

Ditengah pandemi ini waspada perlu dan tetap berdoa tetapi sektor pertanian harus tetap berjalan.
Tentu keberhasilan ini karena kinerja kita semua, sesuai tupoksi kita masing-masing. Pengkajian dan Diseminasi adalah tupoksi kita. BPTP adalah ujung tombak dari Kementerian Pertanian karena ada pengkajian dan diseminasi.

Ka. BBP2TP juga menyatakan bahwa petengahan Januari 2021 seluruh BPTP se Indonesia diharapkan bisa mengidentifikasi komoditas utama dari masing-masing daerah. identifikasi dimulai dari luasannya agar dapat diidentifikasi kebutuhan benih untuk pengembangannya.

Kualitas peneliti, penyuluh, teknisi dan administrasi harus ditingkatkan baru bisa lanjut kegiatan diseminasi. BPTP NTT ditantang produktivitas 6 ton dengan inovasi Litbang. Kita dinilai dari output kinerja, kata Ka.BBP2TP pada akhir sambutannya. (nk)