JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Selamat datang di Web Site BPTP NTT _______ Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Balitbangtan (BPTP) Nusa Tenggara Timur _______ Jln. Timor Raya Km. 32 Naibonat Kupang _______ Nusa Tenggara Timur _______ email : bptp-ntt@litbang.pertanian.go.id

Media Sosial

 

PERHIMPI  NTT Mendorong Semua Stakeholder Sektor Pertanian Untuk Mensikapi Kondisi Iklim saat Ini

Bertempat di kantor Balai Pengkajian Teknloogi Pertanian (BPTP) NTT di Naibonat, setelah dilakukan pengukuhan PERHIMPI Cabang NTT bersama delapan cabang di provinsi lain secara virtual, ketua PERHIMPI cabang NTT,  Dr. Tony Basuki didampingi beberapa pengurus  diantaranya Wakil Ketua, Dr. Rodiallek Pollo menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan telah masuknya NTT dalam Musim tanam tahun ini.

Dikatakan bahwa berdasarkan rilis informasi  yang bersumber dari Stasiun Klimatologi kelas II Kupang bahwa hingga awal Desember 2020, dari total 23 Zona Musim (ZOM) sudah ada beberapa wilayah yang telah memeasuki awal musim hujan 2020/2021, yaitu diantaranya ZOM 241 (Kab. Manggarai Barat bagian Barat), ZOM 242 (Kab. Manggarai Bart bagian Utara, Kab. Manggarai, Kab. Manggarai Timur dan Kab. Ngada bagian Utara) dan ZOM 243 (Kab. Manggarai Barat bagian Tenggara, Kab. Manggarai bagian Selatan, Kab. Manggarai Timur bagian Selatan, Kab. Ngada bagian Selatan, Kab. Ngada bagian Tenggara dan Kab. Nagekeo bagian Selatan), sedangkan untuk 20 ZOM yang lain masih berada pada kriteria indikasi awal musim hujan 2 dan 1 dasarian

Wilayah dengan kriteria indikasi 2 dasarian akan masuk Awal Musim Hujan (AMH) 2020/2021 diantaranya; ZOM 245 (Kab. Nagekeo bagian Utara, Kab. Ende bagian Utara dan Kab. Sikka bagian Barat), ZOM 248 (Kab. Sikka bagian Utara dan kab. Flores Timur bagian Barat Daya), ZOM 251 (Kab. Alor dan Pulau Pantar), ZOM 252 (Kab. Sumba Barat Daya, Kab. Sumba Barat dan Kab. Sumba Sumba Tengah bagian Barat), ZOM 253 (Kab. Sumba Tengah bagian Timur dan Kab. Sumba Timur bagian Tengah), ZOM 256 (Kab. Sabu Raijua), ZOM 257 (Kab. Rote Ndao), ZOM 260 (Kab. Timor Tengah Selatan bagian Utara) dan ZOM 261 (Kab. Kupang bagian Timur dan Kab. Timor Tengah Selatan bagian Barat).

Wilayah dengan kriteria indikasi 1 dasarian akan musim AMH 2020/2021 diantaranya; ZOM 244 (Ngada bagian Tengah, Nagekeo bagian Tengah dan Ende bagian Barat), ZOM 246 (Ende bagian Selatan), ZOM 247 (Sikka bagian Selatan dan Flores Timur bagian Barat Daya), ZOM 249 (Flores Timur bagian Utara), ZOM 250 (Adonara, Solor dan Lembata), ZOM 254 (Sumba Timur bagian Utara dan Sumba Tengah bagian Utara), ZOM 255 (Sumba Timur bagian Selatan), ZOM 258 (Kota Kupang dan Kupang bagian Barat), ZOM 259 (Timor Tengah Selatan bagian Selatan dan Belu bagian Barat), ZOM 262 (Kupang bagian Utara dan Timor Tengah Utara bagian Barat) serta ZOM 263 (Timor Tengah Utara bagian Timur dan Belu bagian Utara).

Dasar informasi ini, bisa dijadikan salah satu rujukan untuk pengambilan keputusan teknis, terutama keputusan waktu tanam oleh petani serta penyiapan sarana dan prsarana yang lebih terarah dan terfokus.

Selanjutnya dikatakatan bahwa, fenomena iklim tersebut ini sebagai konsekuensi terhadap fenomena iklim global dimana hingga awal Desember 2020 kondisi El Nino Southern Oscillation (ENSO) berada pada kondisi La Nina Moderate dengan nilai indeks mencapai (-1,34 0C) dan diprediksi akan terus bertahan hingga periode FMA (Februari, Maret hingga April 2021) dengan peluang terjadi sebesar 85%. Kondisi La Nina dengan skala menengah ini akan berdampak pada tingginya transfer massa udara basah dari Samudera Pasifik menuju ke wilayah Indonesia pada umumnya dan NTT khususnya yang kemudian akan memiliki  potensi terjadinya peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia pada umumnya khususnya wilayah NTT sehingga memiliki peluang potensi terjadinya bencana hidrometeorologi di sebagian besar wilayah Indonesia. (TB)