JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Selamat datang di Web Site BPTP NTT __ Jln. Timor Raya Km. 32 Naibonat-Kupang-Nusa Tenggara Timur __ Tlp. 08113893766; PO BOX : 1022 Kupang 85000 __ email : bptp-ntt@litbang.pertanian.go.id

Media Sosial

 

Seleksi Telur Ayam Kub Untuk Penetasan

Warna dan bentuk telur tetas yang baik
Warna dan bentuk telur tetas yang baik

Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) memiliki keunggulan dibandingkan ayam kampUng lainnya yakni produksi telurnya yang tinggi berkisar antara 160 – 180 butir/tahun. Namun , naluri mengeram dari ayam KUB sudah rendah sehingga untuk mendapatkan bibit ayam KUB atau yang sering disebut DOC diperlukan penetasan menggunakan mesin tetas.  Tahap awal yang harus dilakukan pada penetasan telur ayam KUB setelah dilakukan pengumpulan telur adalah pemilihan atau seleksi telur. Seleksi telur perlu dilakukan untuk mendapatkan daya tetas yang tinggi serta menghasilkan DOC yang baik dan berkualitas.  Adapun beberapa kriteria seleksi telur tetas yang harus dilakukan dalam kegiatan penetasan yaitu ukuran telur, warna dan bentuk telur, kualitas kerabang dan kualitas bagian dalam telur.

  1. Ukuran dan bobot telur tetas

Ukuran telur berhubungan dengan daya tetas serta kualitas anak ayam. Ukuran telur terlalu besar dan terlalu kecil tidak dapat menetas dengan baik. Telur yang terlalu besarkemungkinan terdapatnya kuning telur ganda, sedangkan telur terlalu kecil akan menghasilkan anak yang kecil dan kalau di simpan dalam rak mesin penetasan tidak bisa. Standar telur tetas yang baik adalah berkirar antara 35 – 42 gram. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan DOC yang seragam tidak terlalu kecil maupun tidak terlalu besar.

  1. Bentuk telur tetas

Telur tetas yang baik berbentuk normal yaitu oval. Telur yang berbentuk oval memiliki perbandingan antara garis melintang (lebar) dan garis membujur (panjang) sekitar 2 : 3. Telur yang berbentuk oval baik untuk ditetaskan karena memiliki daya tetas yang baik dibandingkan dengan telur yang berbentuk lonjong atau bulat. Hal ini ada kaitannya dengan kemudahan menentukan  bagian ujung yang tumpul telur dimana bagian yang tumpul terdapat rongga udara dan posisi bagian rongga udara harus dibagian atas, dan selama masa inkubasi di dalam mesin tetas tidak salah. Bentuk telur yang abnormal umumnya tidak baik untuk ditetaskan.

  1. Kualitas Kerabang atau Kulit telur

Telur tetas dengan keadaan kerabang yang koror harus dibersihkan dengan Alkohol sehingga kuman penyakit hilang dan tidak dapat terkontaminasi ke telur yang lain. Telur tetas dengan keadaan kerabang yang tipis, porous, berlapis dan pengapurannya tidak merata tidak baik untuk ditetaskan. Warna kulit telur yang putih bersih juga tidak baik untuk ditetaskan. Ketebalan kerang telur tetas dipengaruhi oleh factor genetic, ransum, temperature lingkungan dan kesehatan.

Bentuk dan kerabang yang tidak baik untuk telur tetas
Bentuk dan kerabang yang tidak baik untuk telur tetas

Ransum yang rendah kandungan kalsium dan vitamin D dengan temperature lingkungan yang terus menerus diatas 27  - 32 deratat Celsius, kondisi ini membuat produksi telur tetas dengan keadaan kerabang yang kurang baik

  1. Kualitas bagian dalam (interior)

Seleksi bagian dalam dari telur dilakukan dengan cara meneropong telur (canding). Adanya banda-benda asing seperti : bintik-bintik darah, gumpalan daging, kantong udara yang besar, kantorng udara yang bergerak, dapat menyebabkan rendahnya daya tetas. Daya simpan telur untuk penetasan tidak boleh lebih dari 5 – 7 hari karena akan mempengaruhi daya tetas telur. Karena semakin lama penyimpanan maka kualita telur semakin tidak baik. Apalagi penyimpanan di suhu yang rendah. Sebaiknya telur tetas saat penyimpanan di simpan dalam sekam.  Salam Inovasi. (Medo Kote, Onike Lailogo)