JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Media Sosial

 

LODOK: Warisan Budaya Pertanian Masyarakat Manggarai

Sistem Lodok Manggarai terus bertahan bukan saja untuk menjamin kebutuhan pangan pangan masyarakat, tetapi juga menjamin konservasi sumberdaya alam dan Indigenous Knowledge (IK) dalam peengelolaan sumberdaya pertanian.  Sistem Lodok yang paling nampak saat ini terdapat pada lahan sawah, tetapi sesungguhnya semua lahan pertanian di Manggarai dibagi menurut sistem Lodok.  Sistem ini perlu dikaji sebagai suatu sistem warisan pertanian penting global. 

Tu’a Teno Alexander Dama yang mengelola suatu sawah Lodok di Cancar mengatakan bahwa sawah Lodok di Cancar sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, Sementara Tu’a Teno dari Lingko Lumu Desa Pongmurung mengatakan bahwa Ia masih mengikuti dan terlibat dalam pembagian Lingko  lahan kering sampai dengan tahun 1947 dan setelah itu tidak ada lagi pembagian Lingko karena semua lahan pertanian sudah dibagi habis. 

Terdapat 48 Lingko dengan persawahan Lodok seluas 328 ha di kecamatan Cancar (Dinas Pertanian Manggarai, 2018). Jumlah Lingko lahan kering walaupun tidak tercatat, namun masih cukup terlihat bentuk Lodok jika diamati lebih dekat.  Tiap-tiap Lingko baik pada lahan sawah maupun pada lahan kering masih dibawah pengelolaan oleh Tu’a Teno yang berkoordinasi dengan Tu’a Golo dan Tu’a Panga. Struktur pengelolaan lahan tradisional yang masih sangat jelas ini perlu terus dipertahankan dan diberdayakan dalam upaya peningkatan produksi pertanian yang sinergis dengan perbaikan mutu lingkungan dan pelestarian IK. (Yong, Syam).