RAT 5 GAPOKTAN PUAP DI FLORES TIMUR

Hits: 1319

Sebanyak 5 Gapoktan PUAP di Kabupaten Flores Timur, NTT telah melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Kelima Gapoktan PUAP tersebut adalah Gapoktan Nuba Nubu Naran Baran Kelurahan Lamatwelu dengan total dana Rp 133.660.000, Gapoktan Puli Toben Desa Watan dengan total dana Rp 131.831.000, Gapoktan Ehin Gere Desa Kiwangona dengan total dana Rp 166.253.000, Gapoktan Ada Nawan Desa Bilal dengan total Dana Rp 172.311.000, Gapoktan Walan Dulu Rua Kelurahan Lamawalang dngan total dana Rp 113.000.000. Usaha dominan yang digeluti anggota Gapoktan adalah peternakan babi, kambing dan ayam. Demikian dijelaskan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKP2) Kabupaten Flores Timur, Ir. D.A.G. Lamablawa didampingi oleh Kabid Penyuluhan Ir. Agus Kleden dan PMT Kab Flores Timur Andreas F. Lamabahy,ST.

Dijelaskan bahwa Gapoktan Penerima dana PUAP di Kabupaten Flores Timur berjumlah 50 Gapoktan yang tersebar di 50 Desa. Dimana 30 Desa untuk PUAP Tahun Anggaran 2008 dan 20 desa Tahun Anggaran 2009. Dari evaluasi perkembangan usaha yang telah dilakukan untuk Gapoktan Penerima Dana PUAP Tahun Anggaran 2008 dapat dikatakan bahwa perkembangan usaha yang terjadi menunjukan indikasi adanya perkembangan dengan jumlah pengembalian dan perkembangan jumlah (Kuantitas) usaha gapoktan tersebut. Dari hasil perangkingan Gapoktan PUAP Tahun 2008 terdapat 44% kategori cukup sehat, 33% kurang sehat dan 23% tidak sehat. Permasalahan yang timbul di lapangan, sebagian merupakan permasalahan-permasalahan teknis yang dapat diatasi. Untuk PUAP Tahun Anggaran 2009 sampai dengan sekarang ini dana telah cair ke rekening gapoktan masing-masing, namun masih menunggu persiapan lapangan dari Gapoktan untuk selanjutnya dana tersebut dapat dicairkan dalam waktu dekat. Kendala dan permasalahan yang dihadapi pada PUAP Tahun Anggaran 2009, berupa keterlambatan proses verifikasi dokumen sehingga pencairan dana sampai terlambat. Kesalahan-kesalahan lain terjadi pada penyusuna dokumen PUAP Tahun Anggaran 2009 berupa kesalahan tulisan pada dokumen, dan pada rekening GAPOKTAN. Untuk PMT yang sampai dengan sekarang ini berjumlah 3 orang dengan kondisi medan Kabupaten Flores Timur yang terdiri dari kepulauan, menjadi agak sedikt kendala, namun hal tersebut sampai sekarang masih bisa diminimalisirkan. Kinerja yang dilakukan oleh Penyuluh pendamping dan Tim Teknis Kabupaten sampai dengan saat ini berjalan dengan baik. Ke depan BKP2 bekerjasama dengan Dinas Koperasi dan UKM akan membantu mempersiapkan Gapoktan yang baik menjadi UKM dan berkembang menjadi koperasi menunjang program Gubernur NTT yang menjadikan NTT sebagai Provinsi Koperasi. Demikian dijelaskan oleh Ka BKP2 Flores Timur. (Sumber: Andy Lamabahy,PMT Flotim)