JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Selamat datang di Web Site BPTP NTT __ Jln. Timor Raya Km. 32 Naibonat-Kupang-Nusa Tenggara Timur __ Tlp. 08113893766; PO BOX : 1022 Kupang 85000 __ email : bptp-ntt@litbang.pertanian.go.id

Media Sosial

 

KUNKER MENTAN KE NTT

Menteri Pertanian Ir. Suswono,MMA beserta rombongan melakukan kunjungan kerja di NTT sejak tanggal 2-4 Mei 2010. Dalam kunjungan tersebut Mentan didampingi oleh Gubernur NTT, Drs Frans Lebu Raya, Bupati Kupang,Drs Ayub Titu Eki,MS.Phd dan Bupati TTS, Ir. Paulus VR. Mella,MSi serta pimpinan SKPD Provinsi dan Kabupaten Kupang dan TTS. Lokasi yang didatangi dalam kunjungan tersebut adalah Desa Oefafi Kecamatan Kupang Timur, Desa Oenoni Kecamatan Amarasi keduanya di Kabupaten Kupang dan Desa Oebelo Kecamatan Amanuban Selatan Kabupaten TTS.

Desa Oefafi khususnya kelompok tani ternak Paku Nalim An Ana (Secercah Harapan Kecil yang Membawa Harapan Baru) dan kelompok tani ternak lainnya di Kabupaten TTS dan TTU merupakan kelompok yang dibina oleh Fapet Undana dan Politani Negeri Kupang bekerjasama dengan The University of Queensland melalui Centre for International Agricultural Research (ACIAR) dengan tujuan mencari strategi menekan kematian pedet melalui pemberian pakan suplemen kepada pedet selama musim kemarau. Kegiatan tersebut telah dilakukan sejak tahun 2007 dan sampai tahun 2009 kegiatan ini dilakukan pada 706 pasang induk anak sapi pada 154 peternak yang tersebar pada 3 kabupaten tersebut. Dalam sambutannya Gubernur NTT Drs Frans Lebu Raya menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Indonesia melalui Menteri Pertanian yang telah bersedia datang sampai di Desa Oefafi. Selanjutnya Gubernur NTT menjelaskan 4 tekad pemerintah Provinsi NTT yakni menjadikan NTT sebagai gudang ternak, produsen jagung, menghidupkan kembali cendana, dan menjadi provinsi koperasi. Menteri Pertanian Ir Suswono,MMA dalam arahnnya menyatakan kegembiraannya atas semangat kelompok tani ternak Paku Nalim An Ana dalam mengelolah usaha pembibitan pedet. Mentan menjelaskan yang penting adalah bagaimana meningkatkan nilai tambah dan daya saing, sehingga pendapatan dan kesejahteraan petani juga meningkat. Ada beberapa jenis kredit yang dapat digunakan untuk menambah modal kelompok misalnya melalui Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS), Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE), Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan lainnya.

Lokasi kedua yang dikunjungi adalah Desa Oenoni Kecamatan Amarasi Kabupaten Kupang. Kelompok tani ternak yang dikunjungi adalah Kelompok tani ternak Nakmese (Satu Hati). Kedatangan Mentan ke lokasi tersebut adalah untuk menyaksikan penimbangan sapi yang siap dijual oleh peternak yang merupakan kerjasama dengan Puskud NTT. Pola kerjasama ini telah dijalankan oleh Puskud sejak tahun 2002, dan sampai tahun 2009 kerjasama ini telah dilakukan pada 71 desa pada 179 kelompok tani ternak dengan jumlah anggota 7146 peternak. Dalam arahannya Mentan menyampaikan bahwa sistem penjualan dewasa ini bisa dilakukan penawaran melalui e-pasar. Peternak dapat menawarkan ternaknya ke pembeli melalui internet sehingga harga bersaing dan pendapatan dan kesejahteraan peternak meningkat. Dalam kesempatan itu Mentan berkesempatan untuk melakukan penimbangan sapi. Harga jual sapi sesuai kesepakatan adalah Rp 18.000/kg/hidup dan sapi yang dibeli adalah sapi yang memiliki berat badan diatas 250 kg.

Lokasi ketiga yang dikunjung Mentan adalah Desa Oebelo Kecamatan Amanuban Selatan Kabupaten TTS. Di Desa tersebut Mentan menyerahkan bantuan pemerintah pusat termasuk bantuan benih dari BPTP NTT. Bantuan tersebut berupa 1 ton benih jagung (Varietas Lamuru dan Pit Kuning), 2 ton benih padi (Varietas Inpari 1, Inpari 6, Inpari 10, Ir 64, dan Ciherang), 0,5 ton benih kacang hijau (Varietas Vima I) dan 0,25 ton benih sorghum (Varietas Kawali). Dalam kesempatan itu Mentan juga meninjau lumbung pangan petani dan melakukan penanaman jagung. (Sumber: Lenny Dju dan Jefry Mandala).