JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Selamat datang di Web Site BPTP NTT __ Jln. Timor Raya Km. 32 Naibonat-Kupang-Nusa Tenggara Timur __ Tlp. 08113893766; PO BOX : 1022 Kupang 85000 __ email : bptp-ntt@litbang.pertanian.go.id

Media Sosial

 

Antusiasme  Petani  Pegiat  Bawang  Merah  Dan  Cabe  Di Kabupaten Belu Pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Petani/Pelaku Usaha Hortikultura Di Hotel Matahari Atambua.

Pada hari Kamis tanggal 17 Maret 2022, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) – Balitbangtan Nusa Tenggara Timur bersama tiem Ditjen Hortikultura Kementrian Pertanian melaksanakan Bimtek Peningkatan Kapasitas Petani/Pelaku Usaha Hortikultura di Hotel Matahari Atambua. Dalam kegiatan Bimbingan Teknis yang dibuka oleh Bapak Yohanis Fransiskus Lema, SIP, M.Si yang sekaligus memberikan sambutan dan arahan tentang Membangun Indonesia Tangguh Melalui Pembangunan Pertanian. Dalam arahan pembukaan kegiatan Bimtek Fransiskus Yohanis Lema memberikan wejangan kepada peserta bimtek agar bisa menggunakan waktu dan kesempatan untuk mengikuti materi bimtek dengan lebih serius sehingga dalam melaksanakan usahatani budidaya bawang merah  dan cabe bisa memperoleh hasil produksi yang lebih baik lagi dari hasil panen tahun yang lalu.

Dalam kegiatan bimtek tersebut dihadiri oleh Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Belu;  Gela A. Lay Rade, S.Pt dan Kepala Seksi Hortikultura Metty Fransiska Nahak, SP, dengan peserta sebanyak 50 orang petani,  yang tergabung dari 6 kelompok tani dari Desa Kabuna dan Desa Lawalu Tolus serta dua orang penyuluh pendamping.

Materi Bimtek disampaikan oleh tiga orang pemateri yakni; Arah Dan Kebijakan Pengembangan Kampung Hortikultura oleh Penanggung Jawab Pelaksana Ditjen Hortikultura Ernawati HR, SP,MM. Teknologi Budidaya Bawang Merah Asal Biji Spesifik Lokasi Lahan Kering Iklim Di NTT oleh Kristina Lako, SST dan materi ketiga adalah Kiat Sukses Budidaya Hortikultura oleh Gustianus Sinu, SP.

Mengenai teknik budidaya bawang merah asal biji untuk masyarakat petani Desa Kabuna sudah merupakan kegiatan usahatani setiap musim. Namun untuk pencegahan dan pengendalian hama penyakit bawang merah masih merupakan masalah yang sulit terpecahkan untuk para petani. Terlebih serangan layu fusarium dan bercak ungu pada bawang merah. Solusi yang disampaikan pada petani adalah : 1. Penggunaan bahan organik (bokashi dan biochar) sebagai pupuk dasar dengan dosis 2 kg/m2. 2. Perlakuan bibit sebelum ditanam dengan merencelupkan akar dan daun bawang pada larutan fungisida dengan dosis 2 sendok makan dicampur dengan  5 ltr air bersih. 3. Melakukan penyemprotan fungisida pada tanaman bawang mulai umur 10 hari setelah tumbuh di persemaian dan setiap 10 hari diareal pertanaman dengan dosis 3 sm/tangki 15 ltr.

Begitu pula dengan petani cabe dari Desa Lawalu Tolus yang keluhkan tanaman cabe sering terserang busuk akar dan layu fusarium. dianjurkan untuk melakukan perlakuan benih, dengan merendam benih dalam larutan pestisida selama 30 menit lalu ditiris dan dikering anginkan baru disemai. Selain itu melakukan penyemprotan fungisida pada media tanam, penggunaan pupuk kandang harus dalam keadaan benar – benar kering agar tidak memicu tumbuhnya jamur. Dan juga melakukan pencegahan dengan penyemrotan pestisida organik ataupun fungisida setiap 10 – 15 hari sekali. (Kristina Lako)