JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Selamat datang di Web Site BPTP NTT __ Jln. Timor Raya Km. 32 Naibonat-Kupang-Nusa Tenggara Timur __ Tlp. 08113893766; PO BOX : 1022 Kupang 85000 __ email : bptp-ntt@litbang.pertanian.go.id

Media Sosial

 

TEKNOLOGI BUDIDAYA TANAMAN PAKAN LAMTORO TARRAMBA SEBAGAI PAKAN BERKUALITAS.

PENDAHULUAN

Seperti pada pemberitaan sebelumnya bahwa salah satu tanaman pakan legum introduksi yang sudah beradaptasi dengan baik bahkan telah menjadi salah satu pakan berkualitas adalah tanaman legum pohon lamtoro tarramba. Tanaman lamtoro tarramba merupakan jenis legume yang dikenal dengan nama Leucaena leucocephala cv Tarramba, dan menjadi sangat populer di kalangan petani di propinsi NTT.  ‘Merambatnya’ penyebaran tanaman tersebut karena terjadinya proses adopsi yang cukup cepat di antara kalangan petani yang akhirnya juga menjadi perhatian pengambil kebijakan baik di tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten dan kota di NTT. Namun, hingga dibuatnya tulisan ini, karena proses diseminasi inovasi tersebut telah berjalan dengan baik dan cepat, maka  bukan hanya masyarakat tani di NTT saja yang sudah melakukan kegiatan pengembangannya, tapi sudah merambat ke berbagai provinsi di Indonesia bahkan sampai ke Timor Leste.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keistimewaan dari daging sapi yang diberi pakan lamotoro tarramba adalah lebih sehat karena rendah kandungan asam lemak jenuh, tinggi kandungan asam linoleate, daging embuk atau lembut, berair (juicy) dan segar.

BUDIDAYA TANAMAN LAMTORO TARRAMBA

Agar dapat dikembangkan dengan baik dan tidak tercampur dengan tanaman lamtoro lainnya seperti lamtoro gung dan lamtoro lokal, maka perlu pula disampaikan teknologi yang berkaitan dengan Budidaya Tanaman Lamtoro Tarramba tersebut, seperti halnya persiapan lahan, waktu tanam, konfigurasi tanam, kedalaman tanam, perlakuan benih sebelum ditanam,  waktu memanen hijauan, serta cara dan tinggi pemangkasan. Hal ini karena seperti produksi pada semua tanaman budidaya, performa legum lamtoro tarramba sangat dipengaruhi oleh pengelolaannya. Legum umumnya merupakan tanaman yang sangat tangguh, tetapi jika gagal menanam dan menumbuhkan populasi tanaman yang bermanfaat akan mengakibatkan produksi biomasa dan fiksasi nitrogen yang rendah.

  1. PERSIAPAN LAHAN

Metoda yang tepat untuk menyiapkan  lahan tergantung apakah tanaman tarramba ditanam sebagai sisipan dengan pangan, dengan tanaman pakan rumput  ataupun secara monokultur atau sebagai tanaman pagar.

Nah, untuk penanaman, sebaiknya lahan yang akan ditanami oleh tanaman lamtoro tarramba dibersihkan dari jenis tanaman lamtoro yang sudah

sebelumnya. Hal ini agar jika ingin memanen biji sebagai benih tidak tercampur dengan biji lamtoro lainnya, atau dengan kata lain untuk menjamin kemurnian benih lamtoro tarramba yang hasilkan.

  1. WAKTU TANAM

Waktu tanam terbaik bagi tanaman lamtoro tarramba adalah pada musim hujan yakni secara tanam pindah. Oleh karena itu perlu dipersiapkan anakan sejak sekitar bulan Oktober dan pada bulan Desember atau ketika masuk musim hujan anakan yang tersedia dapat ditanam di lahan yang sudah disiapkan.

  1. KONFIGURASI TANAM

Seperti telah disebutkan diatas, bahwa ada beberapa  sistem tanam yang dapat diterapkan dalam budidaya tanaman lamtoro tarramba, antara lain:

  1. Sistem monokultur. Dalam sistim monokultur maka lahan disiapkan memang semata-mata untuk penananam tanaman lamtoro tarramba. Untuk 1 (satu) ha, maka dibutuhkan jumlah anakan 5000 pohon dengan jarak tanam antar lorong adalah 2 (dua) meter dan jarak antara anakan adalah 1 (satu) meter.
  2. Sistem sisipan. Untuk sistim sisipan, maka tanamam lamtoro dapat ditanam dengan tanaman pakan jenis aneka rumput, atau juga dengan tanaman pangan seperti jagung. Untuk sistim sisipan dengan aneka rumput maka dapat dibuat dengan jarak antara baris lamtoro adalah 6 meter, dan jarak antar tanaman lamtoro adalah 2 meter. Sedangkan untuk jagung misalnya dapat ditanam 2 baris dengan jarak antara baris jagung adalah 50 cm dan jarak antar tanaman jagung adalah 20

Sedangkan bila ditanam campur dengan aneka rumput pakan, maka jarak antara barisan lamtoro adalah 6 meter, jarak antar tanaman lamtoro adalah 2 meter sedangkan untuk rumput maka dapat ditanami 2 (dua) baris rumput baik itu rumput odot atau gajah kerdil atau jenis rumput lainnya dengan jarak antara baris rumput adalah 50 cm dan jarak antara rumput adalah 50 cm.

  1. KEDALAMAN TANAM

Untuk kedalaman tanam sebaiknya dibuat lubang yang disesuaikan dengan ukuran kokeran/polibag bibit yang sudah disemaikan.

  1. PERLAKUAN BENIH SEBELUM DISEMAIKAN

Perlu untuk memeriksa kualitas benih sebelum tanam karena benih berkualitas buruk dan benih mati sering tampak sama dengan benih yang layak. Hal ini penting terutama jika benih sudah disimpan beberapa lama pada kondisi yang selalu berubah yang nantinya akan sangat berpengaruh terhadap daya tumbuh.

Relatif sederhana untuk menguji kualitas benih yang akan kita tanam. Benih yang tidak bernas kemungkinan akan memiliki daya tumbuh yang tidak baik. Benih tersebut bisa dibuang. Kotoran serangga dan lubang kecil menunjukkan kerusakan oleh serangga dan mungkin daya kecambah rendah. Atau, dapat pula direndam dalam air dan bila ada benih yang terapung hal itu menujukkan bahwa benih rusak dan dibuang.

Benih lamtoro tarramba yang akan disemaikan sebaiknya direndam selama semalam atau hingga biji terlihat membengkak yang menandakan akan timbul kecambah dari benih tersebut. Perendaman dilakukan dengan maksud agar ketika disemaikan dalam kokeran maka tidak menunggu waktu yang lama untuk berkecambah serta memastikan bawha benih tersebut baik dan dapat berkecambah dengan baik.

Bibit lamtoro yang sudah tumbuh sebaiknya dilakukan penyiraman sesuai kebutuhan agar tanaman dapat bertumbuh dengan baik dan hindari peletakana kokeran di bawah naungan agar bibit tersebut mendapatkan pencahayaan sinar matahari yang cukup setiap hari.

  1. WAKTU PANEN HIJAUAN

Hijauan pakan lamtoro tarramba sudah dapat dipanen ketika berumur 7 bulan hingga 1 tahun setelah tanam atau tergantung kondisi tanah tersebut.  Bahan yang dipanen bisa langsung digunakan sebagai pakan bagi ternak.

  1. CARA DAN TINGGI PEMANGKASAN

Pada umur 1-2 tahun biasaya tanama lamtoro tarramba telah mencapai tinggi 2 meter. Agar dapat menghasilkan biomasa yang lebih banyak, maka sebaiknya dilakukan pemangkasan setinggi 0,5-1 meter. Pemangkasan dapat dilakukan karena memang salah satu kelebihan dari tanaman legum lamtoro tarramba adalah tahan pemangkasan karena dari hasil penelitian bahwa lamtoro tarramba tahan pemangkasan bahkan di puncak musim kemarau sekalipun.

Namun bila ingin mendapatkan biji sebagai benih maka sebaiknya setelah pemangkasan tanaman dibiarkan untuk menghasilkan biji karena biji lamtoro dapat dijual dengan harga Rp. 50.000 per kilogram.

Salam inovasi (Onike Lailogo, Debora Kana Hau)