JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Media Sosial

BPTP NTT Terapkan tekhnologi pertanian di 167.000 Hektar Lahan Kering Wilayah NTT

 

Kupang,obor-nusantara.com Sesuai dengan tugas pokok BPTP NTT,yakni Melakukan kajian melalui penelitian dan identifikasi persoalan pertanian di wilayah NTT, hingga saat ini 50 persen lahan kering sudah dioptimalkan untuk peningkatan indeks pertanaman di tanah Flobamora.

 
Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Timur, Dr. Ir. Syamsuddin, M.Sc di Naibonat kabupaten Kupang menyampaikan hal tersebut kepada wartawan,senin,9 juli 2018. 
 
Menurutnya,Selain survey dan identifikasi persoalan sesuai dengan klaster wilayah,pihak BPTP juga melakukan uji coba di hampir setiap wilayah di Nusa Tenggara Timur 

“Petugas kami sudah tersebar disetiap wilayah di tiga pulau besar yang ada disini.uji coba kami sudah buatkan demplot di lahan petani dengan berbagai varietas tanaman sesuai potensi wilayah guna memaksimalkan lahan pasca panen tahun ini. teknologi langsung kami terapkan di lahan petani agar bisa cepat terserap oleh mereka.”jelasnya
 
Intervensi tekhnologi pertanian ini demi mengoptimalkan lahan yang berpotensi meningkatkan indeks pertanaman 2 kali tanam,baik itu padi,kacang hijau,kedele atau jagung. 
 
Dia juga menjelaskan bahwa Badan Penelitian dan pengembangan pertanian terus berupaya untuk Merakit tekhnologi sesuai kebutuhan wilayah ditempat ini Masalah yang ada di Nusa Tenggara Timur yang sangat krusial adalah persoalan air.Intervensi tekhnologi yang diterapkan saat ini sebagai solusi antara lain dengan pompanisasi,sumur dalam maupun sumur dangkal
 
Hal ini dilakukan demi tercapainya Target kementrian pertanian dalam memanfaatkan 5 juta lahan kering guna menambah ketersediaan pangan di indonesia “untuk wilayah NTT,targetnya 167.000 hektar.sampai saat ini sudah mencapai 50 persen lebih.dan tahun ini kami yakin bisa la target tersebut”tutupnya.(by kenzo)