JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Media Sosial

Petani Flotim Membudidayakan Bawang Merah Asal Biji

Saat ini BPTP NTT melakukan pendampingan budidaya bawang merah asal biji pada petani di Kabupaten Flores Timur.
 
"Saat ini memasuki tahap pemindahan bibit dari persemaian ke lahan pemeliharaan sampai panen" demikian penjelasan Dr Ben deRosari sebagai penanggungjawab kegiatan ini.

Budidaya bawang merah asal biji atau TSS (true seed of shallod) merupakan suatu inovasi untuk petani di NTT khususnya di Flotim. Kegiatan ini dilakukan di kelompok tani Tibu Tawan Desa Kiwang Ona dan kelompok tani Tala Hia Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur.
 
Kehadiran BPTP Balitbangtan NTT mulai dirasakan manfaatnya oleh kedua kelompok tani ini. Hal tersebut diungkapan oleh ketua poktan Tibu Tawan dan poktan Tala Hia.
 
"Kami di desa ini baru pertama kali mendapatkan bimbingan langsung dari Litbang Pertanian, terutama dari BPTP NTT, apalagi kami langsung diperkenalkan dengan teknologi budidaya bawang merah asal biji/TSS", demikian ungkapan Anton Suban Doni, ketua poktan Tibu Tawan dan Yohanes Kopong Sabon, ketua kelompok Karang Taruna Tala Hia.
 
Pendampingan Kawasan Hortikultura BPTP NTT ini fokus pada budidaya bawang merah asal biji, yang memiliki beberapa kelebihan dibanding menggunakan umbi.
 
"Menggunakan biji biayanya lebih rendah dibanding biaya benih umbi, lebih mudah membawa karena volumenya kecil, kebutuhan benih per ha hanya 4-5 kg, hanya waktunya lebih panjang, kalau menggunakan benih asal umbi 2 bulan sudah bisa panen, kalau biji sampai 3,5 bulan"demikian penjelasan Dr Ben deRosari yang melakukan pendampingan di kelompok tani tersebut.
 
Dengan hadirnya kegiatan BPTP Balitbangtan NTT berupa Pendampingan Kawasan Hortikultura Budidaya Bawang merah, petani setempat termotivasi dengan adanya inovasi.
 
"Kami siap untuk didampingi dan jangan hanya bawang merah saja tetapi kegiatan lain harap masuk di desa ini melalui pandampingan BPTP Balitbangtan NTT", harap Anton Suban Doni.
 
BPTP NTT sebagai perpanjangan tangan Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian bertanggungjawab untuk memperkenalkan teknologi baru ke petani.
 
"Penderasan teknologi ke pengguna terus dilakukan sehingga pertanian semakin maju, bangsa berjaya dan rakyatnya sejahtera" demikian Dr.Ir. Syamsudin, Kepala BPTP NTT. (Alfons Koli).