JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Media Sosial

Petani Flotim Berani Melakukan Penjarangan Tanaman Jambu Mete 1.000 Ha


Petani Flotim Berani Melakukan Penjarangan Tanaman Jambu Mete 1.000 Ha

Launching perdana pelaksanaan kegiatan peremajaan, pemangkasan dan penjarangan pertanaman perkebunan jambu mete seluas 1.000 ha, di desa Balukhering.


Larantuka, 10 Pebruari 2018. Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, launching perdana pelaksanaan kegiatan peremajaan, pemangkasan dan penjarangan pertanaman jambu mete seluas 1.000 ha pada 10 Pebruari 2018 di desa Balukhering, kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur. Dihadiri oleh berbagai pihak yaitu : Bupati Flotim dan jajarannya, Kepala Balittro Bogor, Kasie KSPP dan penyuluh BPTP NTT, Kepala dan penyuluh/peneliti KP Maumere, para kepala diinas dan jajarannya, Dandim, Kapolres, Para Camat, para kepala desa, para kepala Balai Penyuluhan Kecamatan, para penyuluh, para ketua Gapoktan, masyarakat petani

Kehadiran bapak Gubernur NTT beserta pihak lainnya dalam acara ini untuk memberikan motivasi dan dukungan moril kepada pekebun agar tetap bersemangat melakukan penjarangan tanaman jambu metenya, mengingat sebelumnya secara sosialmereka enggan untuk melakukan penjarangan.

Dalam kesempatan ini, bapak Gubernur menyampaikan harapan untuk meningkatkan produksi jambu mete yang sekarang sekitar 700 kg/ha menjadi 1,5 - 2 ton/ha, melakukan hal yang sama di lahan 27.000 lainnya. Jika tiap tahun 1.000 ha, maka memerlukan waktu 27 tahun untuk menyelesaikan penjarangan di 27.000 ha pertanaman jambu mete, oleh karena itu perlu melakukan swadaya, gotong royong, pergiliran penggunaan mesin sensor.

Selanjutnya beliau juga mengingatkan bahwa jangan kirim gelondong mete namun sebaiknya diolah terlebih dahulu guna mendapatkan nilai tambah yang lebih tinggi. Kelapa dalam juga harus diperhatikan peremajaanya, karena kelapa dalam terbaik ada di Adonara, Flotim.Selain itu, beliau juga memohon dukungan dari jajaran kementerian pertanian

Bupati Flotim, Antonius Hubertus Gege Hadjon, menyampaikan bahwa visinya adalah “Selamatkan Tanaman Rakyat Flotim”. Penjarangan tanaman jambu mete ini dapat meningkatkan produktivitas. Dengan melakukan penjarangan dapat memberikan pencahayaan yang cukup kepada tanaman.

Beliau memberikan contoh testimoni bahwa ada seorang petani yang telah melakukan penjarangan tanaman jambu metenya beberapa tahun yang lalu dan menyampaikan kepada beliau pada tahun 2016 bahwa produksi tanaman jambu metenya meningkat dari 400 kg/ha menjadi 1,5 ton/ha.

Untuk mensukseskan gerakan ini, diberikan bantuan sensor mini dan sensor besar yang bersumber dari Kementerian Pertanian melalui Distan Provinsi sebanyak 40 unit dan Dana APBD sebanyak 70 unit. Selanjutnya beliau mengatakan, setelah dilakukan penjarangan, lahan-lahan diantara barisan tanaman jambu mete dapat dimanfaatkan untuk tanaman jagung, padi gogo dan sorgum untuk mencukupi ketersediaan pangan.

Kepala Dinas Pertanian Flotim melaporkan bahwa pada tahun 2018 ini akan dilakukan penjarangan tanaman 1.000 ha di 35 desa yang berada di 5 kecamatan di Flotim.Strategi yang digunakan adalah melatih penyuluh (TOT), detashering penyuluh di desa, membentuk brigade operator sensor, menggandeng kerjasama dengan BPTP Balitbangtan NTT.

Terkait dengan gerakan ini, BPTP Balitbangtan NTT telah melakukan inisiasi dukungan sejak tahun 2017 melalui kegiatan pendampingan kawasan pertanian tanaman perkebunan berupa pendampingan inovasi teknologi penjarangan dan pemangkasan tanaman jambu mete dan tanaman sela empon-emponan diantara barisan tanaman jambu mete. Kegiatan tersebut dilaksanakan di desa Tiwatobi dan desa Lewohala, kecamatan Ilemandiri. (MR).