Yang Merambat Walau Tak Merambat (Bagian III)

Berita

Yang Merambat Walau Tak Merambat (III)
Keunggulan, Budidaya dan Prospek Pengembangan Tarramba


Keunggulan Tarramba. Tarramba memiliki fase pertumbuhan yang sangat cepat, terutama pada tanah-tanah dengan kesuburan yang baik, seperti tanah hitam vertisol berpasir di Naibonat. Pada jenis tanah tersebut Tarramba mampu mencapai tinggi tanaman > 11 meter hanya dalam waktu 12 bulan.

Selain itu, Tarramba sangat tahan terhadap kekeringan dan mampu menghasilkan hijauan segar berkualitas tinggi ketika semua jenis rumput telah mengering di NTT. Tarramba juga lebih banyak menghasilkan daun dibandingkan dengan jenis lamtoro sebelumnya (K28, K500 dan lainnya), dan lebih disukai ternak sapi dibandingkan dengan jenis lamtoro sebelumnya, serta menghasilkan pertumbuhan batang yang lurus dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan kayu bangunan kandang sederhana atau untuk kerangka kusen pintu dan jendela.

Tarramba sangat tahan kekeringan karena mempunyai sistem perakaran yang dalam sehingga mampu memanfaatkan air tanah yang dalam selama kemarau dan karenanya mampu terus menghasilkan hijauan segar pada kondisi sangat kering.

Lamtoro Tarramba, sangat tahan kekeringan dan pemangkasan merangsang pertumbuhan daun berkualitas tinggi selama kemarau (gambar kiri) ketika kebanyakan rumput telah mengering dengan kualitas yang sangat rendah dan sangat disukai ternak (gambar kanan).

Budidaya
Lamtoro Tarramba sebaiknya ditanam dengan menggunakan anakan yang sudah disiapkan 1-2 bulan sebelum musim hujan (dengan membuat anakan di polybag), untuk mengatasi permasalahan lamtoro yang sangat tidak mampu berkompetisi pada masa anakan dengan tanaman lain.

Penanaman juga dapat menggunakan cara tugal benih langsung, tetapi harus diikuti dengan pembersihan gulma yang baik. Penanaman juga dapat dengan menggunakan cara stump (anakan persemaian berumur 6 bulan s/d 1 tahun, dicabut, pangkas semua daun dan sebagian akar ditinggal 10-15 cm) dan ditanam ke lahan pada waktu curah hujan sudah merata.

Tanaman L. leucocephala cv. Tarramba sudah mulai dapat dimanfaatkan pakan dengan pemangkasan ketika mencapai umur 10-14 bulan, dengan produksi hijauan yang terus meningkat mengikuti umur tanaman.

Prospek Pengembangan Tarramba.
Dengan sudah cukup banyak kegiatan penelitian dan pengkajian Lamtoro Tarramba di lapang, perlu dibuatkan kelembagaan dimana peternak dapat memproduksi dan mengolah Tarramba untuk memenuhi kebutuhan pakan yang terbatas di musim kemarau.

Secara Nasional, dapat dilakukan introduksi Lamtoro Tarramba ke daerah yang adaptif untuk penanaman dan pemanfaatan pakan berkualitas ternak berbasis legume pohon utuk keperluan penggemukan atau breeding ternak sapi. Salam Inovasi .... (onike-tl dan debora-kh)



Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi :
Ir. Debora Kana Hau, M.Si.
Peneliti Peternakan BPTP Balitbangtan NTT
Jl.Timor Raya Km.32 Naibonat-Kupang, NTT
Telp.+ 62 81339467646 E_mail : Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya

English Version

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday100
mod_vvisit_counterYesterday193
mod_vvisit_counterThis week552
mod_vvisit_counterLast week830
mod_vvisit_counterThis month3571
mod_vvisit_counterLast month5174
mod_vvisit_counterAll days353772

Online (20 minutes ago): 4
Your IP: 54.162.105.6
,
Today: Apr 25, 2018