JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Media Sosial

BPTP Balitbangtan NTT Dukung Pertanian Wilayah Perbatasan

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian NTT, Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian siap dan selalu mendukung upaya pemerintah daerah untuk memajukkan pembangunan pertanian di wilayahnya. 

Khusus kabupaten wilayah perbatasan negara, sebagai teras depan NKRI harus didukung menjadi wilayah yang maju dan masyarakatnya sejahtera. Demikian penegasan yang disampaikan Kepala BPTP Balitbangtan NTT, Dr. Ir. Syamsuddin, MSc disaat memberikan sambutan pada acara penanaman serentak padi RPM dan Upsus MT I 2017/2018 di hamparan Harekakaen, Desa Wehali Kecamatan Malaka Tengah, kamis, 25/1/2018.

Kementerian Pertanian melalui berbagai program terus selalu mendukung dan mendorong pembangunan pertanian wilayah perbatasan. Badan Litbang Pertanian mendukungnya dengan menyediakan dan mendiseminasikan inovasi pertanian, lanjut Dr. Syamsuddin. Inovasi yang dimaksud seperti jajar tanam legowo 2:1 dengan jarak tanam rapat 10 cm dalam baris, 1-2 bibit saja per lubang, VUB padi misalnya di Malaka dengan Inpari 6, 10, 30, 32, dan lain-lain. Inovasi umur pindah bibit muda kurang dari 21 hari, dan pengendalian OPT dan gulma secara terpadu. Inovasi-inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan produksi padi secara lebih baik.

Lebih lanjut disebutkan, Tahun 2018, khususnya BPTP Balitbangtan NTT memiliki kegiatan perbatasan, maka wilayah-wilayah perbatasan NTT dengan negara Timor Leste akan didampingi untuk pembangunan pertanian. Pendampingan yang dilakukan oleh BPTP Balitbangtan NTT dari pendampingan oleh SDM tenaga peneliti, penyuluh, dan teknisi lapangan, juga inovasi maju spesifik lokasi.

Kegiatan penanaman serentak padi RPM dan Upsus MT I 2017/2018 itu dihadiri Bupati Malaka yang diwakili Asisten I Sekda Malaka, Ketua DPRD Malaka, Dandim Belu, Kapolres Belu, Komandan Pamtas, Kepala BPTP Balitbangtan NTT, Pimpinan OPD Kabupaten Malaka, para camat, Kepala Desa, pimpinan bank, petani dan undangan lainnya.

Kegiatan penanaman serentak diawali dengan penjelasan teknis penanaman padi jajar legowo oleh peneliti BPTP Dr. Bernard deRosari yang sekaligus juga sebagai anggota Tim Pakar RPM (BdR).