Peneliti dan Penyuluh Masih Saling Membutuhkan

Berita

Kegiatan Temu Teknis harus menjadi kegiatan yang sama pentingnya dengan pertemuan-pertemuan lainnya. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten TTS dalam sambutannya ketika membuka kegitan Temu Teknis Peneliti, Penyuluh dan Petani Mendukung Program Strategis Kementerian Pertanian dan Peningkatan Kapasitas Penyuluh di Aula Pertemuan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Timor Tengah Selatan, 06 Desember 2017 pukul 09.00. 

Selanjutnya dikatakan bahwa semua peserta dapat mengikuti pertemuan dengan baik demi menunjang kegiatan-kegiatan penyuluhan di tempat masing-masing. 

Kegiatan ini diikuti oleh 67 peserta yang terdiridari 54 orang penyuluh pertanian kabupaten TTS dan 13 orang peneliti dan penyuluh BPTP Balitbangtan NTT. 

Hadir sebagai nara sumber adalah Ir. Charles Y. Bora, M.Si dengan dua materi masing-masing tentang Peningkatan Index Pertanaman Padi, dan Pola Tanam Jarwo Super. Selain itu, Dr. Evert Yulius Hosang dengan materinya tentang Peningkatan Produktifitas Jagung di NTT. Sedangkan Ir. Irianus Rejeki Rohi, M.Si tentang Teknologi Budidaya Kedele di NTT. 

Pada prinsipnya peneliti dan penyuluh masih saling membutuhkan. Dalam artian, kedua fungsional tersebut harus saling mendukung dalam pelaksanaan pembangunan pertanian di Nusa Tenggara Timur khususnya di Kabupaten Timor Tengah Selatan. (Onike Lailogo)

English Version

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday102
mod_vvisit_counterYesterday193
mod_vvisit_counterThis week554
mod_vvisit_counterLast week830
mod_vvisit_counterThis month3573
mod_vvisit_counterLast month5174
mod_vvisit_counterAll days353774

Online (20 minutes ago): 5
Your IP: 54.162.105.6
,
Today: Apr 25, 2018