Kementan Toreh Sukses Lagi, Ekspor Bawang Merah

Berita

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Amran Sulaiman hari ini (Kamis, 12/10), yang diwakili oleh Staf Ahli Menteri (SAM) bidang Infrastruktur Dr. Ani Handayani kembali menoreh sejarah melepas eksport 30 ton bawang merah ke negara tetangga, dan kali ini ekspor kenegara Republik Demokratik Timor Leste (RDTL). 

Kegiatan eksport kali ini yang bertema “Launching Eksport Komoditas Pertanian dan Gebyar SIWAB di Perbatasan R.I. – Timor Leste di Nusa Tenggara Timur, dilaksanakan di kilometer nol, pada pintu keluar Pos Batas Luar Negeri (PLBN) di Motamasin, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan eksport ini merupakan eksport perdana komoditas hortikultura di wilayah perbatasan R.I dan negara tetangga lainnya. 

Sebelum truk yang membawa komoditas bawang merah melintasi batas wilayah kedua negara ini terlebih dahulu dilakukan penyerahan serangkai bawang merah pada titik nol kilometer dan memecah kendi pada truk pembawa bawang merah Menteri Pertanian R.I. kepada Menteri Petanian dan Perikanan RDTL Dr. Estanislau Alexio da Silva yang diwakili oleh Joanita Bendita da Costa Jong sebagai Dirjen Peternakan. 

Acara ini hadir 49 delegasi RDTL yang dipimpin oleh Dirjen Peternakan. Menurut Amran, eksport kali merupakan bagian secara bertahap untuk memenuhi permintaan RDTL sebanyak 200 ton. Acara ini menjadi semarak karena disuguhi oleh tarian Likurai dan Bidu dan ucapan selamat datang secara adat Hase Hadaka oleh tua adat setempat yang juga disaksikan oleh seribu undangan. 

Hadir dalam acara ini, para pejabat dari unsur kementerian Pertanian diantaranya adalah, Dirjen PKH, Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Kepala Pusat Puslitbang Hortikultura, Kepala Puslitbang Peternakan, Staf Ahli Menteri bidang Bio-industri. 

Hadir pula Gubernur NTT yang diwakili Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT, Pangdam IX Udayana dan jajarannya, Bupati Malaka (dr. Stef Bria Seran, M.PH), Bupati Belu (Wily Lay, SH), Bupati Sabu Raijua (Drs. Nikodemus Rihi Heke, M.Si) serta para pejabat propinsi NTT, diantaranya adalah Kepala Dinas Pertanian NTT, Kepala Dinas Peternakan NTT. 

Dalam sambutan bupati Malaka yang bertindak sebagai tuan rumah dalam acara ini menyampaikan terimakasi atas perhatian Menteri Pertanian atas segala bentuk dukungannya, dimana kontribusinya telah terwujud hari ini, dimana Malaka sebagai kabupaten pemekaran yang baru, ternyata mampu mengeksport bawang merah. 

Kontribusi yang telah diberikan oleh menteri Pertanian, telah menggenjot kinerja program unggulan pemerintah kabupaten Malaka, yaitu Program Revolusi Pertanian Malaka (RPM). Ditegaskan bahwa,melalui RPM pada tahun pertama dalam program ini telah meyakinkan melalui produksi bawang merah sebanyak 461 ton sampai saat ini dan masih terus bertambah, karena masih ada petani yang siap memanen. 

Setelah melakukan acara Launching, dilajutkan dengan gebyar SIWAB yaitu melakukan inseminasi buatan pada 12 ekor sapi dan menampilkan 200 ekor sapi betina yang siap bunting. Kegiatan ini dibuka oleh Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH). 

Sekalipun acara ini tidak langsung dihadiri oleh Menteri Pertanian, tetapi komunikasi menteri dilakukan secara live melalui secara oleh RRI Pro-3 nasional. Pesan menteri bahwa, kementerian pertanian akan terus menggenjot kinerja pertanian di wilayah perbatasan NTT dan RDTL yang dianggap sebagai teras depan NKRI. Oleh karena itu, masyarakat terus menjaga semangat usahatani agar tidak terjadi kekurangan pangan di wilayah ini (Dr. Tony Basuki)

English Version

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday101
mod_vvisit_counterYesterday193
mod_vvisit_counterThis week553
mod_vvisit_counterLast week830
mod_vvisit_counterThis month3572
mod_vvisit_counterLast month5174
mod_vvisit_counterAll days353773

Online (20 minutes ago): 5
Your IP: 54.162.105.6
,
Today: Apr 25, 2018