JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Integrasi Tanaman Pangan dengan Pakan Ternak

Integrasi Tanaman Pangan dengan Pakan Ternak

Kerja sama ACIAR dengan BPTP-Balitbangtan NTT Dalam bentuk DEMONSTRASI  tumpang sari...

Mahasiswa Magang:  “Kami Peroleh Banyak Ilmu dari BPTP NTT”

Mahasiswa Magang: “Kami Peroleh Banyak Ilmu dari BPTP NTT”

Magang, dibeberapa universitas merupakan salah satu mata kuliah yang wajib  diprogramkan...

Bupati Malaka Kagum Lihat Desa Barada dan Lakukan City Tour

Bupati Malaka Kagum Lihat Desa Barada dan Lakukan City Tour

Stefanus Bria Seran menyatakan rasa kagum dan bangganya, setelah melihat langsung...

Double Track Jagung NASA-29 Melalui Kegiatan Kaji Terap

Double Track Jagung NASA-29 Melalui Kegiatan Kaji Terap

Selasa, 14 Agustus 2018. BPTP NTT melakukan diseminasi inovasi teknologi jagung hibrida...

  • Integrasi Tanaman Pangan dengan Pakan Ternak

    Integrasi Tanaman Pangan dengan Pakan Ternak

    Wednesday, 15 August 2018 23:53
  • Mahasiswa Magang:  “Kami Peroleh Banyak Ilmu dari BPTP NTT”

    Mahasiswa Magang: “Kami Peroleh Banyak Ilmu dari BPTP NTT”

    Wednesday, 15 August 2018 00:04
  • Bupati Malaka Kagum Lihat Desa Barada dan Lakukan City Tour

    Bupati Malaka Kagum Lihat Desa Barada dan Lakukan City Tour

    Tuesday, 14 August 2018 23:48
  • Double Track Jagung NASA-29 Melalui Kegiatan Kaji Terap

    Double Track Jagung NASA-29 Melalui Kegiatan Kaji Terap

    Tuesday, 14 August 2018 06:50

Info Teknologi

TINGKATKAN PRODUKSI DENGAN SISTEM TANAM JAJAR LEGO...
23 Apr 2012 02:20 - Administrator

SUCCESS STORY

Berbicara tentang Legowo tentunya tak dapat dipisahkan dengan sistem usahatani padi sawah yang juga sangat berkaitan dengan penggunaan varietas unggul baru. Legowo yang secara harafiah be [ ... ]

Selengkapnya
Mengurangi Dampak Perubahan Iklim Pada Padi
15 Sep 2011 00:26 - Administrator

Ancaman perubahan iklim terhadap padi tidak boleh dipandang remeh. Padi adalah makanan pokok 3 milyar penduduk bumi termasuk jumlah terbanyak dari 1 juta warga miskin dunia. Kebutuhan beras masih akan [ ... ]

Selengkapnya
Artikel lainnya

Media Sosial

Peneliti BPTP NTT Terlibat Workshop Gas Rumah Kaca

Bogor (17/7). BPTP NTT mengutus seorang Peneliti Senior, Ir. Ati Rubiaty, M.Sc., ikut dalam Workshop Pelatihan Peningkatan Kompetensi dan Pengetahuan Peneliti tentang Emisi Gas Rumah Kaca di Bogor selama tiga hari sejak 16 sampai 20 Juli 2018.
Acara yang berlangsung di The Sahira Hotel ini bertujuan   mendukung target penurunan Emisi Tahun 2020.

Salah satu output dari workshop ini adalah kemampuan Peneliti dalam mengukur  Emisi gas rumah kaca (GRK) dengan dengan bantuan  software ALU Tool.

Fokus dari pelatihan ini ditekankan pada  kemampuan peneliti lingkup Badan Litbang Pertanian untuk  mengukur dan penghitung emisi gas rumah kaca (GRK) sektor peternakan.

Workshop ini di buka oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Dr. Ir. Muhammad Syakir. M.S. Dalam sambutannya, Syakir  menyatakan "Saya memandang topik dalam Workshop ini sangatlah strategis. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung program pemerintah Indonesia untuk mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebanyak 26% pada tahun 2020. Diharapkan pada tahun 2030 akan menurunkan emisi dari semua sektor sebesar 29% dengan usaha sendiri atau sampai 41% dengan bantuan pendanaan dari luar negeri.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian teori mengenai perubahan iklim, emisi GRK
oleh Dr. Joel Gibbs dar New Zeland dan disusul dengan pemaparan bagaimana mengukur serta menghitung emisi GRK peternakanoleh Dr. Stefan Muetzel,  dari New Zeland.

Pelatihan dilanjutkan dengan penjelasan panduan IPCC 2006 (dengan fokus ternak di sektor AFOLU) oleh Dr.Leandro Buendia dari Filipina.

Pelatihan diikuti oleh sebanyak 36 peserta yang terdiri dari 26 peneliti BPTP, 2 peneliti Balitnak, 3 peneliti Puslitbangnak, 2 peneliti Lolit Sapi Potong, 2 peneliti Lolit Kambing Potong dan satu peneliti Balingtan.

Selain acara pelatihan di kelas, peserta juga melakukan praktek lapangan ke  Balai Penelitian Ternak Ciawi untuk melihat langsung secara dekat cara pengukuran gas metan.

Untuk diketahui bahwa, Workshop dan Pelatihan ini merupakan bagian dari  kegiatan Agroinovasi Balitbangtan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, yang dibiayaioleh   Sustainable Management of Agricultural Research and Tecnology Dissemination (SmartD) Project (AR &TB)