JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
BPTP NTT Akan Beri Bekal Pengetahuan dan Teknologi Pertanian Kepada Warga Binaan Lapas Kelas II A Kupang

BPTP NTT Akan Beri Bekal Pengetahuan dan Teknologi Pertanian Kepada Warga Binaan Lapas Kelas II A Kupang

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan NTT mengawali kerjasama dengan...

Biofungisida Trichoderma Menjadi Harapan Baru Pengendalian Busuk Buah Bagi Pekebun Kakao Di Desa Munerana Dan Bloro Sikka

Biofungisida Trichoderma Menjadi Harapan Baru Pengendalian Busuk Buah Bagi Pekebun Kakao Di Desa Munerana Dan Bloro Sikka

Sampai saat ini pekebun kakao di kabupaten Sikka khususnya di Desa Munerana Kecamatan...

Kementan bersama BPTP Balitbangtan NTT Sosialisasi 600 Teknologi Inovatif

Kementan bersama BPTP Balitbangtan NTT Sosialisasi 600 Teknologi Inovatif

Kementerian Pertanian (Kementan) RI melalui Pusat Perpustakaan dan Penyebaran...

  • BPTP NTT Akan Beri Bekal Pengetahuan dan Teknologi Pertanian Kepada Warga Binaan Lapas Kelas II A Kupang

    BPTP NTT Akan Beri Bekal Pengetahuan dan Teknologi Pertanian Kepada Warga Binaan Lapas Kelas II A Kupang

    Thursday, 27 December 2018 07:16
  • Temu Aplikasi Paket Teknologi ( APTEK) Pertanian  BPTP NTT Mendukung  Peningkatan Komunikasi, Koordinasi,  dan Diseminasi Hasil Inovasi  Badan Litbang Pertanian

    Temu Aplikasi Paket Teknologi ( APTEK) Pertanian BPTP NTT Mendukung Peningkatan Komunikasi, Koordinasi, dan Diseminasi Hasil Inovasi Badan Litbang Pertanian

    Thursday, 13 December 2018 09:34
  • Biofungisida Trichoderma Menjadi Harapan Baru Pengendalian Busuk Buah Bagi Pekebun Kakao Di Desa Munerana Dan Bloro Sikka

    Biofungisida Trichoderma Menjadi Harapan Baru Pengendalian Busuk Buah Bagi Pekebun Kakao Di Desa Munerana Dan Bloro Sikka

    Wednesday, 12 December 2018 05:29
  • Kementan bersama BPTP Balitbangtan NTT Sosialisasi 600 Teknologi Inovatif

    Kementan bersama BPTP Balitbangtan NTT Sosialisasi 600 Teknologi Inovatif

    Tuesday, 11 December 2018 16:12

Info Teknologi

TINGKATKAN PRODUKSI DENGAN SISTEM TANAM JAJAR LEGO...
23 Apr 2012 02:20 - Administrator

SUCCESS STORY

Berbicara tentang Legowo tentunya tak dapat dipisahkan dengan sistem usahatani padi sawah yang juga sangat berkaitan dengan penggunaan varietas unggul baru. Legowo yang secara harafiah be [ ... ]

Selengkapnya
Mengurangi Dampak Perubahan Iklim Pada Padi
15 Sep 2011 00:26 - Administrator

Ancaman perubahan iklim terhadap padi tidak boleh dipandang remeh. Padi adalah makanan pokok 3 milyar penduduk bumi termasuk jumlah terbanyak dari 1 juta warga miskin dunia. Kebutuhan beras masih akan [ ... ]

Selengkapnya
Artikel lainnya

Media Sosial

"Temu Lapang Kerja Bersama BPTP NTT, FAO PMU Kupang dan Petani"

Sebagai salah satu bagian dari kegiatan Project Steering Committe Meeting  dilaksanakan kegiatan Temu Lapang  Project  Steering Committee kerjasama FAO, AUSAID dan Litbangtan RI (BPTP NTT). Peserta Temu lapang merupakan peserta Project Steering Committe Meeting yang terdiri dari unsur Bappenas, Badan Litbang Pertanian, Dinas Pertanian provinsi NTT, Undana, Direktur Serealia, perwakilan Dinas Pertanian provinsi Sulawesi Selatan dan perwakilan Dinas Pertanian provinsi Sulawesi Tengah, BBPP Noelbaki, BPTP NTT, dan petani  dipandu oleh Ir. Deby Kana Hau, MSi peserta diarahkan tentang kegiatan yang telah dilaksanakan atas kerja bersama Litbang Pertanian (BPTP NTT), FAO PMU Kupang dengan petani khususnya Kelompok Tani Setetes Madu (20 anggota) dan kelompok tani Tunas Muda (16 anggota) desa Camplong 2 kecamatan Fatuleu kabupaten Kupang.

Penyampaian pengalaman melaksanakan kegiatan oleh ketua kelompok tani Setetes Madu tentang proses persiapan dan pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan yang bekerjasama dengan pihak-pihak lembaga pemerintah dan lembaga non pemerintah seperti 1) Pendampingan oleh BPTP NTT tahun 2014/2015, 2) Pendampingan  FAO tahun 2016.  Pembuatan lubang tanam dengan berbagai ukuran dimana masing-masing lubang diisi dengan berbagai bahan organik sebagai sumber unsur hara bagi tanaman, 3) Bantuan kelompok dan perseorangan penyediaan bibit benih dll.

Kepada peserta, kepala desa camplong 2 menyatakan bahwa wilayah desa Camplong 2; 1) merupakan wilayah pengembangan pertanian lahan kering dengan ternak khususnya ternak sapi, 2) perlunya perubahan pola pikir masyarakat melalui keterlibatan dalam program kegiatan untuk meningkatkan produksi pertanian lahan kering.

Diskusi terbangun diantara peserta dengan pelaku-pelaku kegiatan tentang apa yang telah dilakukan dan langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan demi keberlanjutan kegiatan yang telah dilakukan di kelompok tani Setetes Madu dan kelompok Tunas Muda. Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan seluruh peserta temu lapang pada lahan kelompok yang  menerapkan komponen teknologi konservasi pada lahan kering terutama lahan batu bertanah menjadi lahan pertanian yang produktif. (IRR)