JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Media Sosial

Wow, Akhirnya Petani Binaan BPTP NTT, Mampu Capai Potensi Genetik Var. Lamuru

Kupang, Kelompok tani Satu Hati, Desa Oeteta di Kabupaten Kupang yang berjumlah 21 anggota  dan diketuai oleh Bernadus Litto mampu memproduksi jagung varietas Lamuru dengan produktivitas 7,8 ton/ha.

Produktivitas ini telah melampaui potensi genetik varietas Lamuru yaitu, 6.5 ton/ha.

Capaian prestasi petani ini terungkap pada saat panen kemarin 19/10 dan sampai saat ini masih sedang berlangsung pada hamparan 2 ha.

Perasaan senang dan gembira ini diungkapkan oleh salah seorang petani anggota  Osias Ndii ketika saat bertemu di lahan saat mereka bekerja panen dan sekaligus memipil menggunakan mesin.

Diakui Ndii bahwa capaian hasil yang luar biasa ini karena faktor pendampingan intens oleh para peneliti dan penyuluh BPTP NTT sejak penanaman pada pertengahan Juli lalu.

Untuk diketahui bahwa jagung lamuru yang diproduksi ini diperuntukan untuk Benih kelas Benih Penjenis berlabel ungu. Menurut Paulina Lopung, yang juga anggota kelompok tani tersebut bahwa mereka mencoba menghitung pendapatan kotor dari lahan ini maka mereka akan memperoleh 112 juta rupiah dengan asumsi bahwa harga benih 8 ribu/kg. Karena itu, kata Lopung bahwa mereka dipastikan akan terus menanam jagung karena mereka sudah mendapat ilmunya.

Untuk diketahui bahwa kegiatan pendampingan ini merupakan Kegiatan Sekolah Lapang Mandiri Benih Jagung yang dilakukan oleh BPTP NTT TA.2018. Kegiatan ini tidak terlepas dari kegiatan yang sama di desa Maukabatan, Kecamatan Biboki Anleu, TTU seluas 3 ha, serta perbanyakan benih padi di desa Tupan, Batu Putih, TTS menggunakan varietas INPARI 41. Benih padi ini juga diperbanyak di desa Maukabatan seluas 2 ha menggunakan varietas INPARI 6. Hal ini disampaikan pj. Kegiatan Dr. Evert Hosang yang didampingi penanggungjawab lapangan Dominika Menge, S.ST. (tb)