JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Media Sosial

Tidak Mau Ketinggalan dengan Mahasiswa, PAUD Siloam Asam Tiga Datang Wisata Belajar di BPTP NTT

Pembelajaran yang dilakukan di sekolah tidak hanya berupa kegiatan di dalam kelas. Proses belajar mengajar sehari-hari dapat dilakukan di luar kelas. Salah satunya dengan proses belajar yang nyata.

Bentuk proses nyata yang dapat dilakukan adalah kegiatan yang turut membawa siswa melihat/mengamati secara langsung pada objek pemebelajaran,  di antaranya mengunjungi KBI dan Perbenihan jeruk keprok di BPTP NTT yang di pandu oleh Emanuel Mau Buti, SST

Kegiatan tersebut membawa murid-murid dalam pendalaman dan memperluas wawasan yang berorientasi  pada pembelajaran kontekstual serta menjadikan wawasan untuk membekali murid-murid Paud Siloam Asam Tiga, Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang

BPTP NTT terpilih sebagai wahana pembelajaran oleh Paud Siloam karena terdapat beberapa kegiatan yang dibutuhkan pengenalan atau pembelajaran siswa Paud Siloam, ungkap Kepala Sekolah, Martha Lesik, S.Th

Lanjutnya, Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata dan mendorong murid-murid untuk meningkatkan pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif, yakni: konstruktivisme (Constructivism), bertanya (Ques­tionin,g), mencmukan (Inquiry), masyarakat belajar (Learning Community), pemodelan (Modeling), dan penilaian sebenarnya (Authentic Assessment).

Proses belajar dalam studi wisata  bertujuan melakukan pengamatan secara langsung dalam situasi objek  yang dikunjungi untuk selanjutnya melakukan diskusi atau tukar pendapat tentang objek tersebut, memberikan suasana baru bagi guru dan siswa dalam proses pembelajaran sehingga mampu membangkitkan motivasi  untuk meningkatkan kinerja mereka.

Adapun manfaat dari studi wisata ini adalah saling bertukar pengalaman bagi guru dan murid dari objek yang dikunjungi, untuk mempererat persaudaraan maupun kekeluargaan antara guru dan murid, menghilangkan kejenuhan belajar di kelas dan mempererat hubungan silaturahmi antara pihak sekolah dan BPTP NTT dengan objek wisata yang dikunjungi. (emb)