JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Media Sosial

Keberhasilan Penyediaan Benih Padi Varietas Inpari 41 di Desa Tupan, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten TTS

Melalui Sekolah Lapang (SL) Penangkaran benih padi adalah suatu proses transfer pengetahuan dan ketrampilan dari peneliti atau penyuluh kepada petani penangkar tentang budidaya padi. Kegiatan pembinaan penangkar benih pada sekolah lapang diperuntukan adanya peran aktif petani (sebagai pelaku), peneliti dan penyuluh terutama dalam kegiatan perencanaan, dinamika kelompok dan pendampingan penerapan teknologi.

Pola Sekolah Lapang dirancang agar kesempatan belajar petani terbuka selebar-lebarnya agar para petani berinteraksi dengan realita mereka secara langsung, serta menemukan sendiri ilmu dan prinsip yang terkandung di dalamnya.

Dengan demikian, pola pendidikan petani melalui Sekolah Lapang bukan sekedar “belajar dari pengalaman”, melainkan suatu proses sehingga peserta didik yang kesemuanya adalah orang dewasa, dapat menguasai suatu proses “penemuan ilmu” yang dinamis dan dapat diterapkan dalam manajemen lahan pertaniannya maupun dalam kehidupan sehari-hari mereka. 

Hal ini penting, karena jaman ini sarat dengan unsur perubahan.  Diharapkan agar proses Sekolah Lapang dapat menyiapkan petani tangguh yang mampu menghadapi dinamika yang berjalan dan tantangan masa depan.

Di Desa Tupan yang ada di Kecamatan Batu Putih, Kabupaten TTS petani rata-rata bercocok tanam padi, jagung, kacang tanah, kacang hijau dan sayur-sayuran. Dalam bercocok tanam petani masih menggunakan cara lama belum menggunakan teknologi yang moderen petani tidak memperhatikan  berapa banyak nanti yang akan dipanen ataupun dijual. Dengan melihat potensi yang ada di Desa Tupan tersebut maka BPTP NTT masuk dengan kegiatan Sekolah Lapang Kedaulatan Pangan Mendukung Swasembada Pangan Terintegrasi Desa Mandiri Benih.

Tujuan dari kegiatan ini adalah Meningkatkan pengetahuan dari calon penangkar melalui pelatihan Sekolah Lapang benih unggul padi, Meningkatkan kemampuan calon penangkar pemula dalam memperbanyak benih padi yang berkwalitas dan berlebel, Mempersiapkan calon penangkar menjadi penangkar padi yang mandiri.

Sekolah lapang yang dilakukan BPTP NTT di Kelompok Wanita Tani Adik Kakak Desa Tupan, Kabupaten TTS diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan terhadap teknologi yang diberikan, sehingga petani dapat menerapkan  teknologi yang diterima di lahan mereka masing-masing.

Teknologi yang diberikan dalam kegiatan ini adalah Penanaman padi sistem Jajar Legowo 2 : 1, Penggunaan benih VUB (Inpari 41 Lebel putih), Pemupukan berimbang.

Hal ini sudah dibuktikan oleh Kelompok Tani Adik Kakak bahwa dengan menerapkan teknologi yang dianjurkan, mereka mampu memproduksi padi Inpari 41 Lebel ungu dari lahan seluas 2 Ha dengan hasil 7 ton/Ha. Sebelumnya petani Tupan hanya bisa menghasilkan 1-2 ton, dengan menggunakan varietas local yang ditanam secara turun temurun.  Dengan hasil tersebut petani Tupan dapat melayani kebutuhan Desa Tupan dan Kabupaten TTS umumnya.

Benih pokok (label Ungu) tersebut sudah dibeli oleh Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten TTS sebanyak 5 ton dan 2 ton digunakan oleh petani di Desa Tupan, Kacamatan Batu Putih, Kabupaten TTS. (Christine Huwae)