JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Media Sosial

Tasinifu, Kami haus akan teknologi pertanian yang dapat meningkatkan produksi padi, Kami membutuhkan pendampingan yang lebih lagi dari peneliti dan penyuluh BPTP Balitbangtan NTT. Hal ini dikatakan oleh Aloysius Tabil ketua kelompoktani Harapan Baru disela-sela kegiatan panen padi yang menggunakan teknologi jajar legowo 2 : 1 di Desa Tasinifu, Kecamatan Mutis, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Seko, adalah lokasi persawahan di Desa Tasinifu yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste dengan luas areal kurang lebih 400 ha dan jarak dari pusat desa kurang lebih 3 km. Sawah Seko merupakan satu-satunya lokasi persawahan yang didukung dengan saluran irigasi yang cukup memadai, akan tetapi akses jalan raya masih dari tanah, hal ini tentunya sangat sulit dilintasi pada musim hujan untuk mobilisasi pupuk dan sarana produksi pertanian lainnya.

Penggunaan benih padi yang berulang-ulang tanpa menggantikan benih yang baru sudah menjadi kebiasaan petani setempat. Untuk itu BPTP Balitbangtan NTT hadir dengan perbaikan teknologi produksi padi seperti perbaikan varietas/ introduksi varietas unggul baru (VUB), pemupukan, pengendalian hama dan penyakit dan penerapan teknologi jajar legowo 2 : 1.

Senyuman terlihat dari wajah-wajah anggota kelompoktani tatkala panen berlangsung. Hasil produktivitas 6,1 ton/ha gabah kering adalah angka capaian yang belum pernah dirasakan petani setempat yang selama ini hanya memperoleh hasil 4 – 4,5 ton/ha.

Anda tersenyum kami puas, itulah kalimat yang keluar dari penanggung jawab kegiatan wilayah perbatasan Kabupaten Timor Tengah Utara Yohanis Ngongo di akhir kegiatan panen, dan berpesan agar kelompoktani harus berperan aktif mencari informasi-infromasi pertanian untuk menunjang kegiatan usaha taninya. Besar harapan penangggung jawab dan di aminkan oleh anggota kelompoktani agar seluruh kawasan bisa menerapkan teknologi produksi padi sawah yang baik agar terjadi peningkatan produksi dan pendapatan untuk kesejahteraan petani. Selain itu anggota kelompoktani juga berharap agar pendampingan penerapan teknologi BPTP Balitbangtan NTT bisa berlanjut untuk memajukan pertanian di wilayah perbatasan. (Yohanis Ngongo, Chris Sendow, Halena Doga).