JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Media Sosial

Kamis, 20 sept 2018, dilakukan kegiatan Temu Lapang dan Panen Display VUB Padi Kegiatan Pendampingan Kawasan Pertanian Padi di NTT di Poktan Mbuhang Pahamu, Desa Kawangu Kec.Pandawai, Kab.Sumba Timur NTT.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Sumba Timur yang diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian Kab. Sumba Timur, mewakili Kadis Pertanian Kepala bidang produksi Tan Pangan, unsur TNI, Kecamatan dan Lurah Kawangu, Distributor obat pertanian, Penyuluh, Gapoktan, Kelompok tani di sekitar lokasi kegiatan, Masyarakat dan anggota kelompok tani.
Kegiatan diawali dengan panen perdana oleh para pejabat tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Kelurahan di lokasi Padi layak panen yakni pada lahan Padi varietas Inpari 41.

Ir. Charles Y. Bora, MSi selaku penanggung jawab kegiatan menyampaikan tujuan kegiatan serta hasil kegiatan panen padi (ubinan) var Inpari 41 = 8, 915 t/ha dan inpari 23 = 9, 246 t/ha GKP. Sedangkan varietas lainnya masih dalam tahapan/fase generatif akhir - pematangan hasil (Inpari 30, Inpari 31, Inpari 32, Inpari 43, Memberamo, IPB 3s, dan Pulut hitam)

Testimoni Petani (Danisius Riwu) selaku pelaksana kegiatan menyatakan bersyukur atas kegiatan ini antara lain : 1) Dikenalnya varietas unggul baru padi, 2) Adanya tantangan seperti kekurangan air, penyakit dll tetapi karena adanya kerjasama dalam kegiatan maka kondisi tsb dapat diperoleh jalan keluar dalam pencegahan maupun pengendalian, 3) Kiranya Dinas pertanian dapat memperhatikan kelangkaan pupuk di tingkat lapangan

Dalam arahannya Ir Yohanis Hiwa Wunu selaku Kepala Dinas pertanian dan pangan Sumba Timur; 1) Kegiatan pertanian merupakan pekerjaan yang mulia, tanpa petani maka semuanya akan sulit melakukan aktivitas, 2) Bersyukur BPTP NTT sesuai fungsinya selalu melakukan pendampingan teknologi termasuk di Poktan Mbuhang Pahamu, agar kegiatan seperti ini dpt dilakukan lagi pada lokasi lain yang berpotensi padi, 3) Kepada petani dengan melihat pertumbuhan dan hasil yang baik dari masing-masing varietas yang dikenalkan perlu untuk dilanjutkan dan dikembangkan, 4) Diharapkan petani senantiasa dekat dengan para penyuluh agar proses transfer teknologi dapat lebih baik dan lebih banyak, 5) Kiranya kerjasama dengan pihak lain seperti distributor obat pertanian (Nufarm) dapat terus berlanjut, 6) Kelangkaan pupuk dan kebutuhan alsintan akan menjadi perhatian pemerintah sehingga akan dapat mengurangi resiko kegagalan tanam dan gagal panen.

Diskusi dilakukan antara petani dgn pemangku kebijakan: 1) Petani berharap agar penyalur pupuk bisa diganti dari penyalur yg telah direkomemdasikan oleh pemerintah karena penyalur yg ada tdk berfungsi dengan baik, tanggapan pemerintah (Kabid PSP) adalah penentuan distributor pupuk dilakukan bersama antara produsen pupuk dengan distributor pupuk yang siap (finansial maupun tempat) yang didukung dengan data RDKK

Kegiatan diakhiri Doa syukur oleh petugas dan dilanjutkan ramah tamah bersama. Salam Inovasi (IR/CB/YB/DP)

#SobaTani #SalamInovasi #bptpntt