JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Media Sosial


Pelaksanaan Temu Inovasi tersebut fokus pada diskusi tentang Inovasi Jagung, karena pelaksanaan Kaji Terap nantinya adalah kaji terap budidaya jagung. Hal ini dilakukan berdasarkan pertimbangan bahwa jagung merupakan salah satu komoditi andalan untuk Kabupaten Kupang khususnya dan tanah Timor pada umumnya.

Hadir dalam acara pembukaan adalah Kepala BPTP-Balitbangtan-NTT (Dr. Ir. Syamsuddin, M.Sc), Kepala BP4K Kabupaten Kupang (Marthen A. Rahakbauw, SPi, M.Si),Camat Sulamu (Adriel S. Abineno, SH) Kepala Desa Oeteta (Yakob M. Tafal).

Kegiatan diawali dengan pembingkaian kegiatan oleh Penanggung Jawab Kegiatan Ir. Andreas Ila. Dalam pembingkaiannya Andreas Ila mengatakan bahwa terbentuknya kegiatan yang ada tersebut didasari pada fakta empiris di lapangan bahwa penyuluh-penyuluh di lapangan masih kalah bersaing dalam hal penguasaan teknologi, masih kurang pemahaman dalam hal metode penyuluhan pertanian dan juga motivasi masih sangat rendah. Sehingga perlu diberikan penyegaran-penyegaran untuk lebih meningkatkan kapasitas penyuluh dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan.

Selain itu, beberapa hal penting yang menjadi penekanan dalam arahannya, Dr. Syamsuddin mengatakan bahwa kegiatan Temu Teknis Inovasi tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan diseminasi karena sejalan dengan tugas pokok baru BPTP-Balitbangtan-NTT yaitu sebagai sumber informasi teknologi, diseminasi dan penyuluhan. Sehingga perlu dicermati agar setiap peserta dapat mengikuti dengan sungguh-sungguh demi tercapainya tujuan kegiatan tersebut.

Demikian pula halnya dengan apa yang diungkapkan oleh Kepala BP4K Kabupaten Kupang (Marthen A. Rahakbauw, SPi, M.Si) bahwa sesungguhnya penyuluh-penyuluh yang ada di daerah masih sangat membutuhkan penyegaran-penyegaran inovasi teknologi untuk mendukung pelaksanaan kegiatan penyuluhan pertanian di wilayah kerja masing-masing. Tak lupa apresiasi yang tinggi disampaikan kepada BPTP-Balitbangtan-NTT yang telah memfasilitasi kegiatan peningkatan penyuluhan pertanian yang sudah diawali dengan kegiaan Temu Teknis Inovasi jagung tersebut.

Harapan lainnya adalah kiranya BPTP-Balitbangtan-NTT dapat melakukan kegiatan seperti ini dan lainnya dalam proses transfer teknologi kepada penyuluh di BPP lainnya dalam wilayah kabupaten Kupang. Setelah memberikan arahan, Kepala BP4K diberikan kepercayaan untuk membuka kegiatan tersebut dengan resmi.

Melengkapi kegiatan tersebut, juga dilakukan suatu penggalian mengenai Harapan dan Kekuatiran peserta, demikian juga dengan prestest sehingga nanti bisa dievaluasi berapa presentasi Harapan yang terpenuhi, dan berapa persen kekuatiran yang tereliminasi. Demikian juga pretest yang diberikan akan dilengkapi dengan post-test pada akhir kegiatan untuk melihat tingkat keberhasilan kegiatan tersebut yang dinilai dari pengetahuan peserta mengenai teknologi jagung yang dianjurkan dalam kegiatan budidaya jagung di NTT.

Selain itu, penggalian pengalaman masing-masing penyuluh daerah tentang budidaya jagung di daerah binaan masing-masing yang disatukan dengan pemaparan materi Titik Pengungkit Peningkatan Produktivitas Jagung oleh Dr. Evert Hosang dan Dr. Toni Basuki, yang dilanjutkan dengan materi Teknologi dan Hemat Air oleh Dr. Toni Basuki. Selain itu, Mekanisme Pelaksanaan Kegiatan Kaji Terap Budidaya Jagung oleh Ir. Adriana Bire, M.Si, serta Diskusi dan Rencana Tindak Lanjut Kaji Terap oleh Ir. Made Ratnada, MP dan Ir. Irianus Rohi, M.Si.

Kegiatan Temu Teknis Inovasi diikuti oleh 60 orang peserta, yang terdiri dari 24 orang penyuluh pertanian lapang, 17 orang peneliti, penyuluh dan teknisi BPTP-Balitbangtan-NTT, 5 orang penyuluh provinsi NTT, 2 orang penyuluh BP4K Kabupaten Kupang, 2 orang Babinsa Kecamatan Sulamu dan 10 orang petani desa Oeteta.

Kegiatan Temu Teknis Inovasi ditutup oleh Kasie Pelayan Teknis BPTP –Balitbangtan-NTT (Dr. Toni Basuki) mewakili Kepala BPTP-Balitbangtan-NTT pada pukul 17.00 Wita. Salam Inovasi (Onike.TL)