JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Media Sosial


Sebelumnya acara dimulai terlebih dahulu dibuka dan mendapat arahan oleh Wakil Bupati Belu, Drs. J.T. Ose Luan yang didampingi oleh Kepala BPTP NTT Dr. Ir. Syamsuddin M.S.c., Plt. Kepala Dinas Pertanian, dan Sekertaris Dinas Peternakan Kabupaten Belu.

Diingatkan oleh Ose Luan pada saat arahan juga menyinggung mengenai keberadaan iklim di Timor serta sistem usahatani eksisting yang berbasis lahan kering. Dikatakan, pulau Timor memiliki bulan basah yang pendek yaitu antara 3 sampai 4 bulan. Demikian pula sistem usahatani setempat adalah pertanian yang masih sangat tradsional

Oleh karena itu Teknologi yang akan diterima dari Pelatih diharapkan merupakan hasil transformasi dari pertanian tradisional yang dikombinasikan dengan pertanian modern saat ini. Jika teknologi yang diperkenalkan melalui para peneliti BPTP NTT dengan memperhatikan hal di atas maka inilah sesuatu yang realistis dan akan menjadi kebutuhan petani.

Ini menjadi point utama, karena merupakan kunci transformasi dari pelatih ke calon pelatih dan akhirnya akan diterima petani bisa berjalan lancar, sehingga pesan inovasi sampai dengan mulus ditingat petani.

Untuk diketahui bahwa program Lumbung Pangan Berorientasi Eksport (LPBE) adalah salah satu program strategis Kementerian Pertanian, dimana NTT bersama Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Utara dan Papua mendapat kesempatan menjalankan misi ini. Misi utama dari program ini adalah mendorong dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat setempat melalui implementasi teknologi dan inovasi pertanian di wilayah ini.

Perkuat Sistem Pertanian di Lini Perbatasan RI-RDTL melaui Program DI-LPBEDi NTT, wilayah perbatasan yang menjadi prioritas tinggi yaitu meliputi Kabupaten Malaka, Kabupaten Belu dan Kabupaten TTU.

Dalam kesempatan ini, TOT yang dilaksanakan merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan tiga TOT dalam tahun anggaran ini yang dibiayai melalui DIPA BPTP NTT kata Helena da Silva, SP., M.Si selaku penanggungjawab kegiatan LPBE di Kabupaten Belu.

Materi teknis yang dilatih berasal dari para peneliti BPTP NTT diantaranya, (1). Teknologi Budidaya Padi oleh Ir. Charles Bora, M.Si; (2). Teknologi Budidaya Jagung dan Budidaya Bawang merah, oleh Dr. Ir. Tony Basuki, M.Si., (3). Teknologi Penggemukan Sapi Potong, Pengolahan Pakan dan Penyusunan Ransum oleh Dr. Ir. Jacob Nulik.

Materi pendukung juga dibawakan oleh Kabalai BPTP NTT, Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Belu, Drs. Arnolds Bria Seo; dan dari Sekertaris Dinas Pertanian Peternakan kabupaten Belu, Amandus Linci

Materi pendukung meliputi Arah dan Kebijakan Pembangun Pertanian dan Peternakan yang masing-masing dari kedua instansi tersebut. (TB)