JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Media Sosial


Tahun Anggaran 2017 yang lalu, salah satu kegiatan "capacity building" tersebut di BPTP Balitbangtan NTT adalah Peningkatan Komunikasi Penyuluh, dengan ruang lingkup kegiatan : 1) Workshop penyuluh dan petani dan seminar, 2) Diseminasi materi Penyuluhan, 3) Demonstrasi teknologi padi sawah mendukung UPSUS

Workshop Penyuluh dan petani.
Workshop penyuluh dan petani dilaksanakan di Balai penyuluhan Pertanian Kecamatan Komodo di Nggorang Kabupaten Manggarai Barat, pada tanggal 17 Mei 2017. Dengan materi dan narasumbernya adalah: 1) Program Pengembangan kawasan pertanian padi sawah dan agribisnis hortikultura di Kabupaten Manggarai Barat: Kadistan Mabar, 2) Teknologi Jarwo super : Ir. Charles Bora, MSi, 3) Teknologi budidaya dan pengendalian penyakit untuk peningkatan produktivitas bawang merah kawasan : Dr. Tony Basuki, MSi dan Dr. Bernad de Rosari, MP.

Sedangkan pesertanya berjumlah 50 orang yang terdiri dari unsur Koordinator BPP Kabupaten Manggarai Barat, Penyuluh BPP Komodo , Petani Kooperator kegiatan pendampingan padi sawah dan bawang merah serta peneliti dan penyuluh BPTP NTT.

Temu Teknis Peneliti, Penyuluh dan Petani.
Kegiatan Temu Teknis ini dilaksanakan pada tanggal 6 Desember 2017 di Aula Dinas Tanaman pangan, Perkebunan dan Hortikultura Kabupaten TTS, dengan materi dan narasumbe radalah: 1) Indeks Pertanaman : Ir. Charles Bora, MSi, 2) Teknologi Jarwo Super : Ir. Charles Bora, MSi, 3) Teknologi budidaya Kedele : Ir. Irianus Rejeki Rohi, M.Si 4) Teknologi Budidya jagung : Dr. Ever Hosang. Jumlah peserta sebanyak 90 orang yang terdiri dari unsur Penyuluh Kabupaten TTS, Petani serta Penyuluh dan peneliti BPTP.

Seminar.

Seminar dilakukan dengan thema Status dan Pengembangan Jagung di NTT, bertempat di T-More Hotel-Kupang pada tanggal 2 November 2017. Seminar dilaksanakan dengan menggunakan metodeRound Table Discussion, dengan dipandu oleh 2 orang moderator handal yakni Dr. Toni Basuki dan Dr. Bernard De Rosari, dan para nara sumber memberikan penjelasan dan komentar sesuai dengan topik yang dilemparkan oleh moderator. Sebagai narasumber Bupati dari 3 Kabupaten (Kabupaten TTS, Flores Timurdan Sumba Tengah), Kadistan Prov, Dosen Perguruan tinggi, Peneliti dan Penyuluh BPTP, LSM dan Petani. Selain narasumber, para peserta pun mendapat waktu untuk memberikan tanggapan berupa pertanyaan ataupun saran-saran.

Jumlah peserta adalah 125 orang yang semuanya adalah praktisi pembangunan pertanian. Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Kepala Dinas Pertanian Propinsi Nusa Tenggara Timur (Ir. Yohanis Taek, M.Si) mewakili Gubernur NTT dan penutupan oleh Kepala BPTP Balitbangtan NTT (Dr. Ir. Syamsuddin, M.Sc). Rumusan hasil seminar akan disampaikan pada kesempatan yang lain.

Diseminasi Materi Penyuluhan
Publikasi media penyuluhan dilakukan melalui kerjasama media masa surat kabar harian umum Pos Kupang dengan artikel tentang : 1) Bawang Merah Sang Pemberi Harapan Petani NTT menjadi Kaya : 31 Juli 2017 oleh : Dr. Ben de Rosari, 2) Harapan Baru dalam menggenjot Produksi Jagung di NTT : 7 Agustus 2017 oleh : Dr. Evert Hosang, 3) RahasiaTeknis untuk meningkatkan Produktifitas padi sawah di NTT : 15 Agustus 2017 oleh Dr. Tony Basuki, dan 4) Pengembangan Lamtoro Taramba sebagai sumber pakan ternak di Nusa Tenggara Timur; 22 Agustus 2017 oleh Ir. Debora Kana Hau, M.Si

Demonstrasi Teknologi Padi sawah mendukung UPSUS
Tiga kabutapen (Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Sumba Barat dan Kabupaten Sumba Tengah) menjadi sasaran pelaksanaan Demonstrasi tersebut. Penetapan 3 (tiga) kabupaten kegiatan Demonstrasi didasari pada pertimbangan bahwa ketiga Kabupaten tersebut termasuk dalam wilayah pendampingan UPSUS BPTP NTT

Paket Teknologi Anjuran : i) Varietas : Inpari 6, 10, 20, 23, ii) Umur pindah tanaman 12-17 hari; iii) Cara tanam : Legowo 2:1, iv) Pupuk berimbang : Urea 250 kg/ha (2,5 kg/are), Ponska 250 kg/ha (2,5 kg/are); v) Aplikasi waktu pupuk : Pemupukan I ( 1 – 10 (hst): seluruh dosis ponska (tanpa urea), * Pemupukan II 30 - 35 (hst): seluruh dosis urea.
  • Kabupaten Sumba Barat Daya : Inpari 7 dan 23 dengan kelompok tani kooperator adalah Kelompok Tani Lete Kallana di Desa Dede Pada, Kec. Wewewa Timur.
  • Kabupaten Sumba Barat Inpari 10, 20 dan 23, kelompok tani yang terlibat adalah Kelompok Tani Lora Morika, DesaDokakaka, KecLoli/20 orang.
  • Kabupaten Sumba Tengah, Inpari 6, 15, 23, dengan melibatkan Kelompok Tani Maju Terus sebagai kelompok tani kooperator, di Desa Podiratana, Kec. Umbu Ratu Nggay.
Harapan kedepan bahwa semoga kegiatan ‘peningkatan kapasitas’ penyuluh ini semakin ‘ditingkatkan’ demi mewujudkan kinerja penyuluhan dan penyuluh pertanian yang semakin diandalkan sebagai ujung tombak pembangunan pertanian khususnya di NTT dan di Indonesia pada umumnya.
Salam Inovasi (Onike-TL)