JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Media Sosial


Hadir pada pelepasan ekspor tersebut Ekspor bawang merah tersebut adalah Staf Ahli Menteri Pertanian bidang Infrastruktur Kementan Ani Andayani mewakili Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman serta Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita, Staf Ahli Mentan Bidang Bioteknologi Gardjita Budi, Dirjen Peternakan Kementerian Pertanian dan Perikanan Republik Demokrat Timor Leste Juanita da Costa Jong. 

Turut hadir Bupati Malaka Stefanus Bria Seran, Bupati Belu Willy Brodus Lay, Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT Yohanes Tay Ruba, serta Kepala Dinas Peternakan NTT Dani Suhadi. 

Mentan Andi Amran Sulaiman melalui sambungan telepon saat peluncuran ekspor bawang merah di Pos Pelintas Batas Motamasin, Kabupaten Malaka mengucapkan terima kasih kepada pejabat Kementerian Pertanian dan Perikanan Timor Leste yang menghadiri peluncuran eskpor bawang merah di Desa Motamasin. Ia juga meminta maaf tidak bisa hadir pada kesempatan itu. “Maaf saya tidak bisa hadir karena saya harus mendampingi bapak Presiden (Joko Widodo) di Palembang,” kata Amran. 

Amran juga mengapresiasi masyarakat Kabupaten Malaka dan Belu yang hadir pada acara tersebut. Ia berjanji akan datang kembali pada kesempatan berikutnya untuk menyaksikan ekspor komoditas lainnya. “Salam hormat untuk masyarakat Kabupaten Belu dan Malaka. Maaf saudaraku, bupati, dan gubernur. Kami minta maaf harus ke Palembang untuk mendampingi bapak Presiden,” ucapnya. 

Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi kerja sama antara Pemerintah Timor Leste dengan Pemerintah Kabupaten Malaka. Kerja sama semacam ini akan berkelanjutan. Amran akan mengundang Menteri Pertanian dan Perikanan Timor Leste Estanislau Alexio da Silva ke Jakarta. 

“Kami akan undang Menteri Pertanian Timor Leste ke Jakarta dalam waktu dekat melakukan MoU di kantor Kementan. Itu kesepakatan kami. Diharapkan ke depannya kerja sama semakin diperkuat,” tuturnya. 

Amran mengatakan, pemerintah sukses menghentikan impor bawang merah. “Indonesia dulunya impor 72 ribu ton. Kini sudah ekspor ke lima negara, termasuk Timor Leste,” pungkasnya.  

Malaka Potensial 

Staf Ahli Menteri Pertanian bidang Infrastruktur Kementan Ani Andayani menjelaskan, NTT salah satu daerah yang menjadi fokus pemerintah untuk dijadikan sebagai salah satu lumbung pangan berorientasi ekspor di wilayah perbatasan. NTT berbatasan langsung dengan Timor Leste yang berada di empat titik, yaitu Kabupaten Kupang, TTU, Belu, dan Malaka. 

Terkait Malaka, Ani mengatakan Pemda setempat sangat mendukung pembangunan di sektor pertanian. Malaka berkelimpahan makanan yang dirancang selama lima tahun dengan konsep one village-one product (OVOP) yang memfokuskan pada delapan komoditas, yaitu jagung, beras bermutu, kacang hijau, jambu mete, bawang merah, pisang kepok, itik, kambing, dan ikan bandeng. 

Kabupaten Malaka dengan luas lahan 111 ribu hektare (ha), mempunyai keunggulan 40 persen wilayahnya merupakan wilayah subur, memiliki bulan basah sekitar tujuh sampai delapan bulan, memungkinkan untuk penanaman jagung tiga kali setahun dan padi dua kali setahun. 

“Salah satu program unggulan saat ini adalah pengembangan bawang merah, terencana sebanyak 200 ha dari potensi lahan sebanyak 3.000-4.000 ha, varietas yang digunakan adalah Bima Brebes,” jelas Ani. 

Saat ini, lanjut Ani, Timor Leste mengimpor secara bertahap bawang merah dari Indonesia melalui Kabupaten Malaka sebanyak 200 ton. Untuk hari ini, Timor Leste mengimpor sebanyak 30 ton bawang merah. 

“Selain bawang merah, komoditas pertanian lainnya yang berpeluang eskpor dari wilayah perbatasan adalah jagung, kacang hijau, jambu mete, babi, dan unggas,” pungkasnya. 

Soal ekspor bawang merah, lanjut Ani, NTT menyumbang kurang lebih 3,5 persen dari ekspor nasional. 2017 merupakan tahun kedua Indonesia mengekspor bawang merah setelah sebelumnya di Brebes. 

“Pada 2015 Indonesia masih mengimpor bawang merah. Pada 2016 kita tidak mengimpor. Pada 2017 kita sudah mengekspor,” ucap Ani yang juga penanggung jawab Upsus Pajale. 

“Selain bawang merah, komoditas pertanian lainnya yang berpeluang eskpor dari wilayah perbatasan adalah jagung, kacang hijau, jambu mete, babi, dan unggas,” pungkasnya. 

Sambut Gembira 

Dirjen Peternakan Kementerian Pertanian dan Perikanan Republik Demokrat Timor Leste Juanita da Costa Jong mengapresiasi inisiatif Indonesia mengekspor bawang merah ke Timor Leste. Juanita mengatakan, Timor Leste selalu memberikan dukungan kepada Indonesia untuk berbagai sektor khususnya pertanian. 

“Kami senang sekali bisa terwujudnya kerja sama ekspor bawang merah dan kami disambut dengan baik di sini. Harapan kami juga kerja sama Indonesia dan Timor Leste akan berjalan dengan baik,” kata Joanita usai menerima simbolis bawang merah organik ekspor dari NTT. 

Ke depan, ia berharap kepada Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah Timor Leste dalam memperlancar ekspor pangan, khususnya koordinasi antar pemerintah daerah dengan importir di Dili, Timor Leste. 

Disaksikan wartawan, sambil berdiri di dekat batas nol kilometer batas antara Indonesia dan Timor Leste, Ani menyerahkan beberapa plastik bawang untuk rombongan Joanita. 

“Dengan ini secara simbolis kami menyerahkan ekspor 30 ton bawang merah untuk Timor Leste dan selanjutnya kami harapkan kerja sama ekspor akan terus berjalan,” ujar Ani kepada Joanita. 

Sementara itu, beberapa truk yang membawa puluhan ton bawang merah sudah disiapkan depan pintu masuk pos perbatasan untuk memasuki wilayah Timor Leste. (victorynews.id)