JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Media Sosial

Rumah Pangan yang digagas Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pertanian ini memanfaatkan pekarangan untuk pengembangan aneka tanaman, ternak (unggas), dan ikan secara terpadu. Selain menyehatkan dan menghijaukan lingkungan, Rumah Hijau menjadi solusi untuk untuk meningkatkan ketersediaan pangan, menekan belanja rumah tangga sekaligus menggenjot perekonomian lokal berbasis rumah tangga.

Pos perbatasan yang memiliki Kawasan Rumah Pangan Lestari ini adalah hasil kerja sama antara Badan Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi NTT dengan Komandan Resor Militer Wirasakti dan Komandan Satgas Pantas. Amir Pohan, Kepala BPTP NTT mengatakan kepada SH, Kamis (21/6), bahwa Korem Wirasakti memiliki kegiatan Bimbingan Teritorial.

“Mereka punya masyarakat dan petani binaan, tetapi mereka tidak punya teknologi. Jadi, kita gaet mereka supaya bekerja sama mentransfer teknologi buat mereka,” kata Amir.

Amir mengakui penekenan nota kesepahaman (MoU) dengan Korem agak terlambat, sekitar Mei, sehingga sudah lewat musim tanam yang pertama. “Namun, musim hujan November dan Desember ini kita bisa sebarkan benih buat mereka.”

Sejauh ini, KRPL sudah berjalan di dua Pos Satgas di Desa Silawan, Tasifeto Timur, dan Desa Tobir, tepatnya di Markas Komando Batalyon Infanteri 744/SYB.

Di dua wilayah ini, BPTP bekerja sama dengan ibu-ibu Persatuan Istri TNI Angkatan Darat (Persit) dengan membuat dua Kebun Benih Desa. Ada sekitar 305 rumah di Yonif 744/SYB dan 40 KK di Desa Silawan, termasuk pos satgas yang memiliki KRPL yang menjadi cikal bakal ketahanan pangan ini. “Jadi, KRPL sudah sampai di daerah perbatasan,” kata Amir.

BPTP menyediakan bibit dan menanam di kebun bibit desa. Kemudian, bibit baru dipindahkan ke polyback dan distribusikan ke rumah-rumah. “Kegiatan ini sifatnya masih kekeluargaan dan mudah-mudahan bisa ditingkatkan lagi ke depan,” kata Amir.

Kegiatan ini sudah dibicarakan di wilayah perbatasan Timortengah Utara, NTT, yang berbatasan dengan Oekusi di wilayah RDTL. Amir menambahkan, pihaknya juga berencana mengadakan pendekatan di Pos Perbatasan Timor Leste untuk membuatkan KRPL di sana. “Sehingga KRPL kita bisa berkembang ke luar negeri juga.” (Sinar Harapan)