JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Selamat datang di Web Site BPTP NTT __ Jln. Timor Raya Km. 32 Naibonat-Kupang-Nusa Tenggara Timur __ Tlp. 08113893766; PO BOX : 1022 Kupang 85000 __ email : bptp-ntt@litbang.pertanian.go.id

Media Sosial

 

Solusi Mengatasi Stunting Di Kabupaten Belu BPTP NTT Gelar Bimtek Budidaya Padi Ir Nutri Zinc

Sebagai lembaga penyedia informasi dan teknologi yang memadai melalui Badan litbang pertanian telah merilis beberapa varietas unggul baru Badan Litbang Pertanian berupa varietas padi spsefik lokasi untuk dikembangkan dan dilanjutkan oleh anggota kelompoktani sesuai dengan paket rekomendasi yang telah diberikan, dan salah satu varietas unggul baru padi  Inpari IR Nutri Zinc sebagai solusi mengatasi stunting di Indonseia khususnya di kabupaten Belu, karena kabupaten Belu merupakan salah satu Kabupaten dengan stunting tertinggi yakni 21,12% dari 22 kabupaten yang ada di ProVinsi Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan bimtek dibuka oleh Kabid  Produksi Panaman pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan  Belu (Maria Pk Bere Leki, SP). Dalam arahannya, beliau berterima kasih kepada BPTP Nusa Tenggara Timur yang mau memberikan paket informasi teknologi  melalui kegiatan Bimtek budidaya padi sekaligus penerimaan benih padi Ir Nutri zinc sebanyak 200 kg dan insektisida cruiser sebanyak 20 botol yang dibagikan langsung kepada anggota kelompok tani  masing-masing 10 kg. Harapan Maria K. Leki kepada para peserta agar mengikuti bimtek ini dengan baik dari awal hingga akhir kegiatan, karena sesuai potensi dan luas lahan sawah di Kecamatan Tastim Desa Manleten cukup luas ± 2000 ha untuk dikembangkan padi  Inpari IR Nutri Zinc. Tujuan dikembangkannya padi IR Nutri Zinc selain untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga juga sebagai salah satu solusi penurunan angka stunting di Kabupaten Belu yakni dari 21,12 % menjadi 13%. Program pengembangan padi IR Nutri Zinc akan dilaksanakan pada MT I tahun 2022/2023.

Sebagai Narasumber Teknologi budidaya padi  khusus  Inpari IR-Nutri Zinc dan pengenalan VUB padi spesifik lokasi disampaikan oleh Penyuluh BPTP NTT (Ir. Adriana Bire, M.Sc dan Rafael Dos Santos, SST). Disampaikan antara lain bahwa paket rekomendasi teknologi budidaya padi sawah yang akan diterapkan oleh anggota kelompok tani agar produksi dan produksivitasnya meningkat perlu mendapat perhatian khusus dalam penerapannya dilapangan yakni: pemilihan varietas unggul, penggunaan benih bermutu, pemupukan berimbang, pengendalian hama penyakit, panen dan pasca panen. Selain penyampaian materi paket teknologi budidaya padi juga disampaikan materi Kalender Tanam/ KATAM agar petani memahami tentang perubahan iklim sesuai dengan ketepatan waktu tanam.

Hadir dalam acara penutupan kegiatan Bimtek Kepala BPTP Nusa Tenggara Timur Dr. Akhmad Hamdan, S.Pt, MP didampingi oleh Sub Koordinator Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian BPTP Nusa Tenggara Timur (Ir. Irianus Rejeki Rohi, M.Si). Selaku kepala Balai,  Akhmad Hamdan memberikan apresisasi dan motivasi kepada seluruh anggota kelompoktani yang hadir pada kegiatan Bimtek agar mereka tetap semangat dalam berupaya meningkatkan produksi dan produksivitas padi melalui paket teknologi pemilihan varietas padi yang tepat salah satunya budidaya padi Inpari IR Nutri Zinc karena selain untuk memenuhi kebutuhan pangan dan ekonomi keluarga, padi IR Nutri Zinc dapat mengatasi stunting di Kabupaten Belu. Usai acara penutupan kegiatan bimtek Akhmad Hamdan  membagikan benih padi Inpari IR Nutri zinc  secara simbolis kepada perwakilan petani, harapannya agar benih padi yang telah diterma ditanam dan dikembangkan serta disebarluaskan kepada petani lain yang ada di Kabupaten Belu.

# Salam Inovasi #jayalah pertanianku (Adriana Bire & Rafael Ds)