JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Media Sosial

Bokashi, Pupuk Kompos Alternatif Dari Limbah Ternak Dan Tanaman

Tanaman perlu makanan agar dapat berkembang. Makanan yang dibutuhkan tanaman berupa unsur hara di dalam tanah. Unsur hara di dalam tanam sangat terbatas  kalau digunakan secara terus menerus dihisap oleh tanaman lama-lama tanah menjadi miskin unsur hara sehingga unsur hara dalam tanah. Untuk menjaga ketersediaan unsur hara perlu dilakukan pemupukan.

Pupuk dibedakan menjadi dua yakni pupuk Organik dan pupuk unorganik. Pupuk organik berasal dari limbah tanaman, limbah ternak, limbah industry maupun sampah rumah tangga. Sedangkan pupuk unorganik adalah pupuk buatan  yang dibuat dari bahan-bahan kimia. Contoh pupuk unorganik adalah Urea, SP-36, KCL dan ZA.

Kompos merupakan semua bahan organik yang telah mengalami penguraian sehingga berubah bentuk atau sudah tidak dikenali lagi bentuk aslinya, berwarna kehitam-hitaman dan tidak berbau. Khusus pupuk yang berasal dan kotoran hewan disebut pupuk kandang. Pupuk kandang mudah diperoleh sebab hampir semua petani di NTT mempunyai ternak. Proses pengomposan yang terjadi secara alami berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Namun, untuk mengahsilkan kompos buatan maka  untuk membuat kompos pupuk kandang dibutuhkan waktu 2-3 bulan.  Salah satu teknologi untuk mempercepat pengomposan menggunakan bantuan effective microorganisme (EM4).

Kompos yang dihasilkan melalui fermentasi EM4 disebut bokashi. Jumlah mikroorganisme di dalam EM4 sangat banyak, sekitar 80 genus. Dari sekian banyak mikro organisme, ada lima golongan pokok yakni bakteri fotosintetik, Lactobacillus sp, Streptomyces sp, ragi dan Actino mycetes.Dengan bantuan EM4, bokashi yang diperoleh sudah dapat digunakan dalam waktu relatif singkat yakni 4-7 hari. Selain itu, bokashi hasil pengomposan tidak panas, tidak berbau busuk, tidak mengandung hama dan penyakit, serta tidak membahayakan pertumbuhan dan produksi tanaman.

 

PERBEDAAN PUPUK ORGANIK DAN UNORGANIK

Pupuk organik : Mengandung unsur hara yang Iengkap, tetapi dalam jumlah sedikit, Memperbaiki struktur (menggemburkan) tanah, Harga relatif murah, Menambah daya serap air, Memperbaiki kehidupan mikro organisme dalam tanah dan Dapat dibuat sendiri

Pupuk anorganik : Hanya mengandung beberapa unsur hara saja, tetapi dalam jumlah banyak, Tidak memperbaiki struktur tanah, bahkan penggunaan jangka panjang mengakibatkan tanah mengeras, Harga relatif mahal, Tidak menambah daya serap air, Tidak memperbaiki kehidupan mikro organisme dalam tanah dan Dibuat oleh pabrik

 

Cara pembuatan bokashi

Tempat .

Pembuatan bokashi tidak memerlukan tempat khusus, yang penting tidak terkena sinar matahari maupun hujan secara Iangsung. Oleh karena itu tempat pembuatan diusahakan beratap. Alasnya sebaiknya semen atau bila dilakukan di atas tanah, sebaiknya diberi alas plastik atau dedaunan

Bahan

Adapun bahan yang digunakan untuk bokashi pupuk kandang adalah 300 kg pupuk kandang, 10 kg dedak padi, 200 kg sekam, 10 sdm gula pasir, 200 ml (20 sdm) EM4 dan Air secukupnya

Cara pembuatan

  • Larutan EM4 + gula + air dicampur merata (a)
  • Pupuk kandang + sekam + dedak di campur merata (b)
  • Bahan (b) disiram larutan (a). Pencampuran dilakukan perlahan-lahan secara merata hingga kandungan air ± 30-40%. Kandungan air yang diinginkan diuji dengan menggenggam bahan. Kandungan air 30-40% ditandai dengan tidak menetesnya air bila bahan digenggam dan akan mekar bila genggaman dilepaskan.
  • Bahan yang telah dicampur diletakkan di atas alas yang kering. Bahan sebaiknya ditumpuk secara teratur. Tumpukan bahan umumnya setinggi 15 - 20 cm. Setelah itu, tumpukan bahan ditutup dengan karung atau terpal.
  • Suhu tumpukan dipertahankan antara 40-50°C. Untuk mengontrolnya, setiap 5 jam sekali (minimal 1 hari sekali) suhunya diukur. Apabila suhunya tinggi maka bahan tersebut dibalik, didiamkan sebentar agar suhu turun, lalu ditutup kembali. Demikian seterusnya.
  • Proses fermentasi berlangsung sekitar 4-7 hari.
  • Setelah bahan menjadi bokashi, penutup dibuka. Bokashi yang sudah jadi dicirikan dengan warna hitam, gembur, tidak panas dan tidak berbau. Dalam kondisi ini bokashi sudah siap sebagai pupuk.

 PENGGUNAAN

  • Bokashi pupuk kandang dapat digunakan seperti pupuk kandang atau kompos yang ditebarkan secara Iangsung di permukaan tanah atau secara larikan. Dosis yang umum digunakan adalah 3 - 4 genggam bokashi per meter persegi lahan.
  • Sebagai media pembibitan atau media tanaman yang masih kecil.

 

SALAM INOVASI

Penulis : Ir. Medo Kote, M.Si., Ir. Onike. L.Lailogo, M.Si, Ph.D., Dwi Purmanto, SST., Agustina K. Hewe, SST.