JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Media Sosial

Temu Lapang Pendampingan Kawasan Pertanian Tanaman Pangan Jagung Berbasis Korporasi di Kabupaten Kupang

Temu Lapang Pendampingan Kawasan Pertanian Tanaman Pangan Jagung Berbasis Korporasi di Kabupaten Kupang dilaksanakan pada 29 Agustus 2019. Temu Lapang bertempat di Kelompok Tani Garuda Desa Oeteta Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang. Temu Lapang diikuti oleh Bupati Kab. Kupang yang diwakili Sekretaris Dinas Pertanian Kab. Kupang, Kepala BPTP NTT, Kepala BRI Unit Oesao, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Camat Sulamu yang diwakili Sektretaris Camat, Kepala Desa Oeteta, Danramil, Kapolsek, Ketua dan anggota Kelompok Garuda, Ketua dan anggota Kelompok Satu Hati, dan kelompok-kelompok tani lainnya yang ada di Kec. Sulamu.

Penanggung jawab kegiatan Helena da Silva, SP, MP dalam laporannya menyatakan bahwa kegiatan pendampingan dilaksanakan di Kelompok Tani (Poktan) Garuda dan Satu Hati. Luas areal yang didampingi seluas 12 Ha, yaitu 7 ha di Poktan Garuda dan 5 Ha di Poktan Satu Hati. Model pemdampingan yang dilaksanakan adalah berbasis pertanian korporasi,  yaitu usaha tani tanaman pangan jagung yang dilaksanakan oleh anggota kelompok dengan akses permodalan. Dalam hal ini BPTP-Balitbangtan NTT menjembatani akses petani terhadap permodalan yaitu dana KUR BRI. Lebih lanjut penanggung jawab kegiatan menyatakan bahwa berdasarkan hasil ubinan diperoleh produktivitas tanaman jagung Nasa-29 sebesar 8 ton/ha dengan kadar air panen 25,9%.

Testimoni petani menyatakan bahwa program ini sangat bermanfaat bagi petani. Dana KUR telah diterima oleh petani dimanfaatkan untuk pembelian sarana produksi pertanaman yaitu benih Nasa-29, pupuk Urea dan NPK, Pestisida (Insektisida, Fungisida, dan Herbisida), dan pembelian bahan bakar dan pipa untuk penyiraman tanaman. Petani menyatakan bahwa kendala yang dihadapi petani selama ini adalah masalah permodalan sehingga model ini dapat menjawab kebutuhan petani.

Kepala BPTP Dr. Ir. Syamsuddin, M.Sc dalam sambutannya menyatakan bahwa model pendampingan pertanian korporasi yang dilaksanakan di kelompok tani Garuda dan Satu Hati agar kedepannya dikembangkan dan disebarluaskan sehingga petani disekitarnya dapat mengikuti model ini. Sebab model ini menunjukkan kemandirian petani terutama dalam permodalan. Kepala BRI Unit Oesao menyatakan siap mengucurkan dana KUR bagi petani lain yang tertarik mengikuti program ini. Kepala BRI Unit Oesao menyatakan bahwa dana KUR tidak memberatkan petani karena berbunga rendah yaitu 0,3% per bulan.

Bupati Kab. Kupang yang diwakili Sekretaris Dinas Pertanian Kab. Kupang Bapak Pandapotan Siallagan, M.Si mengapresiasi model pertanian berbasis korporasi ini. Model pendampingan ini menunjukkan kemandirian petani yang tidak bergantung pada bantuan dari pemerintah. Lebih lanjut Sekretaris Dinas Pertanian Kab. Kupang menyatakan agar model ini direplikasi di tempat-tempat lainnya. Kedepannya pemerintah akan terus mendukung program pengembangan pertanian di Kab. Kupang (AS, HdS, DM).