JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Media Sosial

Mengenal Salah Satu Legum Herba Clitoria Ternatea (Kacang Kupu) Sebagai Pakan Bagi Ternak Ruminansia Di NTT

Dalam system usahatani subsisten tradisional, ternak sapi merupakan sumber kekayaan yang hanya dijual pada saat keluarga dalam keadaan darurat atau pada waktu melaksanakan kegiatan sosial. Namun dengan sasaran jangka panjang secara nasional untuk mencapai swasembada daging sapi, terdapat potensi bagi petani untuk terlibat dalam ekonomi pasar yang lebih luas dan beranjak dari pola peternak ‘penyimpan’ menjadi peternak ‘produsen’. 
Saat ini peternak tergantung pada hijauan lokal berkualitas rendah untuk pakan ternaknya. Pada wilayah ini dengan kondisi iklim dengan adanya tingkat perubahan iklim yang tinggi, umumnnya volume kebutuhan pakan melampaui jumlah pasokan, yang mengakibatkan pertambahan berat badan ternak yang berfluktuasi dan lambannya tingkat produksi secara keseluruhan. 

Tantangan bagi para peneliti adalah mencari jalan keluar yang memungkinkan peningkatan produksi, baik ternak maupun usahatani, dengan menekan tingkat resiko yang dialami petani. Penelitian kerjasama Australia dan Indoniesia yang didukung oleh ACIAR telah menunjukkan bahwa salah satu metoda untuk meningkatkan produktivitias ternak dan usahatani adalah dengan menjadikannya sebagai bagian dari system usahatani terintegrasi. Hal ini mencakup penanam legum herba, baik secara relay dan tumpeng sari dengan tanaman serelia jagung atau padi. Penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya tanaman tambahan ke dalam system usahatani tidak merugikan tanaman pangan yang ada; menyediakan legume herba selama akhir musim kemarau atau awal musim hujan yang dapat meningkatkan berat badan sapi secara keseluruhan dibandingkan dengan penggunaan pakan hijauan lokal; nitrogen yang disediakan oleh legum juga dapat meningkatkan produksi jagung dan padi pada pertanaman berikutnya.
Oleh karena itu, sebelum membahas tentang sistem integrasi tersebut, maka pada rubrik kali ini akan memperkenalkan salah satu jenis legum herba yang sudah melewati proses penelitian yang sangat mendalam sejak tahun 2006 hingga tahun 2018 melalui kegiatan ACiAR bahwa legume herba tersebut sangat layak untuk dijadikan sebagai pakan ternak khususnya ternak ruminansia di NTT yakni Clitoria ternatea (kacang kupu)

Adapun deskripsi daripada jenis legume herba Clitoria ternatea tersebut adalah sebagai berikut: 
- Cultivar : Milgarra, Q5455
- Penggunaan terbaik : Sisipan jangka pendek atau jangka panjang dengan jagung atau padi

Rotasi dengan jagung atau padi.
- Tanah terbaik : Telah berhasil ditanam pada tanah liat berpasir dan tanah liat sedang hingga berat dengan pH 6-8
- Curah hujan terbaik : Musim hujan pendek (berakhir April) atau panjang (berakhir Juni) atau bimodal
- Kebiasaan tumbuh :Awal pertumbuhan tegak, setelah itu melilit
- Umur : Tahunan
- Waktu berbunga : Sangat cepat, 1-3 bulan setelah pembentukan pertanaman dan kapan saja ketika kondisi pertumbuhan baik
- Kekuatan : - Mudah tumbuh
- Sangat baik daya tumbuh kembali setelah pemangkasan
- Sanat baik tingkat pertumbuhan pada musim hujan dan musim kemarau
- Bahan Pakan ternak berkualitas tinggi untuk sapi dan kambing
- Cocok untuk produksi hay (dikeringkan)
- Benih mudah diproduksi di pedesaan
- Memperbaiki kandungan nitrogen tanah
- Keterbatasan : Merusak daun (defoliasi) musiman oleh larva kupu-kupu Catopsilia sp

Salam Inovasi.
Penulis : Onike T. Lailogo
Penyuluh Pertanian Madya, BPTP NTT
Sumber: Dr. Jacob Nulik, et al, 2013. Mengintegrasikan Legum Herba ke dalam system tanaman dan ternak di Indonesia Bagian Timur. Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR)